Mengapa Saya Jadi Agen Asuransi Jiwa Allianz

“…saya sudah memiliki pekerjaan yang sangat baik, kenapa saya masih mau repot di hari – hari libur mengurusi kegiatan di asuransi ?”

life-insurance-quote-1

Alhamdulillah, saya telah diberikan pekerjaan yang sangat baik langsung setelah lulus bangku kuliah di tahun 2002. Sejak itu saya adalah engineer maintenance, yang tugasnya melakukan pemeliharaan peralatan elektronik dan elektro mekanis yang dipakai untuk melakukan pengambilan data formasi tanah dan sumur dalam industri minyak dan gas.

Melalui pekerjaan ini, saya bisa banyak bepergian baik secara domestik atau internasional, dan mendapatkan kesejahteraan yang baik.

Saya pernah bekerja di beberapa daerah penghasil migas Indonesia di area operasi Sumatra, Jawa dan Kalimantan Timur…pernah dikirim 3x ke Amerika dan sekali ke Inggris, plus transit – transitnya di Tokyo, Hongkong, dan Dubai. Termasuk juga perjalanan pribadi ke Malaysia, Singapura, dan ke tanah suci Mekah-Madinah, alhamdulillah atas segala rejeki yang dialirkan ke saya dan keluarga melalui pekerjaan ini.

AnugrahStory

Tahun lalu, saya memutuskan untuk menambah pekerjaan lagi, dari Juni 2015 saya juga adalah agen asuransi jiwa Allianz. Sejak itu secara rutinitas, sekitar 3 minggu saya melakoni pekerjaan migas saya di Kalimantan Timur, dan saya punya waktu sekitar 2 minggu saat libur di rumah untuk melakukan follow up pada nasabah Allianz saya.

Well, saya sudah memiliki pekerjaan yang sangat baik, kenapa saya masih mau repot di hari – hari libur mengurusi kegiatan di asuransi ? Apakah saya merasa duit saya kurang, tidak bersyukur, serakah, ambisius…atau malah saya punya banyak utang sehingga harus nambah pekerjaan ? Hehehehe…bukan itu semua alasannya.

Insyaallah saya adalah orang yang bisa bersyukur, dan alhamdulillah juga saya sedang tidak punya hutang atau cicilan yang besar – besar. Hutang memang tetap selalu ada di awal bulan…saya berhutang tagihan listrik, air, internet, telepon dan sebangsanya plus cicilan 0% kartu kredit.

Saya memilih ikut terjun di pemasaran asuransi jiwa Allianz, karena beberapa hal ini.

Pertama, produknya halal. Saya memfokuskan untuk menjual produk asuransi syariah, agar berkah. Konsep asuransi jiwa konvensional mengandung gharar (ketidakjelasan transaksi jual beli) serta riba…dan hal ini tidak ada di asuransi jiwa syariah, karena konsep asuransi jiwa syariah adalah tolong – menolong. Saya masih melayani produk konvensional untuk nasabah dalam syarat dan kondisi tertentu saja.

Memang masih banyak pendapat yang mengharamkan segala jenis asuransi, termasuk asuransi syariah, namun dari awal saya akan bergabung di Allianz, dan setelah saya menjalaninya lebih dari setahun, saya melihat produk asuransi syariah adalah benar halal, karena :
– Yang membuat haram di asuransi konvensional, telah dihilangkan di asuransi syariah dengan akad saling tolong – menolong, detailnya bisa dibaca disini.
– Asuransi syariah telah diakui halal oleh MUI, dan penanda tangan fatwa halal asuransi syariah, adalah ulama yang sangat disegani, yang sangat terhormat dan diakui alimnya dan menjaga muru’ah atau kehormatan: (alm) KH Sahal Mahfudh

KH-Sahal-Mahfudh-Pesan-4

Alasan kedua saya menjadi agen asuransi jiwaAllianz, karena produknya memang bermanfaat dan (seharusnya) dibutuhkan masyarakat. Seharusnya memasarkan asuransi sangat mudah, bila masyarakat telah sadar manfaat dari asuransi. Masyarakat masih belum begitu kenal dunia asuransi dan masih salah paham bahwa asuransi itu gak perlu, haram, mengadu nasib, buang – buang uang, kalo ikut asuransi yang untung agen dan perusahaan asuransi, klaim asuransi bakal dipersulit, dan sebagainya.

Sejak menjadi karyawan, saya mendapatkan fasilitas asuransi kesehatan dari perusahaan migas tempat saya bekerja. Saat lajang, bisa dibilang saya tidak pernah menggunakan fasilitas ini, namun sejak berkeluarga, manfaatnya baru saya rasakan. Contoh, biaya melahirkan ketiga anak saya yang semuanya lahir dengan operasi cesar, ditanggung asuransi kantor, semua vaksinasi anak saya, ditanggung asuransi kantor juga. Beberapa kali anak saya opname, saya relatif tidak keluar uang karena ditanggung oleh asuransi kantor.

Saya bisa merasakan manfaat asuransi kesehatan fasilitas kantor, dan seharusnya manfaat ini juga bisa dirasakan oleh masyarakat kita bila masyarakat sudah sadar asuransi. Meskipun fasilitas kantor, saya percaya asuransi kesehatan ini tidaklah gratisan, tapi merupakan nilai kerja saja yang dirupakan dalam bentuk fasilitas asuransi kesehatan, cerita selengkapnya bisa dibaca disini.

cashless

Ketiga, saya menjadi agen asuransi Allianz, karena saya bisa menjalankannya dengan fleksibel. Sudah setahun lebih saya menjadi agen, dan tidak ada kegiatan saya terdahulu yang terganggu, termasuk tidak mengganggu pekerjaan saya di bidang migas. Saya juga masih tetap dapat berlibur di rumah dan menikmati kebersamaan bersama keluarga.

Proses pelayanan ke nasabah juga tidak ada masalah. Awalnya memang kecenderungannya nasabah ragu karena saya tidak selalu ada di sekitaran Surabaya – Sidoarjo. Hanya saja saya selalu berusaha jujur dan berkata apa adanya, dan saat nasabah tahu omongan saya tidak pernah meleset, kepercayaan nasabah mulai tumbuh.

Saat nasabah lebih tahu tentang kehidupan pribadi saya, mereka lebih confident berurusan dengan saya. Mereka percaya bahwa saya bukan termasuk orang yang akan mengecewakan mereka karena uang, dan saya bukanlah agen yang semata jualan dan kejar target.

Yang ke empat, saya menjadi agen asuransi jiwa Allianz karena masyarakat butuh agen yang kompeten, jujur, dan melayani nasabah sesuai dengan kebutuhan asuransinya. Konon, sebagian persepsi negatif masyarakat akan asuransi terbentuk akibat sebagian agen yang memasarkan asuransi dengan cara yang kurang bijak.

Kebanyakan agen mulai berjualan dari ring terdekatnya…keluarga sendiri, kerabat, teman, rekan sekantor, tetangga dan sebagainya. Ini memang tidak ada yang salah. Namun menjadi keliru bila orang – orang dekat sang agen membeli produk asuransi yang tidak sesuai kebutuhan mereka…alias beli produk asuransi karena kenal orang semata, atau karena sungkan-isme.

Kadang agen kurang menguasai materi produk asuransi, dan menjelaskan produk secara kurang tepat. Sangat mungkin nantinya nasabah mendapatkan fakta yang kurang sesuai dengan teori awal yang dijelaskan oleh sang agen, dan kecenderungannya malah sang agen kemudian menjadi tidak komunikatif lagi dengan nasabah. Ini seolah masalah yang salah dari awal, dan menjadi semakin rumit kemudian.

Ini bukanlah excuse, pastinya saya juga bukanlah agen yang tahu semuanya dan bisa akan pernah salah. Namun untuk hal – hal yang sifatnya mendasar, saya harus yakin benar. Saya lebih suka nasabah sedikit menunggu jawaban atas pertanyaan mereka, daripada mereka mendapat jawaban yang cepat tapi tidak tepat.

Di Allianz, sejak awal saya diajari tentang pengenalan produk dan hal – hal mendasar yang harus saya ketahui dalam pemasaran asuransi jiwa, kode etik kepada nasabah dan sesama agen termasuk di dalamnya. Saya juga mempunyai dukungan support 24 jam dari leader saya langsung.

Yang kelima, saya menjadi agen asuransi jiwa Allianz karena saya ingin mengembangkan kemampuan wirausaha saya. Menjadi agen asuransi adalah pilihan yang sangat masuk akal untuk tujuan ini. Saya tidak membutuhkan modal materi yang harus saya sisihkan secara khusus, dan saya bisa mengelola kegiatan di asuransi ini dengan waktu yang sangat fleksibel.

Biaya telepon ke nasabah relatif kecil. Rata – rata butuh sekitar 5-6 liter pertamax untuk mengunjungi rumah nasabah, masihlah masuk akal…dalam arti bila saya keluar rumah, saya sudah punya tujuan yang jelas dan terencana. Sering kali saya melakukan sinkronisasi jadwal kunjungan ke nasabah dengan kegiatan keluarga. Terkadang bila cukup yakin hari itu tidak bakal hujan, saya pergi ke tempat nasabah dengan sepeda motor…cuman butuh bensin seliteran, pp.

Dengan menjadi agen asuransi Allianz, saya bisa berlatih menjadi wirausahawan dalam bisnis yang sesungguhnya dengan relatif tanpa biaya, dan sama sekali tidak ada resiko untuk saya. Resiko yang terbesar paling – paling penundaan waktu oleh nasabah.

Ada kalanya saat melakukan kunjungan ke tempat nasabah, sudah terjadi dialog dan komunikasi yang bagus, saya merasa nasabah sudah cocok dan paham produk pilihannya…namun kemudian  waktu realisasinya menjadi tidak jelas.

Hal ini tidaklah menjadi masalah. Saya selalu menganggap kunjungan ke nasabah adalah silaturahmi…insyaallah silaturahmi bisa membuat panjang umur dan lapang rejeki. Ini juga salah satu kelebihan menjadi agen asuransi, dekat jauh pergi ke tempat nasabah, selalu dengan membawa pulang kebaikan.

Ke enam, saya menjadi agen asuransi Allianz karena rencana masa depan, saya ingin punya usaha sendiri. Bisnis asuransi potensinya sangatlah luar biasa, karena pasar asuransi Indonesia masih terbuka sangat lebar, dan menjadi agen asuransi di Allianz bisa berkembang menjadi bisnis owner, next, punya agensi sendiri. Sepengetahuan saya, menjadi bisnis owner di Allianz, modal dan resikonya sama saja dengan agen. Jadi meski suatu saat usaha bisa membesar, modal dan resikonya masihlah sama: relatif kecil.

Ke tujuh dan terakhir, saya menjadi agen asuransi jiwa dan saya memilih Allianz, karena Allianz sangat keren, banget !!! Dengan menjadi agen asuransi jiwa di Allianz, sekarang saya punya pekerjaan pada dua perusahaan top kelas dunia, keduanya merupakan perusahaan multinasional yang mempunyai wilayah operasi di berbagai negara di lima benua.

Berdiri sejak 1890 di Berlin, Jerman, Allianz adalah penyedia jasa asuransi, keuangan, dan manajemen aset terkemuka di dunia. Hampir separuh dari perusahaan yang masuk kategori Fortune 500 merupakan nasabah Allianz, seperti Boeing, Coca Cola, Infineon, Mercedes Benz, BMW, Bayer, Siemens, dan WMF. Sejumlah proyek raksasa dunia juga berasuransi di Allianz, seperti Menara Petronas Kuala Lumpur, Burj al-Arab Dubai, Jin Mao Building Shanghai, Bandara Cheklapkok Hong Kong, dan MRT Singapura.

Allianz Indonesia memiliki produk asuransi mikro, yang didesain bisa menjangkau semua lapisan masyarakat. Anda bisa mempunyai asuransi jiwa, dengan premi hanya 5000 rupiah sehari, mungkin masih lebih mahal uang rokok Anda sehari – hari. Produk asuransi jiwa Allianz tidak hanya sangat murah, namun juga sangat baik.

5K lama

Rider sakit kritisnya, mengcover 100 kondisi penyakit kritis dari tahap awal. Allianz punya asuransi kesehatan murni yang syariah, dan Allianz punya asuransi kesehatan yang tidak mempunyai inner limit, dan maksimal pertanggungan per tahun 6 milyar !

lung cancer
lung cancer

Allianz melalui jalur distribusi ASN (Allianz Star Network), mempunyai sistem bisnis yang sangat fair dan sangat bagus. Hanya ada dua jenjang karir di Allianz: sales dan bisnis owner. Saya sudah menyaksikan sendiri pada suatu acara gathering ASN yang saya hadiri di Jakarta tahun 2016 ini, banyak agen sukses yang bertransformasi menjadi bisnis owner pada hitungan bulan….dan orang – orang sukses ini tidaklah didominasi oleh agen – agen dari kota besar di Jawa saja…namun mereka tersebar dari seluruh daerah di Indonesia.

Allianz Indonesia, sungguh luar biasa !!!

Allianz Risiko Anda urusan Kami

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s