Arsip Tag: CI100

Sel Punca, Terapi Yang Menjanjikan

Oleh M Zaid Wahyudi

KOMPAS.com

Sel punca adalah terapi baru dalam dunia medis. Meski masih dalam tahap penelitian dan belum jadi layanan standar, hasilnya cukup menggembirakan. Keberhasilan itu membuat para ahli yakin terapi sel punca akan jadi tren masa depan, menggantikan terapi konvensional dengan obat atau suntik.

Musa Asy’arie (64), Guru Besar Filsafat Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, telah merasakan manfaat terapi sel punca. Sejak menderita diabetes melitus 10 tahun lalu, kadar gula darahnya selalu di atas normal. Berbagai pengobatan dilakukan, termasuk ke sebuah rumah sakit di Singapura. Namun, gula darahnya tetap tinggi.

Atas saran teman, ia mencoba terapi sel punca di RSUD dr Soetomo Surabaya, enam bulan lalu. Setelah tiga kali penyuntikan sel punca yang diambil dari sumsum tulang belakang, fungsi pankreasnya naik dari 30 persen jadi hampir 100 persen. Kadar gula darahnya turun mendekati normal. Jumlah dan dosis obat yang diminum pun berkurang.

“Sekarang diabetes tak menakutkan lagi. Selain tubuh lebih ringan, saya bisa melakukan berbagai aktivitas yang berguna bagi orang lain,” ujarnya. Lanjutkan membaca Sel Punca, Terapi Yang Menjanjikan

Profesor Musa Bangkit Dari Sakit Diabetes Dengan Terapi Stemcell

“….stem cell: pengobatan untuk penyakit – penyakit berat…”

Di bagian bawah tulisan ini adalah petikan berita yang agak lama, dari bulan Oktober 2015, sebuah cerita tentang sakit yang pernah diderita oleh Profesor Musa Asy’arie, saat ini Beliau adalah guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada mata kuliah ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Beliau pernah juga menjabat sebagai rektor UIN Sunan Kalijaga, pada periode 2010 – 2014.

Selain sebagai seorang pendidik, Profesor Musa juga berpengalaman sebagai birokrat, pengusaha dan juga corporate manager. Pernah juga menjadi anggota lembaga sensor film. Pada tanggal 28 Desember 2016, 3 hari sebelum ulang tahun ke 65 Profesor Musa, diluncurkan sebuah buku untuk kado ulang tahun yang sangat bermakna.

cover-buku-prof-musa

Buku ini adalah sumbangan tulisan dari 16 penulis yang merupakan orang dekat atau sahabat – sahabat  Profesor Musa. Masing – masing penulis menulis tentang Profesor Musa secara spontan, unik, jujur, dan apa adanya.

Kembali lagi ke cerita sakit. Diceritakan di tulisan berita itu, Profesor Musa bisa pulih dari sakitnya dengan terapi stem cell di Surabaya. Beliau diilhami oleh Profesor Mahfud MD, yang juga berobat di Surabaya dengan stem cell.  Sakitnya bukan sakit biasa, dan merupakan sakit yang cenderung menimbulkan komplikasi dan  bisa membunuh penderitanya pelan – pelan lewat komplikasi itu, yaitu diabetes. Lanjutkan membaca Profesor Musa Bangkit Dari Sakit Diabetes Dengan Terapi Stemcell

JCI: Standard Emas dalam Pelayanan Kesehatan secara Global

Secara umum akreditasi merupakan hal yang sangat penting karena 3 hal: mengetahui apakah suatu institusi telah mencapai atau telah melebihi suatu batas minimum dari standart kualitas, memberikan petunjuk kepada user atau konsumen tentang kualitas suatu institusi, dan akreditasi merupakan suatu cara penentuan apakah suatu perpindahan nilai dapat dilakukan.

Maksud dari point terakhir contohnya, misal terdapat 2 pabrik dalam satu manajemen dimana pabrik pertama memiliki grade C, sementara pabrik kedua memiliki grade yang lebih tinggi. Bila seorang pegawai dipromosikan dan dipindah tugas dari pabrik pertama ke pabrik kedua, maka manajemen bisa mengetahui training apa saja yang diperlukan oleh pegawai itu supaya bisa mengikuti dan menyesuaikan ritme kerja pabrik kedua dengan cepat dan optimal.

Rumah sakit di Indonesia selayaknya minimal memiliki akreditasi yang dikeluarkan oleh KARS – Komisi Akreditasi Rumah Sakit Indonesia. KARS adalah badan yang dibentuk oleh Departemen Kesehatan RI untuk menyusun standar akreditasi, melakukan proses akreditasi dan memberikan sertifikat akreditasi kepada rumah sakit-rumah sakit yang telah memenuhi persyaratan standar akreditasi yang disusun oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (KARS).

Akreditasi rumah sakit adalah suatu pengakuan yang diberikan oleh pemerintah kepada rumah sakit karena telah memenuhi standar yang telah dilakukan. Tujuan dari akreditasi rumah sakit ini adalah agar kualitas diintegrasikan dan dibudayakan ke dalam sistem pelayanan rumah sakit.

Bagi rumah sakit dan semua pihak yang terlibat di dalamnya, akreditasi tidak semata pekerjaan administratif belaka. Sederhananya begini, misal saya bekerja bekerja di rumah sakit, saya tidak ingin tertular penyakit pasien dan sebaliknya, rumah sakit gagal melakukan tugasnya bila seorang pasien justru kondisinya memburuk karena terinfeksi penyakit lain di rumah sakit itu….jangan sampai pasien sakit ingin sembuh, malah sakitnya tertambah oleh infeksi di rumah sakit itu. Lanjutkan membaca JCI: Standard Emas dalam Pelayanan Kesehatan secara Global