Arsip Kategori: Sakit Kritis

Riset Tentang Biaya Berobat Kanker di 7 Negara

…harga obat kanker justru paling tidak terjangkau di India dan Cina…

asco_logo

Studi tentang harga obat kanker di tujuh negara dengan tanpa memperhitungkan diskon atau bantuan keringanan biaya, tahun lalu telah dipresentasikan dalam forum tahunan American Society of Clinical Oncology di kota Chicago.

Penelitian berfokus di negara Amerika Serikat, Israel, Austalia, Cina, Afrika Selatan, Inggris, dan India. Sebagian data penelitian itu diambil dari data yang diambil dari website milik Pemerintah masing – masing. Para peneliti menghitung dosis bulanan untuk 15 macam obat generik dan 8 macam obat kanker ber-merek yang digunakan secara luas di berbagai jenis dan stadium kanker.

Amerika membayar harga tertinggi di dunia untuk obat kanker, sementara harga obat kanker paling rendah ditemukan di India dan Afrika Selatan. Harga bulanan rata-rata untuk obat bermerek berkisar dari $ 1.515 di India, dan $ 8694 di Amerika Serikat. Untuk obat generik, harga rata-rata yang tertinggi di Amerika Serikat, pada $ 654, dan terendah di Afrika Selatan, $ 120, dan India, $ 159. Lanjutkan membaca Riset Tentang Biaya Berobat Kanker di 7 Negara

Gara-gara Diabetes, Indonesia Rugi Rp800 Triliun

Di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan bahwa pada 2010 terdapat 6,9 juta orang penderita diabetes melitus. Diperkirakan jumlah penderita diabetes melitus akan mencapai 11,9 juta orang pada 2030 atau meningkat 72,46 persen dibandingkan 2010.

diabetes

Bisnis.com, JAKARTA – Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia memperkirakan kerugian ekonomi yang harus ditanggung Indonesia selama 2006 hingga 2015 akibat penyakit diabetes melitus mencapai Rp800 triliun.

Menurut siaran pers dari PKEKK yang diterima di Jakarta, Selasa (22/11/2016), kerugian tersebut mencakup biaya pengobatan, kerugian ekonomi karena penderita kehilangan penghasilan selama sakit atau karena meninggal dunia pada usia sebelum rata-rata usia harapan hidup.

Tanpa upaya pencegahan dan pengendalian penyakit diabetes melitus agar penderita tidak mengalami komplikasi berat, kerugian ekonomi akan semakin tinggi.

Data Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menunjukkan bahwa klaim berobat untuk penyakit-penyakit yang berhubungan dengan komplikasi diabetes melitus mencapai 30 persen dari seluruh klaim, atau diperkirakan dari Rp20 Triliun pada 2016. Lanjutkan membaca Gara-gara Diabetes, Indonesia Rugi Rp800 Triliun

Sel Punca, Terapi Yang Menjanjikan

Oleh M Zaid Wahyudi

KOMPAS.com

Sel punca adalah terapi baru dalam dunia medis. Meski masih dalam tahap penelitian dan belum jadi layanan standar, hasilnya cukup menggembirakan. Keberhasilan itu membuat para ahli yakin terapi sel punca akan jadi tren masa depan, menggantikan terapi konvensional dengan obat atau suntik.

Musa Asy’arie (64), Guru Besar Filsafat Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, telah merasakan manfaat terapi sel punca. Sejak menderita diabetes melitus 10 tahun lalu, kadar gula darahnya selalu di atas normal. Berbagai pengobatan dilakukan, termasuk ke sebuah rumah sakit di Singapura. Namun, gula darahnya tetap tinggi.

Atas saran teman, ia mencoba terapi sel punca di RSUD dr Soetomo Surabaya, enam bulan lalu. Setelah tiga kali penyuntikan sel punca yang diambil dari sumsum tulang belakang, fungsi pankreasnya naik dari 30 persen jadi hampir 100 persen. Kadar gula darahnya turun mendekati normal. Jumlah dan dosis obat yang diminum pun berkurang.

“Sekarang diabetes tak menakutkan lagi. Selain tubuh lebih ringan, saya bisa melakukan berbagai aktivitas yang berguna bagi orang lain,” ujarnya. Lanjutkan membaca Sel Punca, Terapi Yang Menjanjikan

Profesor Musa Bangkit Dari Sakit Diabetes

“….stem cell: pengobatan untuk penyakit – penyakit berat…”

Di bagian bawah tulisan ini adalah petikan berita yang agak lama, dari bulan Oktober 2015, sebuah cerita tentang sakit yang pernah diderita oleh Profesor Musa Asy’arie, saat ini Beliau adalah guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada mata kuliah ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Beliau pernah juga menjabat sebagai rektor UIN Sunan Kalijaga, pada periode 2010 – 2014.

Selain sebagai seorang pendidik, Profesor Musa juga berpengalaman sebagai birokrat, pengusaha dan juga corporate manager. Pernah juga menjadi anggota lembaga sensor film. Pada tanggal 28 Desember 2016, 3 hari sebelum ulang tahun ke 65 Profesor Musa, diluncurkan sebuah buku untuk kado ulang tahun yang sangat bermakna.

cover-buku-prof-musa

Buku ini adalah sumbangan tulisan dari 16 penulis yang merupakan orang dekat atau sahabat – sahabat  Profesor Musa. Masing – masing penulis menulis tentang Profesor Musa secara spontan, unik, jujur, dan apa adanya.

Kembali lagi ke cerita sakit. Diceritakan di tulisan berita itu, Profesor Musa bisa pulih dari sakitnya dengan terapi stem cell di Surabaya. Beliau diilhami oleh Profesor Mahfud MD, yang juga berobat di Surabaya dengan stem cell.  Sakitnya bukan sakit biasa, dan merupakan sakit yang cenderung menimbulkan komplikasi dan  bisa membunuh penderitanya pelan – pelan lewat komplikasi itu, yaitu diabetes. Lanjutkan membaca Profesor Musa Bangkit Dari Sakit Diabetes

Tiga Penyakit Kritis dengan Biaya Pengobatan Tinggi

Dalam laporan organisasi kesehatan dunia (WHO), di tahun 2020 tiga perempat kematian di negara berkembang disebabkan oleh penyakit kritis. Dari beberapa penyakit kritis, ada tiga yang memiliki presentase cukup tinggi. Yaitu penyakit jantung dengan 70 persen, stroke dengan 75 persen, dan diabetes dengan 70 persen.

Selain berisiko tinggi terhadap kematian, penyakit kritis juga memiliki biaya pengobatan yang tinggi. Hasil survei Global Medical Trend yang diadakan oleh Willis Tower Watson, sebuah perusahaan konsultan internasional pada April 2016, menyatakan adanya kenaikkan tarif medis dunia sekitar 8 persen dan akan terus berkembang.

laparoscopy

Berikut biaya pengobatan yang harus dikeluarkan pasien dan keluarganya akibat tiga penyakit di atas menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI: Lanjutkan membaca Tiga Penyakit Kritis dengan Biaya Pengobatan Tinggi

85 Persen Pasien Kanker dan Keluarga Bangkrut

“Kanker hanyalah salah satu contoh penyakit kritis. Lindungilah keluarga kita dengan asuransi penyakit kritis”

Pasien-Kanker-Bangkrut

Kanker hanyalah salah satu contoh penyakit kritis. Lindungilah keluarga kita dengan asuransi penyakit kritis, salah satu upaya mudah, cepat dan praktis dalam mengantisipasi akibat penyakit kritis.

Manfaatkanlah program CI100 Allianz untuk kebutuhan asuransi penyakit kritis Anda, yang mengcover 100 kondisi penyakit kritis sejak dari tahap awal.

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.
logo-allianz-surabaya
HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com

https://proteksikeluargasyariah.com/2015/12/25/punya-asuransi-kesehatan-terbaik-pun-masih-perlu-asuransi-penyakit-kritis/

https://proteksikeluargasyariah.com/2015/12/25/rider-penyakit-kritis-allianz-ci100-terbaik-untuk-anda/

Tinjauan Biaya – Biaya Kanker secara Sosial dan Ekonomi

http://www.thejakartapost.com/news/2015/08/21/cancer-costs-se-asia-socially-economically.html

“Terungkap data dari 9513 pasien kanker, setelah 12 bulan, 48 persen mengalami masalah keuangan serius dan 29 persen meninggal dunia”

cancer smallSebuah tinjauan ilmiah yang baru saja dirilis oleh George Institute for Global Health menunjukkan adanya peningkatan persebaran penyakit kanker yang akan menjadi beban luar biasa bagi masyarakat dan sistem kesehatan di  negara – negara Asia Tenggara.

Dirilis di Indonesia pada hari Kamis, hasil penelitian yang dilakukan di Indonesia, Vietnam, Malaysia, Thailand, Myanmar, Filipina, Kamboja dan Laos ini mengindikasikan bahwa penuaan populasi dan beban penyakit kanker yang meningkat sedang mengarah kepada resiko penyakit kanker menjadi epidemi yang bisa menghancurkan wilayah tersebut.

Riset dari ACTION ( The ASEAN Costs in Oncology ), yang dilakukan pada tahun 2012 – 2014, mempelajari biaya pengobatan kanker untuk 9513 pasien di delapan negara. Ini bertujuan untuk menilai dampak kanker pada kesejahteraan ekonomi rumah tangga, kelangsungan hidup pasien dan kualitas hidup.

Terungkap data dari 9513 pasien kanker, setelah 12 bulan, 48 persen mengalami masalah keuangan serius dan 29 persen meninggal dunia. Masalah keuangan serius didefinisikan sebagai keharusan menghabiskan 30 persen atau lebih dari pendapatan keluarga untuk hal – hal di luar perencanaan keuangan keluarga, dalam hal ini untuk biaya pengobatan kanker.

Selain itu, 44 persen pasien yang bertahan dari penyakit kanker mengalami kesulitan ekonomi sebagai akibat dari kanker mereka, yang secara mayoritas akhirnya terpaksa menggunakan tabungan hidup mereka.

Lanjutkan membaca Tinjauan Biaya – Biaya Kanker secara Sosial dan Ekonomi