Arsip Tag: rejeki yang halal

Asuransi Jiwa Syariah: Cara Menafkahi Keluarga dalam Jangka Panjang

Memberikan nafkah kepada istri, anak, dan orang tua setelah kita meninggal dunia ? Bisa !!! Ikut asuransi jiwa syariah, insyaallah berkah

nafkah-sedekahBismillahirrahmanirrahim. Suami adalah kepala keluarga, dan karenanya mempunyai kewajiban menafkahi istri dan anak – anaknya. Suami juga merupakan seorang anak dari kedua orang tuanya, dan bila kedua orang tuanya tidak lagi mempunyai kecukupan rejeki, orang tua juga merupakan tanggungan dari anak – anaknya.

Beberapa dalil yang menjelaskan hal di atas adalah sebagai berikut.

Surat An-Nisaa’ ayat 34 yang artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka

Surat Al-Baqarah ayat 233 yang artinya: Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf, Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya

Surat Al-Baqarah ayat 228 yang artinya: Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya dengan cara yang ma’ruf.

Surat Al-Israa’ ayat 23-24 yang artinya: Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.

Surat Al Ahqaf ayat 15 yang artinya: Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri
Lanjutkan membaca Asuransi Jiwa Syariah: Cara Menafkahi Keluarga dalam Jangka Panjang