Arsip Tag: Anugrah Asuransi

Hazard Fisik dan Hazard Mental Dalam Asuransi

Dalam menentukan apakah pengajuan polis asuransi seseorang itu disetujui atau tidak, perusahaan asuransi juga mempertimbangkan hazard fisik dan hazard mental. Apakah itu?

hazard1

Saat kita melakukan pengajuan asuransi, perusahaan asuransi akan mempelajari riwayat hidup kita terlebih dahulu untuk menentukan besar kecilnya premi, ataupun diterima atau tidaknya permohonan kita. Salah satu yang diperhitungkan adalah menyangkut hazard fisik dan hazardmoral.

Lanjutkan membaca Hazard Fisik dan Hazard Mental Dalam Asuransi

Mengapa Saya Jadi Agen Asuransi Jiwa Allianz

“…saya sudah memiliki pekerjaan yang sangat baik, kenapa saya masih mau repot di hari – hari libur mengurusi kegiatan di asuransi ?”

life-insurance-quote-1

Alhamdulillah, saya telah diberikan pekerjaan yang sangat baik langsung setelah lulus bangku kuliah di tahun 2002. Sejak itu saya adalah engineer maintenance, yang tugasnya melakukan pemeliharaan peralatan elektronik dan elektro mekanis yang dipakai untuk melakukan pengambilan data formasi tanah dan sumur dalam industri minyak dan gas.

Melalui pekerjaan ini, saya bisa banyak bepergian baik secara domestik atau internasional, dan mendapatkan kesejahteraan yang baik.

Saya pernah bekerja di beberapa daerah penghasil migas Indonesia di area operasi Sumatra, Jawa dan Kalimantan Timur…pernah dikirim 3x ke Amerika dan sekali ke Inggris, plus transit – transitnya di Tokyo, Hongkong, dan Dubai. Termasuk juga perjalanan pribadi ke Malaysia, Singapura, dan ke tanah suci Mekah-Madinah, alhamdulillah atas segala rejeki yang dialirkan ke saya dan keluarga melalui pekerjaan ini.

AnugrahStory Lanjutkan membaca Mengapa Saya Jadi Agen Asuransi Jiwa Allianz

Informasi Kontak

anugrah-wahyudi

Anugrah Wahyudi [Business Executive]
AAJI Lisensi 14422597
0852 22 218 218 (Telepon/SMS)
085 777 999 526 (Telepon/SMS/WA/Telegram/Line)
anugrah.allisya@gmail.com (Email)
Surabaya & Sidoarjo, Jawa Timur
Tujuan asuransi jiwa adalah untuk menjaga nilai ekonomi keluarga tetap ada saat pencari nafkah utama terkena musibah

MTGW asuransi

Memahami Asuransi Seperti Memahami Mobil

“Apakah pemasangan fitur – fitur keselamatan dan keamanan mobil adalah sia – sia dan sifatnya untung – untungan ?”

Banyak yang memiliki pendapat bahwa asuransi itu mahal, lebih sering percumanya, dan sifatnya untung – untungan. Ini berujung pada pengabaian dan penolakan terhadap asuransi.

Tentang mahal, hm, saya percaya pendapat ini sedikit benarnya bila dilihat dari memang asuransi memerlukan biaya. Kalo memang memerlukan biaya, kenapa kok unsur benarnya cuman sedikit ? Ini disebabkan kata mahal atau tidak mahal itu hal yang bersifat relatif.

Contoh, bila saya menganggap handphone itu sebagai alat komunikasi konvensional, saya cukup puas dengan fitur telepon dan sms, maka membeli sebuah smartphone yang memiliki banyak fitur selain telepon dan sms adalah sebuah kemahalan.

Namun bila saya menggunakan sebagian besar dari fitur – fitur itu, bahwa saya merasa hidup dan pekerjaan saya terbantu banyak dengan cukup memiliki sebuah smartphone di tangan, mungkin harga sebuah smartphone premium di kisaran belasan juta menjadi tidak terasa mahal.

Angka belasan juta ini bertransformasi dari kata “harga yang mahal” menjadi “harga yang sesuai”. Lanjutkan membaca Memahami Asuransi Seperti Memahami Mobil

Kenalan Pertama : “Dibayari” Kantor

“sehat wal afiat itu harus disyukuri, karena merupakan rejeki yang luar biasa, tak ternilai, dan sangat mahal tebusannya”

Asuransi-KesehatanAwal perkenalan saya dengan asuransi adalah dengan tidak sengaja, prosesnya berjenjang, dan saya juga tidak serta merta langsung merasakan manfaatnya. Sebagai seorang karyawan, saya diikutkan jaminan asuransi kesehatan oleh perusahaan dari awal masuk kerja.

Ini program perusahaan, dan bukan merupakan pilihan. Meski sejak dahulu saya melihat di slip pembayaran gaji tidak pernah terdapat potongan untuk program asuransi ini, saya tetap meyakini bahwa ada sebagian dari nilai kerja saya yg dirupakan dalam bentuk pelayanan jaminan kesehatan ini. Saya tidak tahu berapa, tapi pasti ada. Lanjutkan membaca Kenalan Pertama : “Dibayari” Kantor