Arsip Tag: perencanaan keuangan

Bekal Untuk Perjalanan Terlama Anda

Perjalanan Hidup Anda bersama keluarga sifatnya one way, tidak bisa batal, dan waktu tempuhnya puluhan tahun.  

ALLIANZ, sangat memahami hal ini.

Liburan merupakan suatu aktifitas yang sangat menyenangkan, apalagi bila berlibur bersama dengan seluruh anggota keluarga. Liburan adalah waktu yang baik untuk melepas penat di sela kesibukan dan menjadi cara yang bagus pula untuk lebih dekat lagi dengan keluarga.

Saat berlibur, tubuh akan kembali segar dan pikiran bisa terbebas dari rutinitas sehari – hari, lepas dari kejenuhan. Saat liburan keluarga, anak – anak juga dapat lebih melihat sisi positif dari orang tua mereka, karena pada saat liburan, sikap orang tua cenderung lebih menyenangkan. Lanjutkan membaca Bekal Untuk Perjalanan Terlama Anda

Memahami Masalah dan Resiko Kehidupan

Masalah dan resiko tidaklah sama karena memiliki perbedaan sifat
Great Risk
Great Risk

Kita bisa melakukan perencanaan untuk penyelesaian masalah kehidupan. Kita bisa melakukan persiapan diri untuk resiko – resiko kehidupan yang bisa terjadi.

Masalah cenderung merupakan hal – hal yang kita tahu dengan pasti, kita bahkan mungkin tahu kapan masalah ini akan muncul, misal naiknya harga sembako di bulan puasa, tingginya kompetisi dalam masuk suatu sekolah favorit, semakin mahalnya biaya pengobatan atau pendidikan, naiknya harga tiket kereta api atau pesawat terbang di musim liburan, dan sebagainya.

Resiko adalah peristiwa yang mungkin terjadi, dan kita mungkin tidak dapat mengatakan kapan terjadinya. Contoh, di jalan raya sepeda motor memiliki resiko kecelakaan yang lebih tinggi daripada mobil. Ini bukan berarti naik sepeda motor akan celaka, dan naik mobil akan selalu aman saja, keduanya tetap memiliki resiko mengalami kecelakaan, belum pasti.

motor-di-lintasan-ka Lanjutkan membaca Memahami Masalah dan Resiko Kehidupan

Hati – Hati, Uang Tabungan Anda Tidaklah Aman

Dahulu, kita belanja dengan uang tunai, dan kita tidak mungkin belanja melebihi jumlah uang tunai yang kita bawa. Sekarang ?

bank

Secara garis besar, cuma ada dua saja tujuan besar alasan kita menabung. Pertama, menabung untuk suatu tujuan yang direncakan di masa depan. Kedua, menabung untuk bersiap terhadap hal yang tidak terduga yang bisa terjadi di masa depan. Bila seandainya kita menabung secara “iseng – iseng” pun, dalam arti sekedar menabung karena ada kelebihan uang belanja, dalam sisi tujuan, tetap akan terbagi menjadi dua alasan besar tadi.

Kita sudah terbiasa dengan menabung di bank, baik untuk tujuan yang sudah terencana, atau pun untuk keperluan dana darurat. Hal ini karena sudah menjadi kebiasaan yang ditanamkan secara tidak sadar sejak dari masa kecil, baik di lingkungan sekolah atau keluarga. Bank memang memiliki sejumlah kelebihan dalam hal menabung, beberapa di antaranya adalah aman, mudah, dan efisien.

Aman, karena kita sudah mengubah cara penyimpanan uang dari bentuk fisik, menjadi bentuk non fisik namun tidak kalah likuid. Dengan menyetorkan sejumlah uang ke bank, bank akan mencatat transaksi tersebut dimana pencatatan ini sekaligus berlaku sebagai bentuk pengakuan bank akan adanya simpanan uang kita. Tanggung jawab penyimpanan uang juga berpindah ke bank.

Mudah dan efisien, terlebih dengan adanya fasilitas kartu atm, sms banking dan internet banking. Penyetoran, penarikan tunai, atau berbagai transaksi lain bisa dilakukan 24 jam. Bila kita melakukan transaksi pembelian barang atau jasa dalam jumlah lumayan besar, kita bisa melakukan transaksi tersebut secara non tunai dan tidak perlu membawa uang dalam bentuk fisik. Hal ini dipandang sebagai hal yang aman, mudah, dan efisien.

Bila menabung dilakukan untuk suatu tujuan, uang simpanan ini tidaklah aman selama tabungan kita jumlahnya bisa dikurangi oleh sebab di luar tujuan tersebut. Kita bisa percaya keamanan bank secara fisik 100%, dalam hal uang kita tidak akan berkurang oleh sebab semacam pencurian, perampokan atau kebakaran, karena uang kita dicatat di sistem keuangan yang dimiliki oleh bank.

Namun bagaimana dengan sebab yang lain ? Lanjutkan membaca Hati – Hati, Uang Tabungan Anda Tidaklah Aman

Cara Menjadi Kaya : Beli Polis Asuransi Jiwa

“Konsep asuransi jiwa sekaligus mengikuti 2 aturan sederhana tentang menjadi kaya: menambah aset dan mengurangi liabilitas.

Judul artikel ini dibuat bukan karena saya seorang agen asuransi dan sedang berusaha mengada – ada dengan mengkaitkan kekayaan dengan asuransi, tapi memang demikian lah adanya. Jauh sebelum menjadi agen di Allianz, saya sudah sadar dan melek asuransi, saya sudah punya 2 polis asuransi jiwa yang salah satunya mengcover juga sakit kritis, dan saat bergabung dengan Allianz saya menambah satu lagi polis asuransi jiwa. Jadi judul tulisan ini obyektif dan fair.

Mengapa punya polis asuransi bisa membuat kita kaya ?

Jawabannya sederhana, karena asuransi adalah suatu aset.

Saat sekolah dulu sampai dengan kuliah di awal – awal semester, saya belajar matematika level tinggi seperti trigonometri, kalkulus, aljabar, statisitik dan geometri. Sampai pada beberapa tahun setelah lulus kuliah dan bekerja, apa yang lebih banyak saya gunakan ternyata sekedar ilmu aritmatika, semua hal tentang ditambah, kurang, kali dan bagi. Cabang matematika ini adalah yang lazim digunakan dalam keseharian hidup, bahkan oleh orang yang tidak suka matematika sekalipun. Sederhana, tapi ini dasar dari semua cabang ilmu matematika yang lain.

Konsep tentang kekayaan juga sesederhana menambah, mengurang, mengali dan membagi. Terutama sekali kata menambah dan mengurangi, yang diaplikasikan pada dua istilah yang menyangkut tentang kekayaan: aset dan liabilitas.Aset Kaya

Aset adalah semua yang menghasilkan/menambah uang ke kantong kita, sedangkan liabilitas adalah segala sesuatu yang mengeluarkan/mengurangi uang dari kantong kita. Tambahlah aset, dan kurangilah liabilitas, maka kas pribadi akan naik. Semakin banyak aset yang dimiliki dan liabilitas dikendalikan, adalah kunci menjadi kaya.

Aset dan liabilitas bisa menjadi relatif. Mari ambil contoh mobil dan rumah.

Mobil adalah aset, jika mobilnya dipakai untuk bisnis. Misalkan mobilnya disewakan di bisnis travel sehingga mobil tersebut menghasilkan uang untuk si pemiliknya. Di sisi lain, mobil akan jadi liabilitas (beban) kalau mobil tersebut tidak dipakai dan terpakir di garasi. Biaya perawatan, biaya bensin, pajak, semuanya akan menjadi beban yang mengeluarkan uang dari kantong kita.

Ketika sebuah rumah disewakan maka rumah menjadi aset. Sebab rumah yang disewakan akan mengalirkan uang ke kantong kita. Lain halnya kalau rumah itu kita tempati sendiri, rumah tersebut membutuhkan biaya (biaya air, listrik, pajak, dan sebagainya). Dalam kondisi tersebut, rumah menjadi liabilitas.

Jadi konsep menjadi kaya adalah sangat sederhana: menghasilkan banyak tetapi sedikit mengeluarkan. Semakin banyak yang kita hasilkan plus semakin sedikit yang kita keluarkan maka pertambahan kekayaan kita akan makin besar. Semakin besar pertambahan kekayaan maka sudah tentu semakin kaya pula kita.

Orang – orang kaya, kebanyakan berfokus pada pemAsetbentukan aset daripada bekerja keras dengan jalan lembur atau pun menambah pekerjaan. Mereka lazimnya memiliki satu atau beberapa dari jenis aset yang menghasilkan, seperti bisnis yang terus tumbuh, properti yang menghasilkan uang sewa, dan royalti atas hak cipta yang mereka miliki. Mereka, orang – orang kaya, berfokus pada pembentukan aset…semua kerja yang mereka lakukan bermuara pada terciptanya aset baru. Kalau apa yang kita kerjakan sehari – hari hanya menghasilkan gaji saja dan tidak mengarah ke pembentukan aset, maka bisa dibilang ini bukan pilihan yang tepat untuk menjadi kaya. Karena orang kaya, berfokus pada aset. Kita boleh menjadi orang yang hidup dari gajian, tapi ubahlah gaji kita menjadi aset.

Konsep asuransi jiwa sekaligus mengikuti 2 aturan sederhana tentang menjadi kaya: menambah aset dan mengurangi liabilitas.

Saat kita membeli polis asuransi jiwa, kita membentuk dana darurat dengan cara yang sangat efisien dan sangat cepat, yang berarti aset kita bertambah. Hanya dengan membayar premi ratusan ribu per bulan, bisa mendapatkan nilai pertanggungan milyaran (efisien) dalam waktu beberapa minggu saja (cepat). Cara lain apa yang bisa seperti ini ?

Dengan memiliki polis asuransi jiwa, saat musibah terjadi, maka kita tidak perlu menebus ongkos dari musibah tersebut dari aset kita yang lain, cukup dari aset kita yang bernama asuransi. Jika tidak mempunyai asuransi jiwa, mungkin aset yang sudah ada cukup untuk mengatasi ongkos dari musibah, tapi ini akan mengorbankan kerja keras kita selama bertahun – tahun dalam membentuk aset tersebut. Orang yang berniat kaya tanpa memiliki asuransi jiwa ibarat membentuk tumpukan batu bata menjadi dinding, untuk kemudian dinding ini bisa roboh dengan mudah oleh suatu musibah.

Asuransi adalah sebuah aset, yang melindungi kekayaan kita.

Seperti halnya contoh rumah dan mobil di atas, asuransi bisa mempunyai unsur liabilitas. Ini terjadi bila kita membeli polis asuransi dengan cara yang salah. Bisa jadi karena tujuan asuransi yang salah, atau membeli produk yang sebenarnya tidak kita butuhkan….dan disinilah peran penting agen seperti saya.

Sudahkah Anda memiliki polis asuransi jiwa ?

Apakah polis asuransi jiwa yang sedang anda miliki sudah tepat untuk menjadi aset ?

Ingat, orang kaya berfokus pada aset, dan asuransi jiwa adalah aset.

Hanya perlu ratusan ribu saja untuk membentuk aset asuransi Anda….hubungi saya untuk informasi yang lebih detail ( 085 777 999 526)

Asuransi jiwa merupakan cara terbaik mempersiapkan tabungan warisan. Di Allianz, Anda dapat mempersiapkan dana warisan dengan asuransi jiwa Allianz, mulai dari premi setara 5000 rupiah per hari.

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

logo-allianz-surabaya

HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com