Arsip Tag: Asuransi Kesehatan

Mengukur Nilai Jasa

Meski tidak ada perang, membubarkan tentara tentu bukan keputusan yang layak
Service Crossword Concept
Service Crossword Concept

Bisakah ? Bagaimana ?

Itu adalah serangkaian pertanyaan yang akan saya ajukan bila ada sumber yang menyatakan bisa mengukur nilai jasa.

Berbeda dengan nilai barang yang bisa ditakar dengan nilai produksi plus nilai distribusi plus nilai keuntungan, nilai jasa menurut hemat saya lebih bernilai abstrak. Bila pada keseharian kita memberikan sejumlah uang kepada penyedia jasa yang kita gunakan, itu lebih pada nilai pengganti jasanya, bukan pada nilai jasa itu sendiri.

Beberapa jenis pelayanan jasa yang ada di kehidupan sehari – hari, belumlah termasuk pada core atau inti jasa itu sendiri, yaitu keabstrakannya. Jasa angkutan contohnya, karena nilainya sendiri masih bisa ditakar misal dengan: harga sewa mobil sekian menit saat digunakan + harga bbm + standar jasa driver sekian menit saat mengemudi. Lanjutkan membaca Mengukur Nilai Jasa

Pembayaran Klaim Angioplasty oleh Allianz

Tulisan ini merupakan kisah nyata, gambaran bahwa asuransi adalah sahabat Anda, sedia mendampingi di saat sulit

“Pekerjaan seorang agen asuransi adalah memberikan anda UANG pada saat yang paling diperlukan , dimana pada saat itu TIDAK ADA SEORANG PUN YANG MENGAMBIL TANGGUNG JAWAB dan TIDAK ADA ORANG YANG MAMPU MEMBANTU”.

Kata-kata itu terbukti sudah…. setelah kemarin Staff Administrasi kantor mengabarkan Klaim nasabah saya disetujui oleh Allianz. Lanjutkan membaca Pembayaran Klaim Angioplasty oleh Allianz

Nasabah Allianz berbicara – Layanan Prima

Video wawancara nasabah Allianz tentang pengalaman mereka terhadap layanan yang diberikan Allianz selama masa aktif polisnya.

1 Yang Terpenting : Selamatkan Jiwa dari Resiko – Resiko Kehidupan

Sosok Penanda tangan Fatwa Asuransi Syariah: (alm) KH Sahal Mahfudh

“asuransi syariah telah mendapatkan fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)”

allianz syariahSampai saat ini banyak pendapat yang mempertanyakan kehalalan asuransi syariah, dari berbagai sudut pandang dengan dalilnya. Saya memahami ada beberapa hal dalam asuransi konvensional yang membuatnya berat untuk bisa dikatakan halal, namun untuk cara – cara yang diterapkan dalam asuransi syariah, saya meyakini bahwa asuransi syariah adalah halal.

Dalam asuransi syariah, saya meyakini, tidak ada prinsip dasar agama yang dilanggar, tidak ada pihak yang dirugikan, tidak ada unsur penipuan di dalamnya, lebih (sangat) besar manfaatnya daripada mudharatnya, dan terutama sekali, asuransi syariah telah mendapatkan fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Tidak ada kesempurnaan di dunia ini….mungkin asuransi syariah yang ada perlu peningkatan, namun apa yang ada sekarang sudah dapat dipertanggungjawabkan kehalalannya. Kajian tentang kehalalan asuransi syariah dapat ditemui disini https://proteksikeluargasyariah.com/2015/09/20/37/

Tulisan kali ini akan mengangkat biografi sosok Ketua MUI pada saat fatwa halal asuransi syariah dikeluarkan, (alm) KH Sahal Mahfudh.  Beliau adalah Ketua MUI tahun 2000-2014, dan pada saat yang sama juga menjabat sebagai Rais Aam PBNU. Dari tulisan – tulisan yang saya baca tentang Beliau, saya meyakini Beliau mempunyai keilmuan yang mumpuni dan seorang ulama yang memegang teguh prinsip – prinsip Islam yang lurus, menjadikan citra tentang dirinya semakin dihormati oleh umat Islam di luar simpatisan NU. Karenanya saya percaya fatwa tentang halalnya asuransi syariah telah mengalami kajian yang mendalam dan seksama. Lanjutkan membaca Sosok Penanda tangan Fatwa Asuransi Syariah: (alm) KH Sahal Mahfudh

Cancer costs SE Asia socially, economically

http://www.thejakartapost.com/news/2015/08/21/cancer-costs-se-asia-socially-economically.html

KLIK untuk versi Indonesia

The rising prevalence of cancer will become an overwhelming burden on society and healthcare systems across Southeast Asia if immediate action is not taken, a new study by the George Institute for Global Health shows.

Released in Indonesia on Thursday, the results of the study conducted in Indonesia, Vietnam, Malaysia, Thailand, Myanmar, the Philippines, Cambodia and Laos suggested that aging populations and the rising cancer burden were leading to a risk of cancer becoming an epidemic that could devastate the region.

The ASEAN Costs in Oncology (ACTION) study, which was conducted between 2012 and 2014, examined the cost of cancer treatment for 9,513 patients in the eight countries. It aimed at assessing the impact of cancer on household economic wellbeing, patient survival and quality of life.

It revealed that of the 9,513 cancer patients, after 12 months, 48 percent experienced financial catastrophe and 29 percent had passed away. Financial catastrophe is defined as having to spend 30 percent or more of household income on out-of-pocket expenses for cancer treatment.

Additionally, 44 percent of the patients who survived experienced economic hardship as a consequence of their cancer, of which a majority ended up using their life savings.

Lanjutkan membaca Cancer costs SE Asia socially, economically

Kartu Cashless Asuransi Kesehatan Saya

“Di balik kemudahan kartu cashless (tanpa uang) asuransi kesehatan ini, terdapat proses verifikasi yang agak memakan waktu dan prosesnya tidak secepat kartu kredit.”

cashlessSaya memiliki asuransi kesehatan yang disediakan oleh perusahaan migas tempat saya bekerja saat ini, yang bentuk dan sifatnya seperti kartu kredit. Tiap kali berobat, saya cukup menunjukkan ktp dan menyerahkan kartu ini kepada rumah sakit untuk digesek, dan saat selesai berobat kartu akan dikembalikan dan saya menandatangani lembar tagihannya. Simpel dan praktis.

Seperti saya ceritakan di SINI, awal – awal bekerja saya jarang menggunakan kartu ini, namun saat sudah berkeluarga, saya sering menggunakannya, terutama untuk istri dan anak – anak. Dua tahun lalu, pemakaian rawat jalan keluarga saya over limit, tahun lalu untuk rawat jalan, tinggal 3% lagi untuk over limit, dan tahun ini sepertinya saya bakal sering juga menggunakannya sebab ternyata kedua anak kembar saya masih memiliki banyak pr imunisasi yang harus dikejar.

Alhamdulillah, untuk rawat inap saya tidak pernah membayar dan over limit. Mungkin untuk beberapa hal kecil yang dianggap provider asuransi adalah “accessories” rawat inap yang saya harus membayar sendiri, dan ini jumlahnya sangat kecil sekali dibandingkan biaya rawat inap yang di-cover oleh provider asuransi. “Accessories” ini misalnya pampers dan vitamin.

Di balik kemudahan kartu cashless (tanpa uang) asuransi kesehatan ini, terdapat proses verifikasi yang agak memakan waktu dan prosesnya tidak secepat kartu kredit. Menurut saya, waktu ini meski ada, tidaklah lama, sekitar 10-20 menit. Pada kartu kredit, penjamin, entah itu Visa atau Mastercard, hanya melihat limit cukup atau tidak. Terkadang, Bank penerbit kartu kredit sangat teliti dan menelepon langsung, atau memblok sementara kartu kredit bila Bank penerbit mencurigai suatu atau beberapa transaksi yang tidak lazim. Lanjutkan membaca Kartu Cashless Asuransi Kesehatan Saya

Allisya Care

“asuransi kesehatan murni yang berdiri sendiri, bukan rider unitlink, tanpa investasi, dan dilengkapi dengan fasilitas kartu cashless di jaringan RS AdMedika.”

Allianz Syariah 3Untuk menjawab kebutuhan akan asuransi kesehatan yang berdasarkan prinsip syariah, Allianz Life Indonesia menyediakan program asuransi kesehatan perorangan syariah bagi anda dan keluarga, yaitu Allisya Care. Allisya Care merupakan asuransi kesehatan murni yang berdiri sendiri, bukan rider unitlink, tanpa investasi, dan dilengkapi dengan fasilitas kartu cashless di jaringan RS AdMedika

Manfaat dasar dari Allisya Care adalah rawat inap, yang terdiri dari 8 plan yang disesuaikan dengan harga kamar rawat inap di rumah sakit. Di samping kamar rawat inap, terdapat juga plafond untuk kamar ICU, kunjungan dokter/spesialis, biaya pembedahan, dan lain sebagainya. Selain manfaat dasar, terdapat manfaat tambahan berupa rawat jalan dan santunan harian.

Kecuali penyakit khusus selama 12 bulan, tidak terdapat masa tunggu perawatan, manfaat dapat langsung dipakai begitu polis disetujui. Usia masuk tertanggung 15 hari sampai 60 tahun, dengan maksimal usia proteksi 70 tahun. Frekuensi pembayaran premi adalah tahunan, dengan masa kepesertaan dapat diperpanjang tiap tahun. Bila dalam suatu kejadian rawat inap telah menggunakan asuransi kesehatan yang dimiliki yang lain, maka Allisya Care hanya mengcover kekurangannya jika ada.

Tabel Manfaat dan Premi Allisya Care

Daftar RS jaringan AdMedika

SmartMed Premier Allianz, adalah asuransi kesehatan Allianz yang mengcover semua biaya rawat inap sampai dengan 6 milyar per tahun, asuransi kesehatan terbaik dari Allianz

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

logo-allianz-surabaya

HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com