Arsip Tag: tujuan asuransi

1 Yang Terpenting Selamatkan Jiwa dari Resiko – Resiko Kehidupan

Boris Bokir berbicara tentang cara berpikir masyarakat Indonesia yang berkilah banyak untungnya.

1 Yang Terpenting : Selamatkan Jiwa dari Resiko – Resiko Kehidupan

Mengapa Kita Harus Punya Asuransi Jiwa

Konsep Asuransi Jiwa 1Konsep Asuransi Jiwa 2Konsep Asuransi Jiwa 3Konsep Asuransi Jiwa 4Asuransi Jiwa Allianz 1Asuransi Jiwa Allianz 2Asuransi Jiwa Allianz 3Produk Allianz 1

Asuransi Jiwa Syariah melindungi nilai ekonomi keluarga Anda laksana fitur – fitur keselamatan mobil yang Anda tumpangi setiap hari….sangat penting untuk ada, meski tidak diharapakan untuk dipakai.

Sudahkah Anda memiliki polis Asuransi Jiwa Syariah ?

Asuransi jiwa merupakan cara terbaik mempersiapkan tabungan warisan. Di Allianz, Anda dapat mempersiapkan dana warisan dengan asuransi jiwa Allianz, mulai dari premi setara 5000 rupiah per hari.

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

logo-allianz-surabaya

HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com

 

Bukan Hak Saya, Ini Hak Anak Saya

Alasan utama ikut asuransi jiwa adalah bukan untuk saya yang akan meninggal, tetapi untuk keluarga saya yang harus tetap hidup layak.
Asuransi jiwa merupakan cara terbaik mempersiapkan tabungan warisan. Di Allianz, Anda dapat mempersiapkan dana warisan dengan asuransi jiwa Allianz, mulai dari premi setara 5000 rupiah per hari.
Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

logo-allianz-surabaya

HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com

Asuransi Apa yang Kita Butuhkan ?

“memiliki asuransi adalah wajib, dengan pemilihan produk yang tepat, efektif, dan memaksimalkan proteksi pada diri kita”

Terdapat banyak jenis asuransi yang mungkin telah kita dengar, dan kebutuhan asuransi pribadi kita masing – masing pasti berbeda – beda, tergantung tujuannya. Bila kita mempunyai dana tabungan yang besar, mungkin kita mempunyai kuasa untuk mempunyai banyak jenis asuransi, meski tetap pemilihan asuransi yang tepat dan efektif akan lebih mengoptimalkan nilai uang kita.

Dan bila kemampuan menabung kita ada batasnya, maka memiliki asuransi adalah wajib, dengan pemilihan produk yang tepat, efektif, dan memaksimalkan proteksi pada diri kita.

Asuransi sesuai arti harfiahnya adalah perlindungan atau proteksi, yaitu perlindungan dari kejadian yang tidak diinginkan, waktunya tidak dapat diketahui, dan butuh biaya besar atau memiliki dampak keuangan yang besar.

Jika suatu kejadian itu diinginkan, waktu kejadiannya dapat diketahui atau dapat direncanakan, seperti pendidikan dan perjalanan ibadah, sebaiknya tidak dipersiapkan melalui asuransi, tapi melalui tabungan atau investasi. Jika kejadian itu tidak butuh biaya besar, seperti rawat jalan, rawat gigi, dan melahirkan, sebaiknya tidak dipersiapkan melalui asuransi, tapi melalui tabungan atau dana darurat.

Jadi, asuransi apa yang dibutuhkan oleh semua orang? Ialah asuransi yang memberikan perlindungan dari kejadian yang tidak diinginkan, waktunya tidak dapat diketahui, dan butuh biaya besar. Ukuran butuh biaya besar adalah tidak dapat ditanggung sendiri atau akan terasa sangat berat jika harus menanggungnya sendiri. Jika suatu kejadian dampak keuangannya masih bisa ditanggung sendiri, pada dasarnya tidak dibutuhkan asuransi untuk menanggulanginya.

Apa sajakah kejadian yang memenuhi tiga kriteria itu?
1. Meninggal dunia
2. Cacat tetap, baik karena sakit ataupun kecelakaan
3. Penyakit kritis
4. Rawat inap dan pembedahan (hospital and surgical) Lanjutkan membaca Asuransi Apa yang Kita Butuhkan ?

Asuransi Syariah : Halal dan Berkah

“asuransi syariah bertujuan kerja sama menolong (ta’awuni) sedangkan dalam asuransi konvensional tujuannya penggantian (tabaduli)”

Dalam kegiatan sehari – hari, kita banyak berhadapan dengan resiko meski kita menghadapi resiko ini dengan tanpa sadar. Pola istirahat yang tidak teratur, tidur yang kurang, pola makan tidak sehat, rutin makan makanan yang digoreng, merokok, jarang berolah raga, aktifitas pekerjaan, stress pekerjaan, berkendaraan di jalan, dan sebagainya.

Semua hal tersebut sudah menjadi bagian dari rutinitas harian. Dua hal yang membuat kita mengabaikan adanya resiko ini. Pertama, tidak tahu akan adanya resiko. Kedua, tahu resiko, namun karena sudah terlalu sering berhadapan dengan resiko, maka tingkat kewaspadaan kita terhadap resiko menjadi semakin menurun, sehingga lambat laun kita merasa sudah terbiasa dan menganggap resiko seolah tidak ada.

Padahal, resiko selalu ada dan resiko ini bisa mengundang terjadinya musibah. Pun orang – orang yang bertindak mengantisipasi adanya resiko, kemungkinan terpapar akan resiko dan mengalami musibah tetap ada, namun dengan catatan penting, kemungkinan terpapar resiko menjadi lebih kecil, atau bila tetap terkena resiko, dampak dari kejadian musibah ini sudah dikurangi.

Ada berbagai cara bagaimana manusia menangani resiko terjadinya musibah, diantaranya:

  1. Pertama adalah dengan menanggungnya sendiri (risk retention),
  2. Kedua, mengalihkan risiko ke pihak lain (risk transfer), dan
  3. Ketiga, mengelolanya bersama-sama (risk sharing).

Kelompok pertama adalah orang – orang yang tidak memiliki proteksi asuransi. Mereka mengandalkan kemampuan diri sendiri untuk mengatasi dampak dari musibah, seperti sakit, cacat, dan kematian. Bila pada hari ini kita masih termasuk dalam kelompok ini, maka marilah kita benar – benar mempertimbangkan kembali. Lanjutkan membaca Asuransi Syariah : Halal dan Berkah

Melindungi Nilai Ekonomi di Keluarga Kita

“Semua asset yang bernilai ekonomi harus dijaga agar nilai ekonominya tetap baik. Hidup manusia merupakan sebuah asset yang dapat mendatangkan pendapatan”

Sebuah lembaran uang kertas seratus ribu asli, mempunyai nilai berharga bukan karena kertas bahan pembuatnya, namun karena nilai yang sudah ditetapkan dan diakui secara sah oleh Pemerintah Indonesia sebagai alat pembayaran.

Suatu saat, bila uang kertas model ini perlahan mulai ditarik dan dinyatakan tidak berlaku lagi, maka uang kertas ini sudah kehilangan nilainya, meskipun secara fisik bentuknya tidak berubah. Mungkin saja, dan jangan sampai terjadi, Pemerintah Indonesia karena suatu alasan tertentu, meski uang ini secara fisik tidak berubah, menyatakan hanya mengakui nilai uang ini menjadi separuhnya.

Jadi, nilai uang ini bukan berasal dari fisiknya, tapi dari “roh” atau “jiwa” dari uang kertas tersebut yang berupa pengakuan dan pengesahan tentang nilainya.

Uang adalah asset, karena uang memiliki nilai ekonomi. Dalam bentuk yang lebih luas, asset tidak hanya uang, namun segala sesuatu yang memiliki nilai ekonomi adalah sebuah asset. Sebuah asset dapat bersifat tangible (bisa dilihat dan diraba) atau intangible (tidak dapat dilihat dan diraba). Rumah, mobil, uang, dan emas adalah contoh tangible asset. Sementara keterampilan, keahlian, kemampuan, bakat, dan pengalaman adalah contoh intangible asset. Lanjutkan membaca Melindungi Nilai Ekonomi di Keluarga Kita

Asuransi: Daya Angkat Nilai Uang Kita

“merubah nilai premi yang relatif kecil menjadi nilai pertanggungan yang berlipat ganda, langsung setelah polis tersebut berlaku”

multiplierIni adalah sebuah contoh kasus. Pak Raden sanggup menabung sebesar 500 ribu sejak berusia 40 tahun. Pak Raden adalah seorang yang memiliki kesehatan yang baik, tidak merokok…dan kali ini, kita asumsikan karena suatu sebab Pak Raden meninggal dunia di usia 60 tahun.

Berikut adalah perbandingan bila Pak Raden mengalokasikan dana tabungannya dengan mengikuti Tapro Allisya dan jalur investasi yang memiliki tingkat return yang sama.

Ilustrasi P Raden 40thn 500rb 2

Ilustrasi P Raden 40thn 500rb

Investasi P Raden 1

Tabel berikut adalah perbandingannya.

Tabel P Raden 60thn

Terlihat bahwa uang yang ditinggalkan Pak Raden untuk keluarganya saat meninggal lebih besar bila uang ditempatkan pada Tapro Allisya. Selain juga pada dasarnya Pak Raden bila tertimpa musibah meninggal di usia 40 tahun dan setelah polis asuransinya berjalan, keluarga Pak Raden akan menerima uang pertanggungan sebesar ratusan juta dengan nilai premi yang masih minim. Sementara bila uang Pak Raden ditempatkan di investasi jumlahnya masih belum seberapa pada saat itu.

Berdasarkan hal ini, untuk tujuan perlindungan terhadap nilai ekonomi keluarga Pak Raden, Tapro Allisya lebih berdaya guna. Uang premi Pak Raden bahkan pada saat awal pun sudah bertransformasi menjadi nilai uang pertanggungan yang nilainya jauh berlipat – lipat. Polis asuransi jiwa Pak Raden memiliki daya angkat yang tinggi dalam waktu yang singkat, merubah nilai premi yang relatif kecil menjadi nilai pertanggungan yang berlipat ganda, langsung setelah polis tersebut berlaku.

Asuransi jiwa merupakan cara terbaik mempersiapkan tabungan warisan. Di Allianz, Anda dapat mempersiapkan dana warisan dengan asuransi jiwa Allianz, mulai dari premi setara 5000 rupiah per hari.

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

logo-allianz-surabaya

HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com