Arsip Tag: Pengecualian Asuransi

Apakah HIV/AIDS Ditanggung Asuransi ?

HIV/AIDS sudah tak asing lagi ditelinga kita sebagai penyakit yang sangat serius, dan belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkannya. Bagaimana jika seorang nasabah asuransi terkena HIV/AIDS, akankan asuransi menanggungnya?

apakah-risiko-hivaids-ditanggung-asuransi-1

Hingga saat ini, obat yang benar-benar bisa menyembuhkan virus HIV/AIDS belum ditemukan. Lebih memprihatinkan lagi, berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2015, kasus HIV/AIDS cenderung meningkat setiap tahunnya.

Penyebab orang terkena HIV/AIDS di antaranya karena gaya hidup seksual yang tidak sehat dan tidak aman, tertular akibat penggunaan jarum suntik yang tidak steril, dan penularan dari ibu kepada bayinya saat kehamilan. Lalu, apakah HIV/AIDS bisa masuk dalam cakupan manfaat asuransi meski belum ada obat yang bisa membuat pengidapnya sembuh total? Lanjutkan membaca Apakah HIV/AIDS Ditanggung Asuransi ?

Iklan

Pengecualian Dalam Asuransi yang Harus Diperhatikan

Dalam dunia asuransi tidak semua risiko bisa dicakup dalam perlindungan. Perhatikan berbagai pengecualian dengan seksama. Seperti apa contohnya?

pengecualian-dalam-asuransi-1

Dalam dunia asuransi tidak semua risiko bisa ditanggung, atau bahasa lainnya adalah pengecualian asuransi. Misalnya dalam asuransi kesehatan, tertanggung yang mengidap HIV/AIDS bisa masuk dalam pengecualian. Namun, dalam kondisi tertentu, perusahaan asuransi bisa mempertimbangkan ulang apakah klaim disetujui atau tidak.

Di asuransi jiwa, beberapa penyebab kematian memungkinkan untuk masuk dalam pengecualian klaim asuransi. Sebagai contoh, tertanggung meninggal karena turut serta dalam tindak kejahatan atau bunuh diri. Sementara di asuransi properti kecerobohan penghuni yang menyebabkan kerusakan rumah bisa jadi masuk dalam pengecualian.

Meski begitu, perusahaan asuransi masih bisa memberikan pertimbangan untuk menyetujui kondisi dalam pengecualian, apabila pemiliki polis bersedia membayar ekstra premi untuk risiko tersebut. Misalnya tertanggung berprofesi sebagai pilot, tentara, atau gemar melakukan olah raga ekstrim seperti  naik gunung, bertinju, terjun payung, calon nasabah memiliki sakit kritis sebelum mendaftar asuransi, dan lain sebagainya. Maka perusahaan asuransi bisa membebankan biaya premi lebih untuk menyeimbangkan hazard moral tertanggung. Dalam keterangan polis asuransi selalu dicantumkan pengecualian apa saja yang berlaku untuk polis tersebut. Selalu cermati polis asuransi yang kita terima untuk kemudahan klaim di kemudian hari.

Sumber