Riset Tentang Biaya Berobat Kanker di 7 Negara

…harga obat kanker justru paling tidak terjangkau di India dan Cina…

asco_logo

Studi tentang harga obat kanker di tujuh negara dengan tanpa memperhitungkan diskon atau bantuan keringanan biaya, tahun lalu telah dipresentasikan dalam forum tahunan American Society of Clinical Oncology di kota Chicago.

Penelitian berfokus di negara Amerika Serikat, Israel, Austalia, Cina, Afrika Selatan, Inggris, dan India. Sebagian data penelitian itu diambil dari data yang diambil dari website milik Pemerintah masing – masing. Para peneliti menghitung dosis bulanan untuk 15 macam obat generik dan 8 macam obat kanker ber-merek yang digunakan secara luas di berbagai jenis dan stadium kanker.

Amerika membayar harga tertinggi di dunia untuk obat kanker, sementara harga obat kanker paling rendah ditemukan di India dan Afrika Selatan. Harga bulanan rata-rata untuk obat bermerek berkisar dari $ 1.515 di India, dan $ 8694 di Amerika Serikat. Untuk obat generik, harga rata-rata yang tertinggi di Amerika Serikat, pada $ 654, dan terendah di Afrika Selatan, $ 120, dan India, $ 159.

Harga obat kanker di Amerika masihlah terjangkau karena pendapatan per kapitanya tinggi. Sedang setelah memperhitungkan prosentase tingkat ekonomi dan biaya hidup warganya, harga obat kanker justru paling tidak terjangkau di India dan Cina.

Dalam hal keterjangkauan obat, ternyata Australia merupakan negara yang warganya paling mampu. Untuk obat kanker generik, harganya sekitar 3 persen dari kemampuan membeli perkapitanya. Sementara obat paten sekitar 71 persen.

Bandingkan dengan China, di mana harga obat generik 48 persen dan obat paten 288 persen dari pendapatan yang disesuaikan dengan biaya hidup.

Di India, biaya obat generik adalah 33 persen dari ukuran itu, sementara obat yang dipatenkan adalah 313 persen.

Di Amerika Serikat, obat generik yang ditemukan akan dijual dengan harga 14 persen dari kekayaan disesuaikan dengan biaya hidup, dan obat-obatan kanker dipatenkan adalah 192 persen dari ukuran yang sama.

uangkesehatanAtas tingginya biaya pengobatan kanker, banyak pihak menuntut agar harga obat dapat disesuaikan lagi. Namun industri farmasi menyatakan bahwa mereka harus menghasilkan keuntungan untuk mendanai biaya riset yang sangat mahal.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, jumlah penderita kanker bisa meningkat 300 persen di seluruh dunia tahun 2030. Sekitar 70 persen dari jumlah tersebut berada di negara berkembang seperti Indonesia.

Belanja di seluruh dunia pada obat-obatan kanker akan melebihi $ 150 miliar pada tahun 2020, didorong oleh munculnya terapi baru yang mahal yang membantu sistem kekebalan tubuh untuk menyerang tumor, menurut perkiraan awal tahun ini dari IMS Health Holdings.

Sumber

Manfaatkanlah program CI100 Allianz untuk kebutuhan asuransi penyakit kritis Anda, yang mengcover 100 kondisi penyakit kritis sejak dari tahap awal.

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.
logo-allianz-surabaya
HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s