Hati – Hati, Uang Tabungan Anda Tidaklah Aman

Dahulu, kita belanja dengan uang tunai, dan kita tidak mungkin belanja melebihi jumlah uang tunai yang kita bawa. Sekarang ?

bank

Secara garis besar, cuma ada dua saja tujuan besar alasan kita menabung. Pertama, menabung untuk suatu tujuan yang direncakan di masa depan. Kedua, menabung untuk bersiap terhadap hal yang tidak terduga yang bisa terjadi di masa depan. Bila seandainya kita menabung secara “iseng – iseng” pun, dalam arti sekedar menabung karena ada kelebihan uang belanja, dalam sisi tujuan, tetap akan terbagi menjadi dua alasan besar tadi.

Kita sudah terbiasa dengan menabung di bank, baik untuk tujuan yang sudah terencana, atau pun untuk keperluan dana darurat. Hal ini karena sudah menjadi kebiasaan yang ditanamkan secara tidak sadar sejak dari masa kecil, baik di lingkungan sekolah atau keluarga. Bank memang memiliki sejumlah kelebihan dalam hal menabung, beberapa di antaranya adalah aman, mudah, dan efisien.

Aman, karena kita sudah mengubah cara penyimpanan uang dari bentuk fisik, menjadi bentuk non fisik namun tidak kalah likuid. Dengan menyetorkan sejumlah uang ke bank, bank akan mencatat transaksi tersebut dimana pencatatan ini sekaligus berlaku sebagai bentuk pengakuan bank akan adanya simpanan uang kita. Tanggung jawab penyimpanan uang juga berpindah ke bank.

Mudah dan efisien, terlebih dengan adanya fasilitas kartu atm, sms banking dan internet banking. Penyetoran, penarikan tunai, atau berbagai transaksi lain bisa dilakukan 24 jam. Bila kita melakukan transaksi pembelian barang atau jasa dalam jumlah lumayan besar, kita bisa melakukan transaksi tersebut secara non tunai dan tidak perlu membawa uang dalam bentuk fisik. Hal ini dipandang sebagai hal yang aman, mudah, dan efisien.

Bila menabung dilakukan untuk suatu tujuan, uang simpanan ini tidaklah aman selama tabungan kita jumlahnya bisa dikurangi oleh sebab di luar tujuan tersebut. Kita bisa percaya keamanan bank secara fisik 100%, dalam hal uang kita tidak akan berkurang oleh sebab semacam pencurian, perampokan atau kebakaran, karena uang kita dicatat di sistem keuangan yang dimiliki oleh bank.

Namun bagaimana dengan sebab yang lain ?

Dahulu kala saat teknologi belum se-maju sekarang, menabung di bank adalah solusi untuk memisahkan uang yang ingin ditabung dari pemakaian sehari – sehari. Dengan membawa buku tabungan, kita harus pergi ke kantor kas bank dan melakukan setoran. Saat melakukan penarikan uang, ada dua pilihan yang bisa dilakukan, menarik uang di kantor kas bank melalui buku tabungan, atau melalui mesin atm yang kala itu hanya ada di tempat – tempat tertentu dan terbatas saja. Ibaratnya, untuk menarik uang di bank, perlu upaya lebih. Perlu niat dan kaki kita perlu berjalan ke tempat tertentu, yang sering kali relatif jauh dari rumah.

Saat ini, mesin atm sudah bertebaran dimana – mana. Mesin atm bank yang berbeda pun sudah terhubung satu sama lain dalam satu jaringan besar. Demikian halnya mesin transaksi elektronik atau EDC, dimana – mana ada. Ditambah lagi dengan sms dan internet banking. Majunya teknologi smartphone membuat transaksi belanja dan transfer uang semakin mudah, dalam genggaman tangan, dimana pun sinyal handphone ada, disitulah aliran uang bisa terjadi dalam 24 jam non stop.

Dengan segala kemudahan bertransaksi sekarang, menabung atau menyisihkan uang di bank sungguh merupakan suatu tantangan tersendiri. Di satu sisi fasilitas kemudahan pembayaran atau transaksi adalah suatu kemudahan, dan di sisi yang lain, karena adanya segala macam kemudahan itu, uang simpanan kita di bank gampang bocor.

Konon, kemudahan transaksi pembayaran/transfer uang di bank ini adalah salah satu cara agar terjadi perputaran uang di sektor riil secara lebih cepat, dan secara keseluruhan bagus untuk ekonomi negara. Segala transaksi didorong untuk menjadi cashless. Namun bagaimana pun, kita harus tetap bijaksana membelanjakan uang, dan tetap disiplin menyisihkan uang untuk kebutuhan tertentu di masa depan.

Mesin cashless

Contoh gampang saja bagaimana uang tabungan di bank bisa gampang bocor. Saya sedang jalan – jalan di sekitar rumah saja, dan saya lihat mini market seberang gang rumah saya pasang diskon “lumayan” untuk susu kemasan merek X, bila membeli sejumlah tertentu.…tentu dengan kata – kata promosi yang membuai. Alam bawah sadar kita akan menganjurkan untuk membeli: “susunya kan bisa diminum anak – anak…susu bagus untuk pertumbuhan anak, dan mumpung ada diskon lho !” Demikian biasanya upaya pembenaran pikiran kita.

Dahulu, masih ada penghalang bahwa kita masih harus menyiapkan uang terlebih dahulu untuk “kebutuhan” mendadak ini. Sejumlah usaha dan waktu diperlukan untuk menyediakan uang untuk belanja susu ini terlebih dahulu. Sekarang ? Selama bawa dompet berisi atm, transaksi langsung jadi.

Contoh lain lagi. Saya sudah sangat berdisiplin saat ingin belanja bulanan dengan pergi ke toko grosir, supaya hemat. Saya berniat hanya membeli yang saya perlu, saya sudah merencanakan di malam sebelum belanja dengan mencatat barang apa saja yang harus dibeli. Ini terdengar seperti rencana yang sangat bagus.…namun rencana dengan gampang bisa bubar saat hari-H.

Dahulu, kita belanja dengan uang tunai, dan kita tidak mungkin belanja melebihi jumlah uang tunai yang kita bawa. Sekarang ? Membawa catatan belanja adalah sangat bagus, tapi karena kita membayar secara cashless, penyimpangan pasti (dijamin!) terjadi…apalagi belanja di toko grosir, dimana godaan potongan harga bertebaran dimana – mana.…ditambah bila saat belanja suami/istri dan tentu anak – anak ikut serta…acara belanja segera berubah menjadi acara piknik  🙂

Sering kali kita terjebak dengan diri sendiri dengan tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan.…”something we must have” dengan “something good to have”, bedanya tipis sekali, dan kita cenderung menjadi sangat pemaaf untuk diri sendiri terhadap ketidakdisiplinan pemakaian uang.

Bank security

Jadi, siapa yang paling mungkin bisa “mencuri” uang kita di bank ? Mari…silahkan angkat jari telunjuk masing – masing  tinggi – tinggi.

.…waspadalah.…waspadalah.….   !!!   🙂

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s