Arsip Tag: underwriting asuransi jiwa

Mengenal Proses Underwriting Dalam Dunia Asuransi

Salah satu tujuan Underwriting adalah agar calon tertanggung mendapatkan beban premi yang sesuai dengan resiko yang dimiliki. Sehingga, tercipta keadilan dalam pembebanan premi. 

Dalam dunia asuransi, seringkali muncul istilah Underwriting. Memang tak semua orang familiar dengan istilah ini. Namun, sederhananya underwriting adalah proses identifikasi dan seleksi resiko. Saat mengajukan asuransi, calon tertanggung akan terlebih dahulu melalui proses underwriting sebelum akhirnya mereka dibebankan premi dengan jumlah tertentu.

Underwriting adalah proses dimana perusahaan asuransi jiwa memutuskan apakah akan menerbitkan polis yang diajukan oleh calon nasabah atau tidak, dimana perusahaan juga akan memutuskan syarat dan kondisi apa yang diberlakukan serta berapa besar tingkat premi yang akan dikenakan.

Pihak yang mengerjakan proses Underwriting ini disebut juga dengan Underwriter. Selama proses underwriting, hal yang pertama kali dilakukan adalah indentifikasi resiko terhadap calon tertanggung oleh Underwriter.

Terdapat tiga jenis Underwriter, yaitu Underwriter Pertama, Financial Underwriter, dan Medical Underwriter.

Underwriter pertama adalah sang Agen Asuransi Jiwa. Tugas seorang agen bukan hanya menjual polis, namun juga sebagai Underwriter Pertama. Bisa saja seorang Agen Asuransi Jiwa merupakan penentu resiko pertama dan sekaligus terakhir dari seorang calon tertanggung asuransi. Berdasarkan observasi tingkat kesehatan dan moral hazard (niat yang kurang baik), seorang Agen Asuransi Jiwa bisa memutuskan untuk tidak melanjutkan permohonan calon nasabah ke tahap selanjutnya. Lanjutkan membaca Mengenal Proses Underwriting Dalam Dunia Asuransi

Ikut Asuransi Jiwa Allianz, Siapa Yang Rugi ? Jawabannya : TIDAK ADA !!!

Usia muda dan kesehatan yang masih prima, merupakan dua hal yang menyebabkan premi asuransi jiwa menjadi murah.

Semua harus untung, tidak boleh ada pihak yang dirugikan.

Kalimat di atas adalah satu konsep hubungan bisnis yang sangat sederhana dan membuat hubungan bisnis ini langgeng. Karena semua pihak yang terlibat sama – sama diuntungkan, maka sama halnya konsep ini mengajarkan bagaimana membuat suatu bisnis yang bisa hidup dan berkembang dalam jangka panjang.

Dalam dunia bisnis, kerja sama merupakan hal yang tidak bisa dielakkan, baik secara internal atau pun eksternal. Suatu perusahaan konglomerasi besar yang menguasai suatu jaringan bisnis dari hulu ke hilir pun, pasti melibatkan banyak pihak, minimal secara internal. Ini juga merupakan suatu hubungan bisnis, dalam skala internal perusahaan.

Satu – satunya syarat agar hubungan kerja sama ini langgeng, kembali lagi ke kalimat paling atas tadi: semua harus untung, tidak boleh ada pihak yang dirugikan. Organisasi yang mempunyai struktur yang solid dan kompak, cenderung akan lebih mudah melewati krisis, dan kembali lagi mengalami kejayaannya.

Ambruknya suatu bisnis, biasanya dimulai dari adanya disharmoni yang terjadi di dalam tubuh organisasi. Bahasanya macam – macam, rasanya juga macam – macam, namun pada akhirnya akan kembali lagi ke kalimat paling atas tadi: ada salah satu pihak yang mulai merasa “rugi” Lanjutkan membaca Ikut Asuransi Jiwa Allianz, Siapa Yang Rugi ? Jawabannya : TIDAK ADA !!!