Tinjauan Biaya – Biaya Kanker secara Sosial dan Ekonomi

http://www.thejakartapost.com/news/2015/08/21/cancer-costs-se-asia-socially-economically.html

“Terungkap data dari 9513 pasien kanker, setelah 12 bulan, 48 persen mengalami masalah keuangan serius dan 29 persen meninggal dunia”

cancer smallSebuah tinjauan ilmiah yang baru saja dirilis oleh George Institute for Global Health menunjukkan adanya peningkatan persebaran penyakit kanker yang akan menjadi beban luar biasa bagi masyarakat dan sistem kesehatan di  negara – negara Asia Tenggara.

Dirilis di Indonesia pada hari Kamis, hasil penelitian yang dilakukan di Indonesia, Vietnam, Malaysia, Thailand, Myanmar, Filipina, Kamboja dan Laos ini mengindikasikan bahwa penuaan populasi dan beban penyakit kanker yang meningkat sedang mengarah kepada resiko penyakit kanker menjadi epidemi yang bisa menghancurkan wilayah tersebut.

Riset dari ACTION ( The ASEAN Costs in Oncology ), yang dilakukan pada tahun 2012 – 2014, mempelajari biaya pengobatan kanker untuk 9513 pasien di delapan negara. Ini bertujuan untuk menilai dampak kanker pada kesejahteraan ekonomi rumah tangga, kelangsungan hidup pasien dan kualitas hidup.

Terungkap data dari 9513 pasien kanker, setelah 12 bulan, 48 persen mengalami masalah keuangan serius dan 29 persen meninggal dunia. Masalah keuangan serius didefinisikan sebagai keharusan menghabiskan 30 persen atau lebih dari pendapatan keluarga untuk hal – hal di luar perencanaan keuangan keluarga, dalam hal ini untuk biaya pengobatan kanker.

Selain itu, 44 persen pasien yang bertahan dari penyakit kanker mengalami kesulitan ekonomi sebagai akibat dari kanker mereka, yang secara mayoritas akhirnya terpaksa menggunakan tabungan hidup mereka.

“Biaya kanker tidak hanya mempengaruhi pasien, tetapi juga keluarga dan masyarakat secara keseluruhan,” kata Mark Woodward, profesor biostatistik dari George Institute for Global Health.

Studi ACTION juga memberikan bukti bagi negara-negara untuk mempunyai kebijakan dan peraturan publik guna meningkatkan akses ke perawatan kanker, dan memberikan perlindungan finansial yang memadai dari beban biaya penyakit.

“Kami berharap bukti dari studi ACTION akan membantu pemerintah negara-negara di Asia Tenggara untuk mengembangkan strategi dan kebijakan untuk memerangi kanker dalam jangka panjang,” ujar Woodward.

Dengan pertumbuhan beban dari semua jenis kanker di wilayah ini, tindakan mendesak yang segera diperlukan untuk melindungi masyarakat dari beban keuangan akibat perawatan penyakit dan untuk mengurangi dampak dari hilangnya produktivitas ekonomi.

Terdapat juga kebutuhan mendesak untuk membuat dan lebih memanfaatkan jaring pengaman sosial yang ada untuk melindungi warga dari kemiskinan dan kesulitan ekonomi setelah diagnosa kanker, khususnya di masyarakat sosial ekonomi yang kurang beruntung.

“Ketika kita melihat data, kita dapat melihat bahwa biaya yang terkait dengan penyakit tidak menular, seperti kanker, adalah pemicu yang signifikan dari kemiskinan di wilayah tersebut. Dengan menciptakan dan memanfaatkan jaring pengaman sosial, pemerintah dapat mencegah warganya dari kemiskinan dan kesulitan ekonomi setelah didiagnosa menderita kanker, “Woodward menyoroti. Ia berharap dengan hasil dan temuan dari studi ini, pemerintah akan mampu merumuskan strategi untuk mengendalikan kanker dan menjaga produktivitas masyarakat dan ekonomi mereka.

Nirmala Bhoo-Pathy, epidemiologi kanker dari University of Malaya, berbagi contoh bahwa rata-rata, biaya pengobatan untuk kanker payudara – kanker yang paling umum ditemukan dalam studi ini – bisa mencapai hingga US $ 15.000 per tahun.

“Bagi pasien berpenghasilan $ 1.100 per bulan atau lebih rendah, menjadi sangat sulit untuk membayar pengobatan mereka. Dengan rata-rata PDB [produk domestik bruto] per kapita pada 2014 untuk delapan negara sebesar $ 3,553.75, maka kebanyakan pasien kanker harus menggunakan uang dari tabungan mereka dan mengalami kesulitan keuangan dalam menjaga kualitas hidup mereka,” ujarnya.

Data dari penelitian menunjukkan bahwa hampir 88 persen dari pasien kanker didiagnosa pada saat sedang menderita stadium dua sampai dengan stadium empat kanker, sedangkan hanya 12 persen dari mereka yang didiagnosa pada tahap pertama.

Diperkirakan bahwa ada lebih dari 770.000 kasus baru kanker dan 527.000 kematian akibat kanker di wilayah ASEAN pada tahun 2012. Pada tahun 2030, jumlah kasus baru diperkirakan akan meningkat sekitar 70 persen mencapai 1,3 juta.

Nirmala menyoroti bahwa untuk memerangi kanker secara efektif, negara-negara ASEAN perlu untuk mengimplementasikan program kontrol kanker nasional dalam sistem kesehatan yang ada, terutama dengan meningkatkan deteksi dini.

“Jika kita ingin memprioritaskan tindakan kita, deteksi dini adalah salah satu yang paling tepat yang akan memberikan dampak yang paling dalam mengendalikan kanker,” katanya.

Di Indonesia, studi ACTION mulai pada tahun 2012 yang melibatkan 12 rumah sakit besar untuk memantau 2.335 pasien kanker – seperempat dari total jumlah pasien yang terlibat dalam penelitian ini.

Dosen kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany, mengakui bahwa pengendalian kanker belum diprioritaskan oleh pemerintah Indonesia.

Namun, ia menghargai upaya Pemerintah Indonesia yang sejalan dengan rekomendasi dari studi ACTION. Pemerintah Indonesia telah menerapkan program deteksi dini kanker di klinik kesehatan lokal dan puskesmas, sedangkan tahun lalu Pemerintah meluncurkan program jaminan kesehatan masyarakat secara nasional.

“Hal ini telah membantu untuk membuka akses ke layanan kesehatan bagi pasien, dan merupakan awal yang baik menuju perawatan pasien kanker,” kata Hasbullah.

SmartMed Premier Allianz, adalah asuransi kesehatan Allianz yang mengcover semua biaya rawat inap sampai dengan 6 milyar per tahun, asuransi kesehatan terbaik dari Allianz

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.
logo-allianz-surabaya
HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s