Ikhtiar adalah perintah agama, asuransi syariah merupakan bentuk ikhtiar

asuransi jiwa syariah, merupakan bentuk ikhtiar sebab kita tidak mempunyai kuasa mengetahui masa depan…setiap manusia pasti meninggal dunia, dan tidak tahu kapan terjadinya

hadits-tirmidzi-trust-allah-but-tie-your-camel-tawakal-ikhtiar

Bismillahirrahmanirrahim. Kata ikhtiar berasal dari bahasa Arab  yang berarti memilih. Ikhtiar dapat diartikan berusaha, sebab pada hakikatnya orang yang berusaha berarti memilih. Adapun menurut istilah, berusaha dengan mengerahkan segala kemampuan yang ada untuk meraih suatu harapan dan keinginan yang dicita-citakan, ikhtiar juga juga dapat diartikan sebagai usaha sungguh-sungguh yang dilakukan untuk mendapatkan kebahagiaan hidup, baik di dunia atau di akhirat.

Beberapa dalil yang memerintahkan kita untuk berikhtiar antara lain:

Surat Al-Jumuah ayat 9-10 yang artinya: (9) Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
(10) Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak – banyak supaya kamu beruntung.

Hadits Al-Bukhori nomor 1378 yang artinya: Telah menceritakan kepada kami [Musa] telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [bapaknya] dari [Az Zubair bin Al ‘Awam radliallahu ‘anhu] dari Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh seorang dari kalian yang mengambil talinya lalu dia mencari seikat kayu bakar dan dibawa dengan punggungnya kemudian dia menjualnya lalu Allah mencukupkannya dengan kayu itu lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada manusia, baik manusia itu memberinya atau menolaknya”.

Saat kita sudah sakit, cara berikhtiar agar sembuh adalah berobat. Saat akan hujan, kita berikhtiar dengan membawa payung atau selalu menyimpan jas hujan di bawah jok sepeda motor. Saat seorang anak akan menghadapi ujian, anak ini akan berikhtiar dengan belajar lebih tekun dengan mengulangi belajar semua materi ujian. Berobat, membawa payung dan belajar adalah contoh ikhtiar, yang berbeda adalah kapan melakukannya…sebelum atau sesudah kejadian.

Apakah membawa payung di musim hujan dan belajar lebih tekun sebelum ujian adalah sesuatu yang berlebihan karena melakukan ikhtiar sebelum terjadinya kejadian ? Apakah ikhtiar sebelum terjadinya suatu kejadian adalah tindakan yang mendahului atau melawan takdir ? Jawaban logisnya tentu tidak, tindakan – tindakan tadi memang sudah seharusnya dilakukan, dan ini dinamakan persiapan. Suatu warga perkampungan melakukan gotong – royong menjelang musim hujan membersikan saluran air dan lingkungan, sebagai antisipasi atau mencegah banjir. Rumah yang ditinggikan untuk mencegah air banjir masuk tidak bisa diartikan pemilik rumah mengharapkan banjir terjadi, dan bila banjir terjadi sudah lebih siap.

Membawa payung dan belajar bukan juga suatu tindakan untung – untungan. Justru bila tidak membawa payung atau jas hujan pada musim hujan, tindakan ini adalah untung – untungan, kebanyakan orang yang tidak bersiap dan kehujanan mungkin akan bilang ini sudah takdir (berkilah, mencari alasan atau kambing hitam ?).

Saat seorang anak akan ujian, tentu dia berikhtiar belajar semua materi yang diajarkan, katakanlah semua bab dalam 1 buku…meskipun yang ditanyakan dalam ujian tentu tidak semuanya. Sang anak ini belajar semua materi karena keterbatasan dia sebagai manusia yang tidak punya kuasa untuk mengetahui masa depan, maka dia bersiap diri, dan memasrahkan kelulusannya pada Allah SWT, setelah berihtiar. Justru kalo ada ada anak yang tidak belajar atau sekedar belajar separuh buku, ini namanya untung – untungan dan kemudian akan berdalih pada takdir bila tidak lulus ujian nantinya.

Demikian pula asuransi jiwa syariah, merupakan bentuk ikhtiar sebab kita tidak mempunyai kuasa mengetahui masa depan. Setiap manusia pasti meninggal dunia, dan tidak tahu kapan terjadinya. Arti asuransi jiwa syariah bagi sebuah keluarga adalah proteksi penghasilan keluarga, sebuah ikhtiar dan persiapan. Kepala keluarga atau pencari nafkah utama, tidak kebal dari kematian yang pasti terjadi, dan tidak tahu kapan terjadinya. Memiliki asuransi jiwa syariah gunanya untuk anak dan istri yang ditinggalkan, sebagai warisan…supaya mereka bisa berikhtiar dengan lebih baik dalam melanjutkan kehidupannya sepeninggal kepala keluarga atau pencari nafkah utama.

Dalam suatu musibah kapal tenggelam, seorang ahli renang pun akan memiliki tingkat keselamatan yang lebih tinggi bila menggunakan pelampung, menghadapai terpaan angin, terjangan gelombang laut dan perubahan cuaca. Dia mungkin sangat ahli berenang, namun bertahan di lautan luas juga membutuhkan kekuatan dan stamina, pelampung akan membuatnya menghemat banyak tenaga dan bisa mempertahankan diri dari cobaan alam dengan lebih baik. Suatu keluarga yang sudah memiliki tabungan warisan, akan lebih siap dan bisa mempunyai kesempatan lebih tinggi melanjutkan kehidupan dengan tetap layak bila sewaktu – waktu sang kepala keluarga atau pencari nafkah utama meninggal dunia.

happy-family-silhouette1Hadits Al-Bukhori nomor 6236 yang artinya: Telah menceritakan kepada kami [Al Humaidi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] Telah menceritakan kepada kami [Az Zuhri] mengatakan; telah mengabarkan kepadaku [Amir bin Sa’d bin Abi Waqqash] dari [ayahnya] mengatakan; Aku pernah sakit parah di Makkah hingga rasanya berada di ujung kematian. Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam menjengukku. Maka Saya bertanya; ‘Wahai Rasulullah, saya mempunyai harta yang melimpah ruah, dan tak ada yang mewarisiku selain anak perempuanku bagimana kalau aku sedekahkan dua pertiganya? ‘ Nabi menjawab: “jangan”. Saya bertanya lagi; ‘Bagaimana kalau separoh? ‘ Nabi menjawab: “jangan”. Saya tanyakan lagi; ‘Bagaimana kalau sepertiganya? ‘ Nabi menjawab: “Sepertiga itu banyak, Sesunguhnya jika engkau tinggalkan anakmu dalam keadaan berkecukupan, itu lebih baik bagimu daripada kamu tinggalkan mereka dengan kondisi papa sehingga meminta-minta kepada sesama manusia. Sesungguhnya apa yang kamu nafkahkan dengan maksud untuk mencari ridha Allah pasti kamu diberi pahala, termasuk apa yang dimakan oleh istrimu.”

Allianz syariah mempunyai program asuransi jiwa yang membantu keluarga Anda mempersiapkan dana warisan dalam waktu yang sangat cepat, cara yang efisien, biaya yang paling murah, dan sangat efektif kegunaannya di masa terjadinya musibah meninggal dunia pada kepala keluarga/pencari nafkah utama. Cukup mulai dari 10 ribu per hari, Anda akan mempunyai asuransi jiwa dengan maslahat yang sangat besar. Contoh, Usia 34 menabung di Bank Syariah 10 ribu/hari dengan bagi hasil setara 10%, akan dapat 750 juta saat usia 70 tahun…menabung di Allianz 10 ribu/hari dapat tabungan warisan 750 juta dalam waktu proses 2 sampai dengan 3 minggu.

Punya keraguan tentang ke-halal-an asuransi syariah ? Silahkan klik gambar berikut ini dan pelajari artikel – artikelnya.

Allianz Syariah 4

Fatwa halal asuransi jiwa syariah ditetapkan pada tahun 2001 oleh MUI, ditandatangani oleh Ketua MUI 2000-2014 dan sekaligus Rais Aam PBNU, (alm) KH Sahal Mahfudh.

Jika Anda bisa menyisihkan 10 ribu rupiah per hari, itu adalah suatu pertanda jelas bahwa Anda diberi kemampuan untuk bisa berikhtiar sesegera mungkin mempersiapkan dana warisan secara cepat, efisien, termurah, dan efektif melalui asuransi jiwa syariah Allianz.

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.
logo-allianz-surabaya
HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com
 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s