Penyesalan Karena Tidak Melakukan Lebih Menyakitkan

Rasa sakit tentang  penyesalan terhadap hal – hal yang tidak dilakukan lebih bertahan dalam waktu yang lama (Profesor Neal J Roese dan Profesor Mike Morrison, USA)

regrets

Rasa penyesalan adalah hal yang wajar bila terjadi pada diri kita, karena menyesal itu manusiawi. Menyesal itu terjadi karena tidak selamanya kita selalu mempunyai kontrol terhadap apa yang terjadi dalam hidup kita.

Dalam penyesalan itu ada dua pilihan yang ada.

Pertama, menyiksa diri dengan semakin tenggelam dalam lautan penyesalan. Atau pilihan yang jauh lebih baik, menyadari bahwa segala sesuatu yang telah terjadi adalah yang terbaik buat kita, meskipun itu adalah kejadian yang tidak menyenangkan.

Ada hal utama lagi yang bisa kita lakukan secara positif untuk mengurangi rasa penyesalan di masa depan, yaitu selalu melakukan usaha terbaik yang bisa dilakukan sesuai dengan kemampuan. Dengan begitu, bila di masa depan terjadi hal yang tidak diinginkan, rasa penyesalan itu sudah sangat berkurang karena pilihan yang terbaik telah dilakukan.

Rasa penyesalan itu terbagi menjadi dua besar, kita menyesal terhadap hal sudah pernah kita lakukan, atau kita menyesal atas hal yang tidak kita lakukan. Dan kecenderungannya, rasa penyesalan terhadap sesuatu yang tidak dilakukan akan lebih dalam daripada penyesalan terhadap sesuatu yang pernah dilakukan.

Mengapa orang lebih menyesal terhadap sesuatu yang tidak dilakukan dibandingkan dengan sesuatu yang pernah dilakukan ?

Sebab dalam pikiran, rasa penyesalan terhadap sesuatu yang tidak dilakukan bersifat lebih tertutup untuk penyelesaiannya. Hidup adalah pilihan, saat kita melewatkan kesempatan yang telah terjadi di masa lalu padahal kita bisa mengambil kesempatan itu, maka pikiran kita akan cenderung untuk terus berjalan dengan kata – kata….sendainya…semisalnya…andai saja…bila saja…dan semacamnya, tanpa titik akhir.

Memilih tidak melakukan sesuatu di masa lalu menyangkut pilihan terbuka yang tidak terjadi, karenanya menjadi banyak sekali kemungkinan – kemungkinan kejadian yang bisa dipikirkan, padahal hal – hal yang dipikirkan menyangkut kejadian yang tidak terjadi ini pasti tidak bisa dilakukan, karena waktunya sudah di masa lalu. Ibaratnya seperti berjalan tanpa tujuan di kegelapan.

Lain halnya dengan pilihan untuk melakukan sesuatu, meskipun mungkin ada yang disesali, tapi sifatnya lebih konstruktif dari pilihan yang sebaliknya. Dari penyesalan terhadap sesuatu yang sudah dilakukan, bisa diambil pelajaran, mengapa menyesal, apa kekurangan langkah yang sudah diambil dan apa langkah yang bisa dilakukan untuk perbaikan di masa depan.

Jadi penyesalan terhadap sesuatu yang sudah terjadi adalah bagian dari feedback untuk perbaikan di masa depan. Sementara penyesalan terhadap sesuatu yang tidak dilakukan di masa lalu, tidak ada feedback terarah yang bisa diambil, karena semua yang terjadi di masa lalu itu masih berupa kemugkinan – kemungkinan yang sangat luas…yang disebabkan tidak adanya sebuah action yang harus dipelajari.

Bronnie Ware adalah seorang perempuan Australia, mantan perawat paliatif pribadi yang mempunyai spesialisasi merawat orang – orang yang terkena penyakit terminal. Pasien dengan penyakit terminal adalah pasien dengan sakit yang sudah divonis oleh dokter kemungkinan besar meninggal dunia tidak lama lagi.

Bronnie Ware telah bekerja selama bertahun – tahun sebagai perawat pribadi, merawat pasien – pasien di masa – masa terakhir hidup mereka dalam rentang 3 – 12 minggu. Dalam waktu itu dia terbiasa mendengarkan curhat dari orang – orang yang menurut perkiraan dokter akan meninggal dalam waktu tidak lama lagi ini.

Kebanyakan dari curhat itu cukup tidak terduga karena kesederhaan keluhan mereka, seperti ingin tetap kontak dengan teman – teman mereka, dan menjalani hidup sebagai diri mereka sendiri.Itu adalah hal – hal sederhana yang tidak mereka lakukan selama sehat, dan menjadi penyesalan ketika akan meninggal dunia.

Bronnie Ware menemukan bahwa kebanyakan laki – laki yang akan meninggal dunia menyesal mengapa mereka dulunya melewatkan waktu bersama keluarga dan memilih untuk bekerja keras, sementara sebagian besar laki – laki lainnya menyesal mengapa mereka tidak selalu menyatakan kehendak dan sikapnya.

ware_book

Menurut catatan Bronnie Ware, ada 5 penyesalan yang umum dia temui saat menghapai orang – orang yang akan meninggal dunia:

  1. Mereka berharap memiliki keberanian untuk menjalani hidup seperti yang diinginkan dirinya sendiri, bukan menjalani hidup yang seperti diharapkan oleh orang lain
  2. Mereka berharap seandainya mereka tidak bekerja terlalu keras
  3. Mereka berharap memiliki keberanian untuk menyatakan sikap dan kehendak
  4. Mereka berharap tetap dapat berhubungan dengan teman – teman mereka
  5. Mereka berharap dulu membiarkan diri mereka sendiri lebih bahagia

Dari 5 penyesalan di atas, hanya 1 saja penyesalan yang terkait dengan sesuatu yang sudah dilakukan, dan 4 lainnya berkenaan dengan sesuatu yang dulunya dipilih untuk tidak dilakukan.

Penelitian yang dilakukan oleh Profesor Neal J Roese dan Profesor Mike Morrison di Amerika Serikat menunjukkan hal yang sama. Data diperoleh dari survey telepon terhadap 207 wanita dan 163 pria di seluruh negara bagian yang dipilih dengan metode random yang standart. Responden diminta untuk menjelaskan dengan detail, satu kejadian yang menimbulkan penyesalan yang mendalam. Sebagai tambahan responden juga dimintai data tentang usia, jenis kelamin, pendidikan, dan status pernikahan.

Berdasarkan analisa data para responden, kedua peneliti tersebut mendapati bahwa penyesalan terhadap hal – hal yang telah dilakukan awalnya terasa menyakitkan, namun rasa sakit tentang  penyesalan terhadap hal – hal yang tidak dilakukan lebih bertahan dalam waktu yang lama.

Nah, bila Anda memiliki kesempatan untuk tidak menyesal, terutama sekali hal ini menyangkut masa depan keluarga Anda, akankah Anda memilih untuk tidak mengambil kesempatan ini ?

Dalam kehidupan sehari – hari ini, Anda dan keluarga sedang berhadapan dengan resiko – resiko kehidupan yang tidak diketahui kapan berubahnya menjadi bencana, mereka itu adalah grup RSCM : Rawat inap – Sakit kritis – Cacat tetap – Meninggal dunia.

Mungkin saat membaca tulisan ini, Anda sedang sehat bugar, namun tidak ada yang mengetahui kondisi masa depan. Meninggal dunia, adalah sebuah kepastian, dengan waktu kejadian yang belum diketahui. Rawat inap, sakit kritis dan cacat tetap adalah sebuah kemungkinan, yang bila terjadi, dampaknya sangat besar pada keluarga Anda bila tidak mempunyai persiapan.

Dapatkah Anda mengabaikan RSCM ? (Rawat inap – Sakit kritis – Cacat tetap – Meninggal dunia)

Pada dasarnya ya dapat – dapat saja…ini kehidupan keluarga Anda sendiri. Namun sebagai manusia, apalagi kepala keluarga, mengupayakan jalan yang terbaik bagi keluarga kita adalah suatu hal yang harus dilakukan. Mengabaikan resiko kehidupan sama dengan berpura – pura bahwa resiko itu ada, padahal resiko itu selalu ada.

Manakah jalan yang lebih baik: mengabaikan resiko, atau bersiap menghadapi akibat dari resiko ?

Saat Anda masih sehat dan Anda mempunyai pilihan untuk mempersiapkan kehidupan keluarga Anda dengan lebih baik, maukah Anda mengambil pilihan itu ?

Saat Anda masih mempunyai kuasa dan uang dan Anda mempunyai pilihan untuk mempersiapkan kehidupan keluarga Anda dengan lebih baik, maukah Anda mengambil pilihan itu ?

Saya agen asuransi jiwa Allianz, siap membantu Anda tidak menyesal di masa depan. Asuransi jiwa Allianz merupakan solusi yang murah dan cepat, sehingga efisien dan efektif dalam persiapan Anda menghadapi resiko – resiko kehidupan.

Tabel ini adalah contoh dana warisan yang dapat Anda siapkan untuk keluarga Anda.

Tabel UP TL

Jadi jangan melakukan penundaan lagi, hindari penyesalan di masa depan, dan manfaatkan kesehatan Anda untuk mendapatkan premi termurah dari asuransi jiwa Allianz.

Manfaatkanlah program CI100 Allianz untuk kebutuhan asuransi penyakit kritis Anda, yang mengcover 100 kondisi penyakit kritis sejak dari tahap awal.

Asuransi jiwa merupakan cara terbaik mempersiapkan tabungan warisan. Di Allianz, Anda dapat mempersiapkan dana warisan dengan asuransi jiwa Allianz, mulai dari premi setara 5000 rupiah per hari.

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.
logo-allianz-surabaya
HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s