Allianz Global Wealth Report 2015: Distribusi Kekayaan di Indonesia Belum Merata

  • Distribusi kekayaan di Indonesia paling tidak merata dibandingkan negara-negara Asia lainnya
  • Deposito masih merupakan kelas aset yang paling populer bagi masyarakat Indonesia

gwr-2015

Allianz dalam rilis Global Wealth Report edisi ke-enam, di tahun 2015, melaporkan situasi aset dan hutang dari biaya rumah tangga di lebih dari 50 negara. Pada laporan ini terdapat tiga pencapaian terbesar dalam pengembangan aset finansial yang terjadi di tahun 2014. Pertama, aset finansial bersih global pada biaya rumah tangga melampaui angka 100 triliun euro. Kedua, untuk pertama kalinya aset finansial Tiongkok melampaui Jepang. Ketiga, jumlah orang yang masuk di kelas menengah secara global mencapai melebihi 1 milliar.

Salah satu hal menarik yang dipaparkan dalam laporan ini adalah mengenai tingkat distribusi kekayaan, yang tidak hanya dilihat antar negara, namun juga per negara. Untuk menunjukkan bagaimana distribusi kekayaan terjadi di dalam suatu negara, maka digunakan Koefisien Gini untuk masing-masing negara. Negara-negara di Asia memiliki rata-rata Koefisien Gini sebesar 62,7, dimana rata-rata Koefisien Gini untuk seluruh negara sebesar 63,8. Artinya, rata-rata negara-negara di Asia memiliki kemerataan distribusi kekayaan yang cukup baik. Namun demikian, Koefisien Gini untuk Indonesia adalah sebesar 73,6 dan merupakan yang tertinggi di Asia. Hal ini mengindikasikan terjadinya distribusi kekayaan yang tidak merata. Berada di bawah Indonesia secara berturut-turut adalah Malaysia (69.6), Thailand (67.4) dan India (65.5). Sedangkan Tiongkok menjadi negara Asia yang memiliki Koefisien Gini terbaik (52.2) disusul oleh Korea Selatan (53.4).  Indikator ini menyimpulkan bahwa Indonesia memerlukan adanya perubahan substansial dan struktural serta terus mengoptimalkan pertumbuhan untuk memperbaiki distribusi kekayaan di antara penduduknya.

”Bagi kami sebagai salah satu pemain di industri asuransi, indikator ini menjelaskan mengapa penetrasi asuransi di negara ini berjalan sangat lambat selama ini. Situasi inilah yang membuat kami harus selalu melakukan inovasi agar konsep dan produk serta layanan asuransi dapat tetap menjangkau penduduk Indonesia secara merata,“ ujar Joachim Wessling, Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia.

Sejak tahun 2006, Allianz telah mempelopori distribusi produk asuransi mikro yang mampu menjangkau hingga ke lapisan masyarakat menengah ke bawah. “Kami berharap dan terus optimis jika distribusi kekayaan menjadi lebih merata di masa depan, maka akan berdampak pada peningkatkan penetrasi produk-produk asuransi non-mikro yang kami miliki, karena penduduk Indonesia sudah memahami dan mengalami perlindungan asuransi sebelumnya,“ lanjutnya.

gwr1

Hal menarik lainnya di dalam laporan ini terkait dengan klasfikasi aset terhadap aset keuangan bruto. Dikatakan bahwa deposito masih menjadi kelas aset yang paling populer di kawasan Asia yakni mencapai 50,9% dari aset keuangan bruto. Dalam analisanya, hal ini disebabkan oleh sistem keuangan di sebagian besar negara-negara Asia masih belum matang, sehingga akses kepada institusi layanan keuangan selain bank masih rendah. Seperti misalnya di Indonesia dan India, yang dilaporkan  memiliki porsi penempatan aset keuangan pada sekuritas yang masih sangat rendah. Di Indonesia, penempatan untuk deposito sebesar 63,8% dari aset keuangan bruto, sedangkan sekuritas hanya sebesar 13%. Sedangkan penempatan aset di produk asuransi dan dana pensiun masih lebih besar dengan 20,3% dari aset keuangan bruto.

”Meskipun di Indonesia penempatan aset keuangan pada sektor investasi sekuritas masih belum tinggi, namun kami melihat minat masyarakat Indonesia untuk melakukan investasi terus meningkat. Bagi para investor yang memiliki profil risiko moderat, reksa dana pada fixed incomemasih menarik, sedangkan untuk investor dengan profil risiko agresif dengan jangka investasi yang panjang saatnya untuk top up  reksa dana saham mereka,“ ujar Alan Darmawan, Direktur Allianz Life Indonesia yang bertanggung jawab di bidang investasi.

gwr2

 

Sumber1

Sumber2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s