Biaya: NO ; Investasi: YES

…tidak selalu harga yang mahal adalah suatu pemborosan, bisa jadi, kita membayar lebih mahal di awal, untuk mendapatkan sejumlah manfaat lebih di kemudian hari…

investing-warrenb

Investasi atau biaya tidak memiliki perbedaan bila dilihat dari keharusan mengeluarkan sejumah uang. Keduanya sama – sama menghabiskan sejumlah uang. Namun bila kita melihat dari sudut lain, kata investasi dan biaya memiliki perbedaan.

Biaya, menurut kamus besar Bahasa Indonesia online, berarti uang yang dikeluarkan untuk mengadakan (mendirikan, melakukan, dan sebagainya) sesuatu; ongkos; belanja; pengeluaran.

Sedangkan investasi, menurut kamus besar Bahasa Indonesia online, berarti penanaman modal uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

Menurut definisi di atas, sepertinya kata investasi merupakan hal yang selalu berurusan dengan proyek atau bisnis, dan marilah kita terapkan urusan proyek atau bisnis ini dalam kehidupan pribadi kita. Kita tentu mempunyai tujuan – tujuan pribadi, kata investasi untuk tujuan memperolah keuntungan ini dapat kita kaitkan dengan tujuan – tujuan pribadi ini.

Bahwa memperolah keuntungan, sama halnya dengan tercapainya tujuan – tujuan pribadi kita dengan sukses dan tepat waktu.

Dari definisi saja, kata biaya dan investasi berbeda, dimana pada kata investasi, pengeluaran yang dilakukan memiliki tujuan yang jelas, yaitu untuk memperolah keuntungan, atau dapat tercapainya tujuan – tujuan pribadi dengan sukses dan tepat waktu.

Salah satu teman saya pernah bercerita, dia sempat untuk sekian waktu berlangganan koran dari 3 harian yang berbeda, 2 harian pagi dan 1 harian sore. Sebagai seorang pebisnis yang haus informasi, dengan berlangganan koran dari 3 tempat yang berbeda, dia berharap tidak akan ketinggalan berita dan informasi yang mempengaruhi atau bermanfaat bagi bisnisnya.

Pada awalnya, pengeluaran untuk berlangganan koran dari 3 tempat yang berbeda ini merupakan sebuah investasi, karena bertujuan untuk pemenuhan informasi bisnis. Namun kemudian karena kesibukannya, dari 3 koran langganan tersebut, ternyata teman saya itu hanya sempat membaca 1 koran saja rata – rata tiap hari. Koran – koran lainnya, sampai di tempat sampah bahkan masih dalam kondisi terlipat rapi.

Jadi, dari 3 koran langganan tersebut, hanya biaya langganan dari 1 koran saja yang merupakan suatu investasi, sementara uang langganan untuk 2 koran lainnya bukan merupakan investasi, tapi sekedar biaya langganan saja.

cost-reduction

Pada akhirnya teman saya ini hanya berlangganan 1 koran saja, karena secara naluri seorang pebisnis, dia terbiasa untuk melakukan investasi, dan cenderung untuk menghilangkan biaya. Dia sadar, koran – koran itu harusnya dibaca, dan tidak layak sampai di tempat sampah masih dalam kondisi terlipat rapi.

Teman saya yang lain, adalah seorang profesional teknik yang sudah berada di posisi manajerial. Dia memiliki 3 mobil, satu mobil untuk keperluan kerja, satu mobil dipakai oleh istrinya untuk urusan rumah tangga dan sekolah anak – anaknya, dan satu mobil lagi adalah mpv yang digunakan oleh keluarganya saat acara di akhir pekan dan liburan.

Hm, ya…teman saya ini termasuk orang yang banyak uang, ini dapat diukur dari ukuran garasi rumahnya…, tapi meski uangnya sudah banyak, dia tetaplah orang yang masih ingin membedakan antara biaya, dan investasi.

Beberapa tahun yang lalu, teman saya ini bercerita, dia punya 3 mobil, karena memang butuh semuanya untuk aktifitas kerja dan keluarganya, sama sekali tidak ada tujuan untuk berlebihan. Dan setelah bertemu lagi beberapa waktu lalu, dia bercerita saat ini kerjaannya semakin sibuk, dan harus berangkat pagi – pagi sekali, supaya saat weekend dia benar – benar bisa merasakan suasana akhir pekan, dan sehari – harinya, daripada pulang lebih malam, dia lebih senang berangkat pagi – pagi untuk menyelesaikan load pekejaannya.

Dia juga bercerita, dari 3 mobilnya dulu, dia sudah menjual 2 mobil di antaranya. Dia pun menjelaskan, setelah melakukan perhitungan yang layak dalam kondisi sekarang, sebaiknya dia menggaji seorang sopir, yang tugasnya wira – wiri dengan satu mobil saja untuk mengurusi satu keluarga. Selesai mengantarnya kerja, pak sopir akan mengurusi keperluan keluarganya, dan sebagai penutup kegiatannya, pak sopir akan menjemput teman saya ini dari kantornya.

Dia bercerita, dengan menggaji seorang sopir, dia bisa memanfaatkan waktu selama perjalanan ke kantor untuk mengecek email…menurutnya, hanya ada dua status email di mailboxnya, kalo nggak “urgent”, berarti “top urgent”…jadi lumayan juga dia bisa mengubah waktu perjalanannya menjadi lebih produktif dengan menghabiskan sejumlah load email, sebelum memulai hari di kantornya.

Istrinya pun bisa lebih produktif, karena tidak harus kesana kemari, sebab sejumlah besar urusan luar rumah bisa didelegasikan ke pak sopir. Jadi buat teman saya ini, menggaji sopir, bukanlah sebuah biaya, tapi merupakan suatu investasi, sebab banyak sekali feedback positif yang bisa didapatkannya.

Saya lihat dia pun masih punya ekstra satu mobil lagi. Kata teman saya, itu hasil dari jual dua mobil yang terdahulu plus ditambahi sedikit, jadilah tambahan satu mobil lagi, sebuah mpv kelas atas…dia bilang, ini mobil mpv selain untuk family time, juga untuk cadangan, sementara mobil sehari – harinya memang dipilih bukan mpv supaya lincah dalam menembus padatnya lalu lintas kota.

cost-control

Nah, 2 teman saya tadi, termasuk orang – orang yang sukses dan kaya, meskipun begitu, mereka tetap berusaha untuk selalu membedakan antara biaya dan investasi. Mereka berupaya agar sebisa mungkin, faktor biaya menjadi sebuah investasi.

Saya, Anda, dan kita semua pun bisa melakukannya, mengubah faktor biaya, menjadi sebuah investasi. Minimal, cara pandang kita harus mulai belajar untuk mengenali dahulu, mana saja yang termasuk biaya. Setiap orang memiliki background yang berbeda, dan mungkin antara tiap orang akan berbeda pengenalannya tentang biaya.

Setelah mengenal hal mana saja yang termasuk biaya, kita bisa memulai memikirkan strategi, bagaimana mengubah biaya tadi, menjadi sebuah investasi.

Contoh sederhana yang hampir setahun lalu saya lakukan, ternyata, kita bisa berinvestasi di telepon rumah kita, untuk melakukan percakapan unlimited ke telepon seluler provider tertentu, dengan berlangganan fitur tertentu di telepon rumah. Ini sangat berguna.

Provider telepon rumah dan telepon seluler tertentu tersebut satu induk, dan kebetulan provider telepon seluler itu merupakan yang terbesar di Indonesia, dan kebanyakan keluarga, teman dan kolega menggunakan provider itu juga.

Saya juga barusan dengan tidak sengaja mengetahui, bahwa merek compresor AC tertentu memiliki efisiensi kerja yang bagus, tidak berisik, dan lebih hemat listrik. Merek AC ini bukan dari yang populer, yang konon, merek ini tidak populer karena faktor harga yang lebih mahal dari merk – merk AC yang populer.

Saat compresor salah satu AC rumah saya rusak, juragan teknisi AC langganan saya meminjami saya compresor AC merek ini, dan saya bisa merasakan performanya memang beda. Compresor ini lalu saya beli setelah puas memakainya sebagai barang pinjaman selama 5 minggu….terima kasih Pak, karena telah meminjami saya gratis dan telah menunjukkan ke jalan yang benar  🙂

Hm, rupanya tidak selalu harga yang mahal adalah suatu pemborosan, bisa jadi, kita membayar lebih mahal di awal, untuk mendapatkan sejumlah manfaat lebih di kemudian hari…jadi membayar lebih mahal, selama dilakukan dengan benar, bukan merupakan sebuah biaya lebih, namun merupakan sebuah investasi.

warren-buffett-18-262x300

Seperti halnya contoh masalah harga yang lebih mahal, beberapa hal penting di kehidupan kita dipandang sebagai suatu pemborosan biaya atau hal yang tidak berguna, dan tidak dianggap sebagai sebuah investasi.

Mobil – mobil masa kini, sudah tidak layak meminum bbm jenis premium, sebab mobil masa kini cenderung memiliki ratio kompresi pembakaran yang tinggi, yang menuntut bbm beroktan lebih dari 90. Memaksakan menggunakan bbm premium yang beroktan 88, akan membuat mesin mobil cepat berkerak, dan karena bensin oktan rendah cenderung terbakar lebih cepat dari yang seharusnya, piston atau mesin bisa rusak lebih cepat.

Hal ini tidak disadari oleh masyarakat kita, membeli bbm pertamax atau pertamax plus dianggap biaya berlebihan atau pemborosan, bukan dianggap sebagai investasi yang akan memperpanjang umur mesin mobil. Bahkan mobil yang menyandang sebagai mobil sejuta umat di Indonesia, selayaknya diisi dengan bbm pertamax plus, karena rasio kompresinya menyentuh 11:1.

Juga mobil – mobil murah yang berlabel low cost green car, lcgc, yang sekarang banyak dijual. Meskipun mengaku low cost, mobil ini menuntut pemakaian bbm beroktan tinggi karena semua lcgc, dari merek apa pun, memiliki ratio kompresi pembakaran yang tinggi.

Sebagai agen asuransi, saya melihat asuransi masihlah belum menjadi budaya di negara kita, karena masihlah dianggap sebagai biaya, bukan investasi. Plus ditambah pendapat – pendapat tidak benar bahwa ikut asuransi sekedar menguntungkan agen atau perusahaan asuransi saja, asuransi itu haram karena sifatnya judi atau untung – untungan dan riba, sampai dengan asuransi itu ikutnya nanti – nanti saja kalau kelihatan ada manfaatnya.

Asuransi memang perlu didesain, agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan nasabahnya. Sebab sifat asuransi, khususnya asuransi jiwa, saat ini dibuat sangat fleksibel. Kenapa begitu, karena setiap orang membutukan asuransi jiwa, dan latar belakang tiap orang berbeda – beda, sehingga suatu produk asuransi jiwa yang bisa customized sangat diperlukan.

Mari kita ingat tentang fakta sederhana tentang hidup dan asuransi jiwa, yang menjelaskan bahwa asuransi jiwa adalah bukan merupakan biaya, namun asuransi jiwa merupakan suatu investasi yang pasti menguntungkan.

Fakta pertama adalah tentang hidup, bahwa semua dari kita pasti meninggal dunia, dan tidak ada seorang pun dari manusia yang sedang hidup, tahu kapan akan meninggal. Kejadian meninggal adalah kepastian, waktu terjadinya yang tidak tahu kapan.

Fakta kedua adalah asuransi jiwa membantu nasabahnya mempersiapkan dana warisan dalam jumlah besar, dan dalam waktu yang singkat. Anda tidak perlu menabung selama bertahun – tahun untuk mempersiapkan dana warisan berjumlah milyaran.

Cukup waktu proses selama 2-6 minggu untuk proses penerbitan polis, dana uang pertanggungan jiwa milyaran langsung siap. Saat Anda membayar premi kedua sekitar sekian ratusan ribu, Anda sudah mempunyai dana warisan yang besar, gak pake lama.

Sejumlah nasabah saya membayar sekitar 600ribu – 700ribu setiap bulan selama 10 tahun, untuk memperoleh uang pertanggungan jiwa sebesar 1 milyar. Misal dengan premi 700 ribu sebulan, total uang yang harus disetor selama 10 tahun adalah 700ribu x 12 bulan x 10 tahun, yaitu 84 juta.

Dengan fakta bahwa setiap manusia pasti meninggal dunia, dengan membayar sebesar 84 juta, yang dicicil bulanan selama 10 tahun, dana warisan yang bisa didapat adalah 1 milyar…sangat menguntungkan, bukan ?

Bahkan uang 1 milyar itu siap cair kapan pun peserta asuransi meninggal dunia, tidak perlu menunggu cicilan sebesar 84 juta itu selesai. Jadi, membayar 84 juta itu belum merupakan suatu kepastian, sebab kapan meninggal masih belum diketahui, namun keluarga peserta asuransi jiwa mendapatkan uang warisan 1 milyar, adalah suatu kepastian, sebab setiap manusia pasti meninggal.

Sungguh sangat menguntungkan.

Jadi, ikut asuransi jiwa pasti untung.

Karena itu, asuransi jiwa bukanlah suatu beban biaya. Membayar premi asuransi jiwa adalah sebuah investasi, karena pasti menguntungkan.

Asuransi jiwa merupakan cara terbaik mempersiapkan tabungan warisan. Di Allianz, Anda dapat mempersiapkan dana warisan dengan asuransi jiwa Allianz, mulai dari premi setara 5000 rupiah per hari.

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.
logo-allianz-surabaya
HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s