Memahami Masalah dan Resiko Kehidupan

Masalah dan resiko tidaklah sama karena memiliki perbedaan sifat
Great Risk
Great Risk

Kita bisa melakukan perencanaan untuk penyelesaian masalah kehidupan. Kita bisa melakukan persiapan diri untuk resiko – resiko kehidupan yang bisa terjadi.

Masalah cenderung merupakan hal – hal yang kita tahu dengan pasti, kita bahkan mungkin tahu kapan masalah ini akan muncul, misal naiknya harga sembako di bulan puasa, tingginya kompetisi dalam masuk suatu sekolah favorit, semakin mahalnya biaya pengobatan atau pendidikan, naiknya harga tiket kereta api atau pesawat terbang di musim liburan, dan sebagainya.

Resiko adalah peristiwa yang mungkin terjadi, dan kita mungkin tidak dapat mengatakan kapan terjadinya. Contoh, di jalan raya sepeda motor memiliki resiko kecelakaan yang lebih tinggi daripada mobil. Ini bukan berarti naik sepeda motor akan celaka, dan naik mobil akan selalu aman saja, keduanya tetap memiliki resiko mengalami kecelakaan, belum pasti.

motor-di-lintasan-ka

Salah satu alasan utama sepeda motor memiliki tingkat kecelakaan yang lebih tinggi, karena dari bentuknya yang lebih kecil, ringkas dan fleksibel, pengendara sepeda motor memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan manuver di jalan raya yang melanggar peraturan lalu lintas dan atau merugikan pengguna jalan lain. Dan pelanggaran lalu lintas ini biasanya dapat mengundang kecelakaan.

Jadi masalah merupakan hal yang memiliki kepastian, sementara resiko memiliki ketidakpastian. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, resiko adalah akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan. Akibat kurang menyenangkan ini bisa terjadi bisa tidak, masih menjadi suatu kemungkinan untuk terjadi.

Kematian adalah suatu masalah bila kita melihatnya sebagai suatu kepastian, karena semua dari kita pasti akan meninggal dunia. Namun, kematian adalah hal yang masih misterius, karena waktu kejadiannya tidak pasti. Dari waktu kejadian yang tidak pasti ini, kematian bisa menimbulkan akibat yang berbeda – beda, terutama untuk keluarga yang ditinggalkan.

Memiliki umur panjang merupakan ekspetasi normal dari kita semua. Jika seseorang meninggal wajar di usia tua, secara psikologis, keluarga yang ditinggalkan lebih bisa menerima kondisi ini. Bila yang meninggal dunia adalah seorang kepala keluarga atau tulang punggung keluarga, efek ekonomi bagi keluarga yang ditinggalkan relatif minim, sebab sewajarnya semua anak yang menjadi tanggungan telah mandiri.

Namun kembali lagi, kematian adalah hal yang misterius kapan dan bagaimana terjadinya, dan semua orang bisa meninggal dunia tidak di usia tua. Secara psikologis dan ekonomis, seseorang yang meninggal di usia produktif, terutama sekali bila dia adalah kepala keluarga atau tulang punggung keluarga, akan menimbulkan dampak yang sangat besar bagi keluarga yang ditinggalkan. Tidak ada perdebatan tentang ini.

Sakit juga merupakan kepastian bila kita melihatnya sebagai suatu masalah, bahwa seseorang pastilah pastilah pernah sakit dalam hidupnya. Namun sakit cenderung merupakan hal yang misterius, sebab kita tidak pernah tahu kapan akan sakit, dan apa calon penyakitnya. Lebih jauh lagi, kita juga tidak pernah tahu akibat dari sakit yang akan kita derita.

Sakit yang tergolong ringan, relatif memerlukan penanggulangan yang sederhana, penyelesaiannya bisa didapat dari obat yang dibeli bebas, atau bisa jadi sampai level rawat jalan di rumah sakit. Biaya dari sakit kategori ringan ini juga relatif tidak besar.

Sakit yang tergolong menengah, kemungkinan besar akan memerlukan rawat jalan beberapa kali, bisa jadi meningkat menjadi opname beberapa hari, atau operasi ringan atau sedang. Biaya dari sakit ini termasuk kategori dari biaya yang terjangkau sampai dengan agak memberatkan.

h_attack

Sakit yang tergolong berat, kemungkinan besar memerlukan perawatan opname yang lama sampai dengan tindakan operasi besar atau kompleks, atau perawatan di rumah sakit lainnya yang sifatnya khusus. Biaya dari sakit jenis ini, relatif besar atau sangat besar, bisa jadi masih terjangkau tapi sangat memberatkan, bisa jadi sudah di luar kemampuan.

Maka dari uraian – uraian di atas, meninggal dunia dan sakit, adalah bukan termasuk kategori masalah kehidupan, tapi masuk ke kategori resiko kehidupan, sebab memiliki ketidakpastian dalam hal kapan, bagaimana, dan akibat yang ditimbulkan.

Mari kita telaah 2 contoh lain, untuk lebih memahami tentang beda antara masalah kehidupan dan resiko kehidupan.

Setiap pasangan muda yang baru saja menikah, secara wajar menginginkan memiliki anak dalam waktu cepat, atau bila ada pertimbangan lain, menunda untuk sesaat saja. Beberapa pasangan muda memiliki kesulitan, sehingga harus berusaha ekstra untuk mendapatkan keturunan. Kita bisa melihat, memiliki anak adalah suatu program wajib bagi para pasangan muda kebanyakan.

happy-family-silhouette1

Karena memiliki anak adalah suatu hal yang bisa dikatakan pasti dilakukan oleh para pasangan muda, maka hal – hal yang berkaitan dengan memiliki anak bukanlah suatu resiko, karena tujuan sudah jelas, yaitu mempunyai keturunan, dengan waktu yang sudah jelas juga, segera memiliki keturunan, atau menunda dengan perhitungan yang cermat.

Maka hal – hal yang berkenaan dengan memiliki anak, bisa direncanakan, sebab tujuan dan waktu sudah jelas. Melahirkan dan pendidikan anak, adalah hal – hal yang memiliki kejelasan tujuan dan kejelasan waktu, dan karenanya bisa direncakan.

Kembali lagi ke defini kamus besar bahasa Indonesia, resiko adalah akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan. Akan terdengar sangat aneh, bila memiliki anak dikatakan sebuah resiko.

Melahirkan dan pendidikan anak, bukanlah merupakan resiko kehidupan. Karena hal – hal ini tidak bisa dikatakan hal yang kurang menyenangkan, selain itu tujuan dan waktunya bisa direncakan. Melahirkan dan pendidikan anak adalah masalah kehidupan.

Kita bisa melakukan perencanaan untuk penyelesaian masalah kehidupan.

Kita bisa melakukan persiapan diri untuk resiko – resiko kehidupan yang bisa terjadi.

Asuransi jiwa merupakan cara terbaik mempersiapkan tabungan warisan. Di Allianz, Anda dapat mempersiapkan dana warisan dengan asuransi jiwa Allianz, mulai dari premi setara 5000 rupiah per hari.

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.
logo-allianz-surabaya
HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s