Tips Hebat Mengemudi : Fit dan Fokus

Di kecepatan 120 km/jam, artinya mobil melaju kencang sejauh 120.000 meter setiap 3600 detik, atau sejauh 33,33 meter setiap detiknya….kehilangan fokus selama setengah detik pun mobil bisa berjalan lebih dari 16 meter tanpa kontrol.

Anda bisa bayangkan, akibat dari benda berbobot minimal mendekati satu ton, bergerak liar tanpa kontrol sejauh minimal 16 meter !!!

jp_tabrakan-maut-lawang

Ini adalah berita menyedihkan yang terjadi 2 hari lalu, di salah satu ruas jalan utama di Jawa Timur. Ini merupakan salah satu contoh, betapa jalan raya merupakan suatu tempat yang sangat berbahaya. Kegagalan sopir truk dalam melakukan kontrol kecepatan menyebabkan terjadinya kecelakaan masal yang melibatkan 15 kendaraan, dengan 8 korban luka dan 4 orang korban meninggal dunia.

Dari beberapa grup alumni di WA yang saya ikuti, saya pernah menegur 3 orang teman saya dari 3 grup yang berbeda, karena mereka pameran sedang bisa ngebut di jalan raya dengan memamerkan foto speedometer mobil mereka di kecepatan tinggi, seperti contoh di bawah ini.

panorama-spedometer

Di sedikit sisi saya ikut senang sebab mereka sudah bisa sukses punya mobil yang jalannya kencang. Di banyak sisi lainnya saya mengkhawatirkan keselamatan jiwa teman – teman saya itu, plus keselamatan jiwa pengendara yang lain.

Mereka tidak sadar, apa yang sedang mereka lakukan adalah sesuatu yang sangat berbahaya.

Dalam berkendaraan di jalan raya, hanya ada dua hal utama yang merupakan inti dari suatu sistem kendaraan, yaitu kontrol kecepatan dan kontrol kemudi, lainnya adalah fitur tambahan.

Dua hal ini, kontrol kecepatan dan kontrol kemudi, tidak boleh gagal, karena kegagalan di salah satunya cenderung menimbulkan kecelakaan dengan korban jiwa. Sesuatu gangguan dalam komponen berkendaraan yang berhubungan dengan kontrol kecepatan dan kontrol kemudi, juga termasuk yang tidak boleh gagal berfungsi.

Ngebut adalah hal yang beresiko, namun yang membuat sangat berbahaya, teman – teman saya ini ngebut sambil melakukan pemotretan speedometer mobil mereka. Mereka dengan sengaja membagi fokus mereka ke 2 hal, mengemudi dengan kecepatan tinggi, dan melakukan pemotretan dengan gadget mereka.

Mungkin mereka bisa berkilah bahwa gadget mereka super canggih yang memungkinkan mereka mengambil gambar tanpa merasa kehilangan fokus di kemudi mereka. Hm, mungkin saja mereka bisa merasa begitu, tapi itu pasti salah, karena mereka pasti kehilangan fokus mengemudi saat mengambil gambar, itu pasti.

Saat niat untuk show off sudah ada, moment untuk bisa melakukan top speed pasti kemudian dicari. Satu hal yang tidak mereka sadari, secara psikologis pasti mereka ingin memastikan bahwa top speed itu terdokumentasi dengan baik.

Pasti ada moment sekian waktu yang diperlukan untuk mempersiapkan gadget agar siap mengambil gambar, dan pasti ada moment dimana mereka ingin memastikan hasil foto yang dibuat bagus dan layak untuk dipamerkan, dan di saat inilah pasti fokus mereka sudah tidak di jalan di depan mereka lagi, dan kontrol atas kecepatan dan sekaligus kemudi sudah hilang, yang meski untuk beberapa saat, cukup untuk mengundang kecelakaan dengan korban jiwa

Mari kita lihat akibat dari kehilangan kendali atas kecepatan dan kemudi mobil untuk waktu yang singkat ini.

Foto –foto top speed speedometer yang beredar di medsos, jarang sekali yang memamerkan foto kecepatan 100 km/jam, yang saya lihat minimal kecepatannya adalah 120 km/jam…itu pun jarang, kebanyakan foto memamerkan kecepatan di atas 120 km/jam.

Mari kita ambil contoh paling pelan yang (jarang) ada, kecepatan 120 km/jam.

Di kecepatan 120 km/jam, artinya mobil melaju kencang sejauh 120.000 meter setiap 3600 detik, atau sejauh 33,33 meter setiap detiknya….kehilangan fokus selama setengah detik pun mobil bisa berjalan lebih dari 16 meter tanpa kontrol. Itu sekedar contoh untuk kecepatan 120 km/jam, yang masih tergolong “pelan” dibanding foto – foto yang beredar di medsos dan forum – forum internet.

Anda bisa bayangkan, akibat dari benda berbobot minimal mendekati satu ton, bergerak liar tanpa kontrol sejauh minimal 16 meter !!!

Kita harus menghormati jalan raya sebagai tempat yang lebih berbahaya dari medan perang. Seperti yang saya tulis di artikel ini: Pekerjaan Paling Berbahaya ; data dari PBB – WHO menjelaskan bahwa setiap tahun terdapat 1,24 juta jiwa meninggal karena kecelakaan di jalan, dengan 50 juta jiwa mengalami luka – luka dan cacat tetap.

Angka ini, jauh melebihi angka korban perang teluk antara Irak – Iran, 1980 – 1988, dimana selama 8 tahun perang total korban jiwa adalah 1,2 juta jiwa. Secara global, korban kecelakaan berkendaraan dalam setahun lebih besar daripada korban perang selama delapan tahun. Luar biasa.

Tidak semua orang di jalan raya mempunyai skill dan mental yang memadai untuk berkendaraan di jalan raya, dan ini faktor terbesar penyebab kecelakaan jalan raya. Semakin mahir tingkat berkendara seseorang tidak diukur dari seberapa cepat dia berkendara di jalan umum, tetapi diukur dari kemampuan untuk tidak menimbulkan bahaya bagi pengendara yang lain, memprediksi bahaya yang akan timbul, serta antisipasi untuk menghindar dari bahaya yang ada.

Orang yang kehilangan fokus mengemudi, misal karena mengantuk, dan yang sedang menjadi contoh besar di tulisan ini, memfoto spedometer dalam kecepatan tinggi, kehilangan ketiga kemampuan tadi meski untuk sesaat, dan ini cukup untuk menjadi awal sebuah bencana dengan korban jiwa.

Berita di bawah ini adalah contoh seorang pengemudi yang gagal fokus, 3 hari yang lalu di ruas jalan toll dalam kota Surabaya.

truk-bozem-morokrembangan

Sopir truck di atas diduga mengantuk, sehingga kehilangan kontrol atas kecepatan dan kemudi truknya….bisa kita lihat truk ini juga hampir mencelakai mobil lainnya (mobil penumpang warna putih)

Nah, mengemudi di jalan raya adalah kegiatan yang sangat penuh dengan resiko. Selain berhati – hati, mempunyai polis asuransi jiwa dan kecelakaan adalah langkah bijaksana dalam mengantisipasi akibat dari kecelakaan jalan raya yang bisa datang sewaktu – waktu.

Kita bisa sangat berhati – hati dalam mengemudi, namun oleh sebab kecerobohan atau kelalaian dari pengendara jalan yang lain, musibah masih sangat bisa menghampiri kita di jalan raya.

Asuransi jiwa merupakan cara terbaik mempersiapkan tabungan warisan. Di Allianz, Anda dapat mempersiapkan dana warisan dengan asuransi jiwa Allianz, mulai dari premi setara 5000 rupiah per hari.

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.
logo-allianz-surabaya
HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s