Arsip Tag: fikih sosial

Tulisan (alm) KH Sahal Mahfudh tentang Kajian Fiqih

….me-mauquf-kan (tidak menjawab) persoalan hukum, hukumnya tidak boleh bagi ulama (fuqaha)…

kyai-sahal-pencil

(alm) KH Sahal Mahfudh adalah Ketua MUI tahun 2000-2014, dan pada saat yang sama juga menjabat sebagai Rais Aam PBNU. Beliau merupakan Ketua MUI pada saat fatwa halal asuransi syariah dikeluarkan. (alm) KH Sahal Mahfudh wafat pada dini hari, hari Jum’at, tanggal 24 Januari 2014.

Tulisan ini dimuat untuk mengenang dan mengenal pemikiran – pemikiran Kyai Sahal tentang fiqih. Tulisan ini dimuat untuk dibaca oleh siapa pun dan apa pun “aliran” Anda tentang asuransi syariah: entah Anda adalah agennya, Anda adalah pengamat, Anda masih menentang, Anda ragu – ragu, Anda sudah punya polis asuransi syariah tetapi masih merasa “bersalah”, atau Anda mantap yakin tentang kehalalan asuransi syariah.

Di dalam tulisan ini, Anda bisa memahami latar belakang fikih tentang fatwa halal asuransi syariah….sebenarnya tidak hanya sekedar menyentuh asuransi syariah itu sendiri, namun segala permasalahan sosial yang karena adanya perubahan situasi sosial, politik, dan kebudayaan, memerlukan kajian fikih yang lebih dalam lagi.

Harapan saya, semua pembaca setelah membaca tulisan Beliau dapat mengambil hikmah untuk kebaikan masing – masing dan keluarganya.

Tulisan ini bersumber dari tulisan (alm) KH Sahal Mahfudh sendiri pada tanggal 29 April 2003 dan 30 April 2003 yang saya dapatkan dari website NU, yang digabung di tulisan berikut ini tanpa perubahan isi sama sekali.

Selamat membaca dan semoga barokah. Lanjutkan membaca Tulisan (alm) KH Sahal Mahfudh tentang Kajian Fiqih

Sosok Penanda tangan Fatwa Asuransi Syariah: (alm) KH Sahal Mahfudh

“asuransi syariah telah mendapatkan fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)”

allianz syariahSampai saat ini banyak pendapat yang mempertanyakan kehalalan asuransi syariah, dari berbagai sudut pandang dengan dalilnya. Saya memahami ada beberapa hal dalam asuransi konvensional yang membuatnya berat untuk bisa dikatakan halal, namun untuk cara – cara yang diterapkan dalam asuransi syariah, saya meyakini bahwa asuransi syariah adalah halal.

Dalam asuransi syariah, saya meyakini, tidak ada prinsip dasar agama yang dilanggar, tidak ada pihak yang dirugikan, tidak ada unsur penipuan di dalamnya, lebih (sangat) besar manfaatnya daripada mudharatnya, dan terutama sekali, asuransi syariah telah mendapatkan fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Tidak ada kesempurnaan di dunia ini….mungkin asuransi syariah yang ada perlu peningkatan, namun apa yang ada sekarang sudah dapat dipertanggungjawabkan kehalalannya. Kajian tentang kehalalan asuransi syariah dapat ditemui disini https://proteksikeluargasyariah.com/2015/09/20/37/

Tulisan kali ini akan mengangkat biografi sosok Ketua MUI pada saat fatwa halal asuransi syariah dikeluarkan, (alm) KH Sahal Mahfudh.  Beliau adalah Ketua MUI tahun 2000-2014, dan pada saat yang sama juga menjabat sebagai Rais Aam PBNU. Dari tulisan – tulisan yang saya baca tentang Beliau, saya meyakini Beliau mempunyai keilmuan yang mumpuni dan seorang ulama yang memegang teguh prinsip – prinsip Islam yang lurus, menjadikan citra tentang dirinya semakin dihormati oleh umat Islam di luar simpatisan NU. Karenanya saya percaya fatwa tentang halalnya asuransi syariah telah mengalami kajian yang mendalam dan seksama. Lanjutkan membaca Sosok Penanda tangan Fatwa Asuransi Syariah: (alm) KH Sahal Mahfudh