Perusahaan Asuransi Masih Mengandalkan Agen Untuk Mendapatkan Pelanggan

AAJIAgen asuransi masih berkontribusi sangat besar dari pemasukan premi perusahaan asuransi di Indonesia terlepas dari peningkatan jumlah polis baru-peserta asuransi yang  ikut pertama kali-yang diproses lewat saluran perbankan, atau bancassurance, menurut Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)

Ketua AAJI Hendrisman Rahim mengatakan agen memainkan peran terbesar dalam mendapatkan pelanggan, diikuti oleh bancassurance dan berbagai saluran seperti telemarketing.

“Data kami menunjukkan bahwa agen menyumbang hampir 50 persen dari tahun lalu Rp 121.000.000.000.000 [US $ 8.850.000.000] premi asuransi jiwa,” katanya, menambahkan bahwa AAJI bertujuan untuk memiliki 500.000 agen sampai dengan akhir tahun 2015, dan 1 juta agen pada 2020.

Sebanyak 454.706 agen asuransi jiwa berlisensi tercatat di Juni 2015, meningkat 27,46 persen dari 356.731 agen tercatat di 2013. Pertumbuhan rata-rata tahunan sejak 2013 mencapai 17 persen, menurut data asosiasi.

(Pejabat Sementara) Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengungkapkan bahwa kontribusi oleh agen itu diikuti oleh bancassurance di sekitar 48 persen sementara sisanya berasal dari sumber lain, termasuk telemarketing.

“Namun, saya ragu bahwa pemasaran online akan bekerja untuk pelanggan Indonesia dalam waktu dekat karena saat ini mereka lebih memilih untuk memiliki pertemuan tatap muka sebelum memutuskan untuk membeli produk asuransi,” katanya.

Togar melanjutkan dengan mengatakan bahwa pemasaran online akan bekerja hanya jika pelanggan Indonesia sepenuhnya melek istilah – istilah dalam dunia asuransi.

MDRTMeningkatnya jumlah agen asuransi jiwa juga telah menyebabkan kenaikan dalam keanggotaan Million Dollar Round Table (MDRT).

MDRT – juga dikenal sebagai the Premiere Association of Financial Professionals – adalah sebuah asosiasi agen asuransi profesional dari seluruh dunia.

Didirikan pada tahun 1927, asosiasi ini sekarang telah memiliki lebih dari 38.000 profesional keuangan dan asuransi jiwa dari sekitar 450 perusahaan di 74 negara sebagai anggotanya.

Untuk menjadi anggota, agen harus menhasilkan nilai premi sebesar Rp 543.480.000 per tahun dan selanjutnya Rp 1,63 miliar dan Rp 3,26 miliar untuk memenuhi syarat sebagai anggota dengan kualifikasi Court of Tabel (COT) dan Top of the Table (TOT) , masing-masing.

Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pendapatan premi bersih asuransi jiwa per Juni 2015 sebesar Rp 49.320.000.000.000, melompat lebih dari 130 persen dari Rp 20.750.000.000.000 tercatat pada Maret.

Chairman MDRT Indonesia, Lucy Dewani, mengatakan bahwa asosiasi nya ditujukan untuk mendidik agen asuransi jiwa untuk menjadi agen profesional dan sukses.

“Kami siap untuk memberikan pelatihan dan menyebarkan informasi tentang manfaat menjadi anggota kepada para agen berbagai perusahaan asuransi Indonesia,” katanya, menambahkan bahwa perusahaan asuransi patungan modal asing, seperti Allianz, Prudential, dan AIA, sudah familiar dengan asosiasinya.

Lebih dari 860 agen Indonesia adalah anggota MDRT. Meskipun ini hanya mewakili 0,19 persen dari total jumlah agen di Indonesia, jumlah ini adalah yang tertinggi kedua di kawasan Asia Pasifik.

Filipina berada di puncak peringkat dengan 1.240 anggota MDRT, Thailand berada di urutan ketiga dengan 854 anggota, Singapura dan Malaysia dengan 845 dan 672 anggota, masing – masing.

Sumber :

http://www.thejakartapost.com/news/2015/08/15/life-insurance-firms-still-rely-agents-win-customers.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s