Mengelola Resiko

Adakah hidup yang bisa dijalani tanpa risiko? Tentu saja tidak

banner_mengelola-risiko

Resiko dalam hidup kita adalah sesuatu yang pasti ada. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, resiko adalah akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan. Dalam hidup ini kita tidak diam, kita selalu dinamis dan selalu melakukan perbuatan atau tindakan, karenanya resiko selalu ada.

Resiko berbeda dengan masalah. Masalah cenderung merupakan hal – hal yang kita tahu dengan pasti, kita bahkan mungkin tahu kapan masalah ini akan muncul, misal naiknya harga sembako di bulan puasa, tingginya kompetisi dalam masuk suatu sekolah favorit, semakin mahalnya biaya pengobatan, dan sebagainya.

Resiko adalah peristiwa yang mungkin terjadi, dan kita mungkin tidak dapat mengatakan kapan terjadinya. Contoh, bila mobil yang kita kendarai berjalan di belakang angkot, ada resiko angkot tersebut berhenti atau berubah haluan tiba – tiba untuk menaikkan atau menurunkan penumpang  🙂

angkot

Berikut ini adalah contoh antara masalah, resiko, dan hubungan diantara keduanya. Masalah: saya harus tiba di gedung di seberang jalan dalam 10 menit untuk sebuah pertemuan yang sangat penting, jalan di depan saya adalah jalanan yang lalu lintasnya ramai, sementara jembatan penyeberangan orang terletak di tempat yang berlawanan dengan tujuan saya.

Saya mempunyai beberapa resiko untuk kondisi di atas. Saya nekad menyeberang jalan dengan kemungkinan tertabrak, meski juga ada kemungkinan saya tidak tertabrak dan saya bisa datang tepat waktu. Resiko lainnya, saya memilih menggunakan jembatan penyeberangan, dan karena jaraknya lebih jauh, saya akan berlari dengan kemungkinan resiko terjatuh, mungkin saya akan sukses berlari dan tidak terlambat, hanya saja saya pasti capek dan berkeringat. Resiko lainnya, saya menyeberang menggunakan jembatan penyeberangan dengan berjalan, dan saya terlambat untuk pertemuan penting ini.

Apakah saya siap tertabrak ? Apakah saya ingin hadir di pertemuan yang sangat penting ini dengan kondisi capek, berkeringat dan baju yang mungkin lusuh karena berlari – lari di jalan ? Apakah saya ingin datang terlambat dengan segala konsekwensinya termasuk tidak diijinkan untuk masuk ruangan pertemuan karena terlambat ? Well, saya tidak akan memilih ketiganya tadi: saya akan bangun lebih pagi sehingga punya cukup waktu untuk sampai di tempat tujuan dengan aman dan nyaman.

Dari contoh baru saja, kita bisa melihat bahwa resiko adalah suatu ketidakpastian, resiko memerlukan persiapan yang baik untuk mengelolanya secara baik dan efisien. Resiko merupakan suatu sumber masalah yang serius bila tidak dikelola dengan baik.

Adakah hidup yang bisa dijalani tanpa risiko? Tentu saja tidak, risiko ada di mana saja dan bisa tiba kapan saja. Pertanyaannya, ketika risiko terjadi pada kita, apakah kita siap mengelolanya sehingga kita bisa meminimalisir dampak yang ditimbulkannya?

Beberapa hal yang bisa kita pilih tentang resiko adalah: menghindarinya, meminimalkan dampaknya, menerimanya, dan membagikan/sharing resiko

Menghindari resiko kita lakukan, saat resiko itu memang harus dihindari. Contoh, saya menghindari makan makanan yang sangat pedas, karena saya tahu perut saya tidak tahan makanan yang sangat pedas. Saya tetap bisa makan makanan lain dan tetap sehat bahagia. Dan tidak selamanya kita bisa menghindari resiko. Jalan raya adalah tempat yang penuh resiko kecelakaan, dan tidak mungkin kita tetap tinggal di dalam rumah sepanjang waktu untuk menghindari resiko kecelakaan.

Meminimalkan dampak resiko, adalah hal yang wajar yang harus kita lakukan, bila memang resiko itu harus dihadapi. Kita tidak bisa mengendalikan kapan datangnya resiko, namun dampak dari resiko bisa kita minimalkan. Misalnya, untuk mengendalikan risiko kecelakaan di jalan raya, kita secara rutin memeriksa kondisi mobil. Lalu kita memilih mobil yang memiliki fitur keamanan terbaik. Atau, ketika mengendari mobil kita selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Menerima resiko kita lakukan, bila kita sadar dampak dari resiko itu bisa kita tanggung, dan justru bila kita menghindari resiko itu, bisa menimbulkan dampak yang lain. Contoh, kita sudah maklum jika korban kecelakaan pesawat terbang kemungkinan besar jarang yang masih bisa hidup. Namun meski begitu, pesawat terbang tetap merupakan pilihan model transportasi terbaik bagi jutaan orang tiap tahunnya, karena memilih model transportasi yag lain berdampak tidak efisien, dan orang – orang kebanyakan masih bisa menerima resiko terjadinya kecelakaan pesawat terbang yang memang sangat sangat kecil.

Membagikan atau sharing resiko, adalah suatu pilihan. Contoh, saya harus mengendarai mobil dari Surabaya ke Jakarta untuk suatu alasan yang baik. Saya bisa memilih, untuk berangkat dan mengemudi sendirian, atau mengajak teman dan mengemudi bergantian dalam perjalanan panjang ini. Berangkat sendiri memang kelihatannya efisien dan ekonomis…..tapi apakah memang benar – benar  efisien dan ekonomis ?

Saya malah berpendapat, bila saya berangkat dan mengemudi sendirian dari Surabaya ke Jakarta itu tidak efisien dan ekonomis. Saya mungkin menghemat sejumlah uang, tapi pasti saya sangat kelelahan dan bisa saja sakit, atau malah celaka di jalan karena faktor lelah tadi. Sebaliknya, saya pasti mengeluarkan sejumlah uang karena saya mengajak teman mengemudi, dan dari uang yang saya belanjakan tadi, saya bisa mendapatkan banyak manfaat.

co-driver

Anda bisa bayangkan kondisi di atas benar – benar terjadi pada diri Anda…tetap mengemudi sendirian dengan segala resiko dan konsekwensinya, atau Anda mengajak teman untuk membagikan atau sharing resiko perjalanan panjang Anda ?

Konsep dasar asuransi syariah, adalah sharing atau berbagi resiko antar pesertanya, dimana para peserta mengumpulkan sejumlah dana yang digunakan untuk menolong peserta yang sedang dilanda musibah, dengan perusahaan asuransi berfungsi untuk mengelola dana pertolongan ini.

Kehidupan kita layaknya suatu perjalanan panjang, yang karena kita menginginkan suatu kemajuan di dalam hidup, di dalamnya pasti terdapat resiko – resiko kehidupan. Berbagilah resiko – resiko kehidupan itu bersama kami……Allianz Syariah selalu siap sedia menemani perjalan hidup Anda dan keluarga.

Allianz Syariah 4

Asuransi jiwa merupakan cara terbaik mempersiapkan tabungan warisan. Di Allianz, Anda dapat mempersiapkan dana warisan dengan asuransi jiwa Allianz, mulai dari premi setara 5000 rupiah per hari.

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.
logo-allianz-surabaya
HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s