Arsip Kategori: Polis Asuransi

Putus atau Reinstatement Saja ?

Kalau polis kita lapse apa yang harus kita lakukan? Apakah kita hentikan saja polis asuransi kita, atau kita bisa lakukan reinstatement atau pemulihan polis asuransi?

welcome-backSalah satu yang perlu diperhatikan ketika kita memiliki polis asuransi adalah kapan jatuh tempo pembayaran premi. Karena apabila kita lupa atau terlewat membayar premi asuransi kita, polis asuransi dapat lapse atau tidak aktif kembali. Dengan status lapse maka perlindungan pun akan berhenti.

Tentu tidak mau dong, kalau polis asuransi kita lapse?

Namun, apabila terjadi hal seperti itu, apa yang harus kita lakukan? Apakah kita hentikan saja polis asuransi kita, atau kita bisa lakukan reinstatement atau pemulihan polis asuransi? Lanjutkan membaca Putus atau Reinstatement Saja ?

Bagaimana Memulihkan Polis Yang Sudah Lapse

Jika memiliki polis asuransi jiwa, cara untuk tetap membuat polis aktif adalah dengan memastikan pembayaran premi kita lancar tanpa hambatan. Namun bagaimana jika karena kondisi tertentu pembayaran premi kita menghadapi kendala yang mengakibatkan polis lapse (tidak aktif).

Akibatnya, jika terkena resiko saat polis lapse, maka kita tidak bisa mendapatkan manfaat asuransi.

Lalu bagaimana jika kita mengalami polis lapse, dan ingin melakukan reinstatement (pemulihan) polis ? Caranya sangat mudah, simak tahapan berikut ini ya. Lanjutkan membaca Bagaimana Memulihkan Polis Yang Sudah Lapse

Pengecualian Dalam Asuransi yang Harus Diperhatikan

Dalam dunia asuransi tidak semua risiko bisa dicakup dalam perlindungan. Perhatikan berbagai pengecualian dengan seksama. Seperti apa contohnya?

pengecualian-dalam-asuransi-1

Dalam dunia asuransi tidak semua risiko bisa ditanggung, atau bahasa lainnya adalah pengecualian asuransi. Misalnya dalam asuransi kesehatan, tertanggung yang mengidap HIV/AIDS bisa masuk dalam pengecualian. Namun, dalam kondisi tertentu, perusahaan asuransi bisa mempertimbangkan ulang apakah klaim disetujui atau tidak.

Di asuransi jiwa, beberapa penyebab kematian memungkinkan untuk masuk dalam pengecualian klaim asuransi. Sebagai contoh, tertanggung meninggal karena turut serta dalam tindak kejahatan atau bunuh diri. Sementara di asuransi properti kecerobohan penghuni yang menyebabkan kerusakan rumah bisa jadi masuk dalam pengecualian.

Meski begitu, perusahaan asuransi masih bisa memberikan pertimbangan untuk menyetujui kondisi dalam pengecualian, apabila pemiliki polis bersedia membayar ekstra premi untuk risiko tersebut. Misalnya tertanggung berprofesi sebagai pilot, tentara, atau gemar melakukan olah raga ekstrim seperti  naik gunung, bertinju, terjun payung, calon nasabah memiliki sakit kritis sebelum mendaftar asuransi, dan lain sebagainya. Maka perusahaan asuransi bisa membebankan biaya premi lebih untuk menyeimbangkan hazard moral tertanggung. Dalam keterangan polis asuransi selalu dicantumkan pengecualian apa saja yang berlaku untuk polis tersebut. Selalu cermati polis asuransi yang kita terima untuk kemudahan klaim di kemudian hari.

Sumber

Hazard Fisik dan Hazard Mental Dalam Asuransi

Dalam menentukan apakah pengajuan polis asuransi seseorang itu disetujui atau tidak, perusahaan asuransi juga mempertimbangkan hazard fisik dan hazard mental. Apakah itu?

hazard1

Saat kita melakukan pengajuan asuransi, perusahaan asuransi akan mempelajari riwayat hidup kita terlebih dahulu untuk menentukan besar kecilnya premi, ataupun diterima atau tidaknya permohonan kita. Salah satu yang diperhitungkan adalah menyangkut hazard fisik dan hazardmoral.

Lanjutkan membaca Hazard Fisik dan Hazard Mental Dalam Asuransi

TIPS: Cara Aman dan Nyaman Membayar Premi Asuransi

Agar polis asuransi selalu aktif, pastikan kita tepat waktu dalam membayar premi, dan melakukan pembayaran dengan cara yang benar. Selain itu, ada satu hal yang wajib dihindari jika ingin uang premi diterima dengan baik oleh perusahaan asuransi. Apa itu?

Untuk menghindari resiko, jangan pernah melakukan pembayaran melalui agen asuransi Anda.

cara-aman-dan-nyaman-membayar-premi-asuransi-1