Mengenal Matriks Resiko

Matriks resiko dibuat untuk memudahkan penyajian data untuk keperluan analisa resiko

risk-management

Dalam dunia industri, bisnis,dan manajemen proyek, tingkat resiko sering kali dikenali dengan jalan membuat tabel matriksnya. Matriks resiko dibuat untuk memudahkan penyajian data, sehingga darinya dapat digunakan untuk menentukan bobot dari suatu resiko dan apakah resiko yang ada telah cukup memiliki tindakan mitigasi yang diperlukan atau tidak.

Matriks adalah tabel yang disusun dalam baris dan kolom sehingga butir – butir uraian yang diisikan dapat dibaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan. Resiko, menurut kamus besar bahasa Indonesia, adalah akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan.

Matriks resiko sangat membantu para pelaku dunia industri, bisnis, dan manajemen proyek, karena kegiatan – kegiatan ini erat dengan resiko dan rentan mengalami kegagalan, bila mitigasi dari resiko yang ada tidak dilakukan dengan baik. Secara statistik, tingkat resiko dapat dihitung sebagai hasil dari kemungkinan kejadian yang merugikan (atau kejadian yang membahayakan) bisa terjadi, dikalikan dengan tingkat keparahan/dampak/akibat dari bahaya itu.

Terdapat banyak standard untuk matriks resiko yang digunakan dalam konteks yang berbeda (US DoD, NASA, ISO), dan suatu organisasi atau proyek mungkin perlu membuat matriks resiko versi mereka sendiri, yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing – masing.

Bagaimana menempatkan resiko di matriks

Seperti disebutkan di atas, penempatan suatu resiko dalam penilaian matriks resiko didasarkan pada dua kriteria:

  • Probabilitas : kemungkinan terjadinya  resiko
  • Konsekuensi : keparahan dampak atau tingkat kerusakan yang disebabkan oleh resiko

Berdasarkan kemungkinan terjadinya, resiko dapat digolongkan dalam salah satu dari lima kategori:

  • Sering terjadi : Sebuah resiko yang hampir pasti ada, memiliki persentase lebih dari 80% untuk terjadi.
  • Dapat terjadi: Resiko yang memiliki 60-80% kemungkinan terjadinya dapat dikelompokkan sebagai kemungkinan.
  • Mungkin terjadi: Resiko yang memiliki kemungkinan 50/50 terjadinya.
  • Jarang: Resiko yang memiliki probabilitas rendah terjadinya tapi masih tidak dapat dikesampingkan sepenuhnya.
  • Langka : Resiko jenis ini termasuk langka dan luar biasa, dan memiliki kesempatan kurang dari 10% untuk terjadi

Berdasarkan akibat/dampaknya, resiko dapat digolongkan dalam salah satu dari lima kategori ini :

  • Dapat diabaikan : Resiko yang bila terjadi tidak akan berpengaruh dalam kelangsungan proyek secara keseluruhan
  • Marjinal: Jenis resiko ini akan mengakibatkan beberapa kerusakan, dengan tingkat kerusakan   yang tidak terlalu signifikan dan tidak mungkin untuk membuat banyak perbedaan untuk kemajuan keseluruhan proyek.
  • Moderat: Jenis resiko yang tidak menimbulkan ancaman yang besar, namun tetap dapat menimbulkan kerugian yang terukur
  • Kritis: Jenis resiko dengan akibat yang besar, yang dapat menyebabkan sejumlah besar kerugian
  • Bencana: Ini adalah resiko yang dapat membuat proyek benar-benar tidak produktif dan dapat menjadi sebab kegagalan proyek, dan harus menjadi prioritas utama selama manajemen resiko.

matriks-resiko-pks

Menggunakan Matriks Penilaian Resiko

Setelah resiko telah ditempatkan di matriks yang cocok dengan tingkat kemungkinan kejadian, dan tingkat akibat/dampak yang sesuai, selanjutnya akan menjadi jelas terlihat resiko – resiko mana yang harus menjadi prioritas utama untuk diperhatikan terlebih dahulu.

Setiap resiko yang ditempatkan pada matriks akan termasuk dari salah satu dari kategori ini : Resiko ekstrim, resiko tinggi, resiko menengah, dan resiko rendah.

Resiko ekstrim. Resiko dalam kategori ini adalah resiko paling serius dan harus mendapatkan prioritas penanganan, dan respon yang cepat. Cara paling ideal adalah menghindari resiko jenis ini, dan bila resiko ini memang tidak dapat dihindari, harus benar – benar diperhitungkan tingkat kelayakannya.

Resiko tinggi. Resiko jenis ini juga memerlukan perhatian dan respon yang cepat dalam tindakan untuk mengubahnya menjadi tingkat resiko yang lebih rendah. Dalam resiko jenis ini, strategi untuk mencari cara alternatif/substitusi mungkin bisa berjalan dengan baik, atau bila sangat diperlukan, resiko ini mungkin bisa dilalui/dijalani dengan pembatasan waktu yang sangat ketat.

Resiko menengah. Resiko dalam kategori ini memerlukan langkah – langkah yang logis dalam penanganannya meskipun lazimnya tidak diperlukan tingkat kecepatan yang tinggi dalam penanganannya. Umumnya resiko jenis ini tidak memerlukan sumber daya yang besar dalam penanganannya, dan lebih cenderung bisa diatasi dengan perencanaan yang logis dan cerdas.

Resiko rendah. Resiko jenis ini umumnya dapat diabaikan dikarenakan tidak akan menimbulkan dampak yang signifikan, namun tetap harus menjadi perhatian untuk meningkatkan performa dari proyek yang sedang berlangsung secara keseluruhan.

Matriks Penilaian Resiko di Kehidupan Sehari – hari

Matriks resiko merupakan suatu standard yang berlaku di dunia industri, bisnis, dan manajemen proyek. Dan prinsip – prinsipnya tetap dapat diterapkan dalam kehidupan keseharian kita. Kita mungkin sampai saat ini masihlah belum sadar jikalau sedang terlibat dalam resiko – resiko yang merupakan kategori resiko ekstrim atau resiko tinggi.

risk-warren-buffet

Ambilah contoh menyeberang jalan raya. Dari tingkat kemungkinannya, seseorang dapat terlibat dalam kecelakaan saat menyeberang jalan, dan akibat dari kecelakaan tersebut termasuk dalam jenis kritis atau bencana, sehingga menyeberang jalan adalah termasuk kegiatan beresiko tinggi atau ekstrim.

Mengemudi mobil juga memiliki tingkat resiko yang sama dengan menyeberang jalan. Meskipun memiliki tingkat kemungkinan kejadian yang lebih rendah, yaitu mungkin terjadi, akibat dari kecelakaan mobil termasuk dalam level kritis atau bencana. Sehingga kombinasi dari keduanya menyebabkan mengemudi mobil termasuk dalam kegiatan beresiko tinggi atau ekstrim.

Bersepeda motor di jalan raya juga memiliki penjelasan yang sama. Jadi, semua kegiatan yang melibatkan jalan raya, merupakan kegiatan dengan resiko tinggi atau ekstrim.

living-with-risk-time

Kita tidak mungkin menghindari jalan raya, atau resiko – resiko lain yang ada dalam kehidupan.  Yang harus kita lakukan adalah menghindari resiko, seperti menyeberang di zebra cross atau jembatan penyeberangan, tidak memaksakan mengemudi dalam kondisi tidak fit atau sedang mengantuk; atau bisa juga dengan mengurangi resiko terjadinya kecelakaan dengan cara selalu memastikan kendaraan kita dalam kondisi prima, tidak melanggar marka jalan, tidak melanggar batas kecepatan, menaati rambu – rambu lalu lintas, dan tidak bepergian dalam kondisi terburu waktu.

Asuransi jiwa merupakan cara terbaik mempersiapkan tabungan warisan. Di Allianz, Anda dapat mempersiapkan dana warisan dengan asuransi jiwa Allianz, mulai dari premi setara 5000 rupiah per hari.

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.
logo-allianz-surabaya
HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s