Mengenal Proses Underwriting Dalam Dunia Asuransi

Salah satu tujuan Underwriting adalah agar calon tertanggung mendapatkan beban premi yang sesuai dengan resiko yang dimiliki. Sehingga, tercipta keadilan dalam pembebanan premi. 

Dalam dunia asuransi, seringkali muncul istilah Underwriting. Memang tak semua orang familiar dengan istilah ini. Namun, sederhananya underwriting adalah proses identifikasi dan seleksi resiko. Saat mengajukan asuransi, calon tertanggung akan terlebih dahulu melalui proses underwriting sebelum akhirnya mereka dibebankan premi dengan jumlah tertentu.

Underwriting adalah proses dimana perusahaan asuransi jiwa memutuskan apakah akan menerbitkan polis yang diajukan oleh calon nasabah atau tidak, dimana perusahaan juga akan memutuskan syarat dan kondisi apa yang diberlakukan serta berapa besar tingkat premi yang akan dikenakan.

Pihak yang mengerjakan proses Underwriting ini disebut juga dengan Underwriter. Selama proses underwriting, hal yang pertama kali dilakukan adalah indentifikasi resiko terhadap calon tertanggung oleh Underwriter.

Terdapat tiga jenis Underwriter, yaitu Underwriter Pertama, Financial Underwriter, dan Medical Underwriter.

Underwriter pertama adalah sang Agen Asuransi Jiwa. Tugas seorang agen bukan hanya menjual polis, namun juga sebagai Underwriter Pertama. Bisa saja seorang Agen Asuransi Jiwa merupakan penentu resiko pertama dan sekaligus terakhir dari seorang calon tertanggung asuransi. Berdasarkan observasi tingkat kesehatan dan moral hazard (niat yang kurang baik), seorang Agen Asuransi Jiwa bisa memutuskan untuk tidak melanjutkan permohonan calon nasabah ke tahap selanjutnya.

Financial Underwriter merupakan orang yang memberikan rekomendasi program yang cocok untuk kebutuhan dan kemampuan keuangan calon nasabah.

Sedangkan Medical Underwriter adalah orang yang memberi rekomendasi layak tidaknya seseorang mengikuti program asuransi jiwa atas dasar kondisi kesehatan calon tertanggung.

Pada dasarnya tugas para Underwriter tersebut adalah melakukan evaluasi dan identifikasi resiko dari calon tertanggung dan calon nasabah dari faktor kesehatan, pekerjaan, gaya hidup, hobi, lokasi tempat tinggal, dan juga moral hazard (niat yang kurang baik).

Setelah identifikasi resiko selesai dilakukan, barulah underwriter bisa mengelompokan calon tertanggung ke dalam kategori resiko yang sesuai.

Ada empat kategori resiko dalam asuransi, yaitu: declined risk (ditolak), substandard risk (diterima dengan pemenuhan syarat tertentu), standard risk (diterima)dan preferred risk (diterima).

Semakin tinggi resiko (substandard risk ), semakin besar pula premi yang dibebankan kepada calon tertanggung. Bahkan untuk resiko yang paling tinggi (declined risk), perusahan Asuransi tidak dapat menerima resiko tersebut. Sementara, calon tertanggung dengan resiko terendah (preferred risk) akan mendapat premi yang relatif lebih murah, namun pada prakteknya biasanya premi disamakan dengan yang standard risk.

Anti Seleksi atau Seleksi Terbalik

Seseorang yang memiliki resiko yang lebih besar, memiliki kecenderungan untuk mengajukan asuransi dibandingkan dengan orang yang memiliki resiko yang standard. Dalam dunia asuransi, ini dikenal dengan istilah Anti Seleksi atau Adverse Selection

Proses underwriting, harus bisa mengenali adanya Anti Seleksi ini. Sebab bila Anti Seleksi tidak terdeteksi dengan cermat, maka perusahaan asuransi dapat mengalami kerugian karena klaim yang tidak terkontrol. Akibatnya perusahaan asuransi akan menaikkan tingkat premi.

Hal ini dapat merusak pasar asuransi karena tingkat premi tidak merefleksikan tingkat resiko yang sesungguhnya.

Meski underwriting seringkali dianggap menyulitkan calon tertanggung, namun tindakan ini dilakukan demi tercapainya banyak tujuan. Salah satunya adalah agar calon tertanggung mendapatkan beban premi yang sesuai dengan resiko yang dimiliki. Sehingga, tercipta keadilan dalam pembebanan premi.

Proses Underwriting merupakan proses yang dilalui oleh semua calon nasabah asuransi jiwa. Kesehatan yang masih prima, merupakan modal dasar yang sangat kuat untuk lulus dalam seleksi proses Underwriting. Penurunan kondisi kesehatan yang telah terjadi bisa membuat seseorang dikategorikan memiliki tingkat resiko yang tinggi.

Oleh karenanya, bila Bapak dan Ibu masih dalam kondisi sehat, maka itu adalah justru waktu terbaik untuk menjadi peserta Asuransi Jiwa, karena Bapak dan Ibu akan mendapatkan premi yang termurah sekaligus dengan manfaat asuransi jiwa yang terbaik.

Saya, Agen Asuransi Jiwa Allianz Surabaya, siap membantu Bapak dan Ibu mempersiapkan kebutuhan asuransi jiwa di area Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan sekitarnya.

Asuransi jiwa merupakan cara terbaik mempersiapkan tabungan warisan. Di Allianz, Anda dapat mempersiapkan dana warisan dengan asuransi jiwa Allianz, mulai dari premi setara 5000 rupiah per hari.

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

HP/SMS/WA/Telegram/Line : 085777999526
Email : anugrah.allisya@gmail.com

 

Sumber: Jurnal Allianz & CD Materi  Ujian AAJI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s