Sosok Penanda tangan Fatwa Asuransi Syariah: (alm) KH Sahal Mahfudh

“asuransi syariah telah mendapatkan fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)”

allianz syariahSampai saat ini banyak pendapat yang mempertanyakan kehalalan asuransi syariah, dari berbagai sudut pandang dengan dalilnya. Saya memahami ada beberapa hal dalam asuransi konvensional yang membuatnya berat untuk bisa dikatakan halal, namun untuk cara – cara yang diterapkan dalam asuransi syariah, saya meyakini bahwa asuransi syariah adalah halal.

Dalam asuransi syariah, saya meyakini, tidak ada prinsip dasar agama yang dilanggar, tidak ada pihak yang dirugikan, tidak ada unsur penipuan di dalamnya, lebih (sangat) besar manfaatnya daripada mudharatnya, dan terutama sekali, asuransi syariah telah mendapatkan fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Tidak ada kesempurnaan di dunia ini….mungkin asuransi syariah yang ada perlu peningkatan, namun apa yang ada sekarang sudah dapat dipertanggungjawabkan kehalalannya. Kajian tentang kehalalan asuransi syariah dapat ditemui disini https://proteksikeluargasyariah.com/2015/09/20/37/

Tulisan kali ini akan mengangkat biografi sosok Ketua MUI pada saat fatwa halal asuransi syariah dikeluarkan, (alm) KH Sahal Mahfudh.  Beliau adalah Ketua MUI tahun 2000-2014, dan pada saat yang sama juga menjabat sebagai Rais Aam PBNU. Dari tulisan – tulisan yang saya baca tentang Beliau, saya meyakini Beliau mempunyai keilmuan yang mumpuni dan seorang ulama yang memegang teguh prinsip – prinsip Islam yang lurus, menjadikan citra tentang dirinya semakin dihormati oleh umat Islam di luar simpatisan NU. Karenanya saya percaya fatwa tentang halalnya asuransi syariah telah mengalami kajian yang mendalam dan seksama. Lanjutkan membaca Sosok Penanda tangan Fatwa Asuransi Syariah: (alm) KH Sahal Mahfudh

Perusahaan Asuransi Masih Mengandalkan Agen Untuk Mendapatkan Pelanggan

AAJIAgen asuransi masih berkontribusi sangat besar dari pemasukan premi perusahaan asuransi di Indonesia terlepas dari peningkatan jumlah polis baru-peserta asuransi yang  ikut pertama kali-yang diproses lewat saluran perbankan, atau bancassurance, menurut Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)

Ketua AAJI Hendrisman Rahim mengatakan agen memainkan peran terbesar dalam mendapatkan pelanggan, diikuti oleh bancassurance dan berbagai saluran seperti telemarketing.

“Data kami menunjukkan bahwa agen menyumbang hampir 50 persen dari tahun lalu Rp 121.000.000.000.000 [US $ 8.850.000.000] premi asuransi jiwa,” katanya, menambahkan bahwa AAJI bertujuan untuk memiliki 500.000 agen sampai dengan akhir tahun 2015, dan 1 juta agen pada 2020.

Sebanyak 454.706 agen asuransi jiwa berlisensi tercatat di Juni 2015, meningkat 27,46 persen dari 356.731 agen tercatat di 2013. Pertumbuhan rata-rata tahunan sejak 2013 mencapai 17 persen, menurut data asosiasi. Lanjutkan membaca Perusahaan Asuransi Masih Mengandalkan Agen Untuk Mendapatkan Pelanggan

Unit Link vs Termlife 20 Tahun : Unit Link Allianz Lebih Murah

“tulisan ini memberikan data dan masukan kepada siapa pun, bahwa unit link Allianz murah dan merupakan pilihan yang sangat baik untuk kebutuhan proteksi.”

Risk InsuranceTulisan ini asalnya dari pertanyaan (calon) nasabah, dimana pada
awalnya nasabah tersebut menanyakan tentang asuransi kesehatan Allianz murni. Karena nasabah tersebut menginginkan perawatan dengan harga kamar di atas sejuta, saya memberikan rider kesehatan unit link sebagai alternatif. Saat mendengar unit link, nasabah tersebut seperti sudah antipati, dan sudah bisa saya tebak, asumsi nasabah itu asalnya dari ulasan para perencana keuangan yang tidak menyarankan unit link, karena (katanya) mahal.

Ulasan para perencana keuangan tersebut juga salah satu alasan yang menggerakkan saya membuat tulisan ini. Saya membaca pada umumnya unit link sudah divonis oleh para perencana keuangan sebagai jenis asuransi yang mahal, dan disarankan untuk dijauhi. Tulisan ini merupakan tanggapan atas pendapat tersebut, tulisan ini memberikan data dan masukan kepada siapa pun, bahwa unit link Allianz murah dan merupakan pilihan yang sangat baik untuk kebutuhan proteksi.

Salah satu bagian dari tulisan ini adalah perbandingan antara unit link Allianz dan salah satu produk asuransi termlife. Demi keobyektifan perbandingan ini saya akan menyertakan link web yang memuat informasi pembanding, dan apa yang saya ulas, saya usahakan persis sama kondisinya, sehingga berimbang kuantitas dan kualitas datanya.

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk memberikan klarifikasi kepada masyarakat bahwa unit link Allianz murah, dan sama sekali tujuan saya bukan untuk merendahkan produk lain. Jika tulisan ini memuat produk atau link website di luar Allianz, saya harap semua memakluminya dan tidak berpikir secara negatif. Saya tidak bisa melakukan perbandingan secara virtual tanpa memberikan data, dan sekali lagi perbandingan yang saya tampilkan sekedar untuk kepentingan kaidah keilmuan belaka, dengan tanpa maksud merendahkan suatu produk yang lain. Tulisan ini sangat terbuka untuk saran, masukan dan kritik yang membangun.

Calon nasabah bernama Bpk Dermawan, profesi sebagai konsultan, tidak merokok dan usia 33 tahun. Saya akan memberikan contoh dua premi, dengan 2 UP jiwa yang berbeda.

Tabel termlife yang tersedia, mengcover kontrak 20 tahun. Terdapat dua contoh premi yang diambil dari tabel termlife, yaitu UP jiwa 1,6M dengan premi tahunan 5,968,000; dan UP jiwa 3M dengan premi 11,190,000 ; nilai yang dibahas ditandai warna merah dan biru di bawah ini.

Tabel Termlife

Sumber tabel

Di unit link Allianz, premi Allianz akan (seolah – olah) lebih mahal; UP jiwa 1,6M mensyaratkan premi tahunan sebesar 7,350,000 (lebih mahal 1,382,000 dari asuransi termlife); sementara UP jiwa 3M mensyaratkan premi tahuan sebesar 13,5 juta (lebih mahal 2,310,000 dari asuransi termlife).

1_proteksi

2_proteksi

Memang lebih mahal, dan saya katakan seolah – olah, karena cerita tidak berhenti disini. Di unit link Allianz, akan ada nilai investasi yang terbentuk setelah beberapa tahun. Di sisi asuransi termlife, selisih pembayaran premi tahunan antara unit link dan asuransi temlife akan diinvestasikan di reksadana dalam jangka waktu yang sama, 20 tahun atau 10 tahun seperti contoh di bawah. Perhitungan hasil investasi reksadana, dilakukan dengan calculator investasi online, yang bisa diakses disini.

Mari kita lihat 2 skenario besar ini.

A, Tertanggung hidup

Bapak Dermawan setelah 20 tahun (di usia 53) masih sehat wal afiat; karena Bapak Dermawan sebagai tertanggung masih hidup, nilai uang pertanggungan asuransi tidak cair, dan mari kita lihat besar nilai perkembangan investasi unit link dan dari reksadana yang dananya berasal dari selisih premi asuransi unit link dan asuransi termlife, setelah 20 tahun.

Tabel perkembangan nilai investasi dari temlife dan unit link saat usia Bpk Dermawan 53 tahun dapat dilihat berikut ini, dengan menggunakan rate investasi yang sama, 13%

tabel compare hidup
Tabel hasil investasi setelah 20 tahun, terlihat hasil investasi unit link Allianz lebih tinggi

Detail hitungan bisa dibuktikan disini, klik di bawah

Reksadana termlife 1 Hidup
Unit link Allianz 1 Hidup

Reksadana termlife 2 Hidup
Unit link Allianz 2 Hidup

B, Tertanggung Meninggal Dunia

Bapak Dermawan setelah 10 tahun (di usia 43) meninggal dunia; karena Bapak Dermawan sebagai tertanggung meninggal dunia, nilai uang pertanggungan asuransi cair, baik dari skema unit link atau termlife, Bapak Dermawan akan menerima nilai uang pertanggungan yang sama.

Dan mari kita lihat besar nilai perkembangan investasi unit link dan dari reksadana yang dananya berasal dari selisih premi asuransi unit link dan asuransi termlife, setelah 10 tahun….nilai investasi ini juga akan diterima oleh ahli waris Bapak Dermawan, selain uang pertanggungan jiwa.

Tabel perkembangan nilai investasi dari temlife dan unit link saat Bpk Dermawan meninggal di usia 43 tahun dapat dilihat berikut ini, dengan menggunakan rate investasi yang sama, 13%

tabel compare meninggal
Tabel hasil investasi setelah 10 tahun, terlihat hasil investasi unit link Allianz lebih tinggi

Detail hitungan bisa dibuktikan disini, klik di bawah

Reksadana termlife 1 Meninggal
Unit link Allianz 1 Meninggal

Reksadana termlife 2 Meninggal
Unit link Allianz 2 Meninggal

(Perlu pembaca ketahui, dimana pun nilai investasi tidak pernah bisa dijanjikan. Investasi berbeda dengan tabungan, dengan resiko yang lebih tinggi, dan tentu saja kemungkinan hasil yang jauh lebih bagus daripada tabungan. Nilai 13% ini adalah untuk keperluan perbandingan produk, dan merupakan nilai tengah rate investasi di unit link Allianz ekuitas.)

Baik dari skema A (tertanggung hidup di usia 53 tahun) atau skema B (tertanggung meninggal dunia di usia 43 tahun); terlihat (seolah – olah saja) premi yang dibayar nasabah unit link Allianz lebih tinggi, TAPI pada akhirnya nasabah akan menerima nilai uang yang lebih tinggi jika dibandingkan nasabah mengikuti asuransi termlife dan reksadana dengan total nilai belanja yang sama dengan nilai premi unit link. Jadi total bayar sama, nasabah unit link Allianz akan mendapatkan hasil yang lebih tinggi.

Selain itu, bila Bapak Dermawan masih hidup di usia 53 tahun dan mengikuti unit link Allianz, beliau tidak perlu repot mencari atau memperpanjang asuransi lagi, karena unit link Allianz bersifat perpanjang otomatis setiap tahun, sampai usia 100 tahun.  Hanya diperlukan proses penerbitan polis di usia 33 tahun, dan itu akan berlaku sampai usia 100 tahun.

Sebagian orang mencibir (lagi2 kebanyakan para perencana keuangan), memiliki asuransi sampai usia 100 tahun tidak ada gunanya dan malah menjadi beban. Pandangan ini berlebihan dan melupakan satu hal, ikut unit link Allianz sampai  usia 100 tahun ini sekedar opsi. Kapan pun bila Bapak Dermawan merasa sudah tidak mempunyai tanggungan lagi, misal semua anak sudah dewasa, mandiri dan mapan, Bapak Dermawan setiap waktu bisa berhenti, dan menarik nilai uang investasi dari asuransi unit link Allianz.

Opsi yang lebih indah, meski tidak mempunyai tanggungan lagi, tujuan Bapak Dermawan mengikuti asuransi unit link Allianz dapat diubah menjadi untuk tujuan sosial, dimana pada saat meninggal, uang pertanggungan nantinya dihibahkan kepada lembaga sosial atau keagamaan, sebagai amalan baik Bapak Dermawan.

Opsi – opsi ini masih lebih baik daripada Bapak Dermawan di usia 53 tahun harus membayar premi yang lebih mahal dan atau harus menjalani serangkaian tes medis saat akan memperpanjang atau mencari polis asuransi. Secara rata – rata pada usia 53 tahun, seorang kepala keluarga masih memiliki tanggungan keluarga dan masih memerlukan proteksi penghasilan dan aset.

Kelebihan lain unit link Allianz, bila nilai investasi sudah terbentuk dan cukup, nasabah dapat mengajukan cuti premi dan tetap dapat menikmati maslahat proteksi asuransinya. Langkah ini saya sarankan hanya dilakukan bila sangat perlu dan mendesak saja, dan segera membayar premi lagi bila keadaan ekonomi keluarga sudah membaik.

Asuransi unit link Allianz juga memiliki rider (manfaat tambahan) CI100, yang memberikan santunan kepada tertanggung terhadap 100 kondisi penyakit kritis dari tahap awal, sampai dengan usia 100 tahun. Rider penyakit kritis seperti ini hanya ada di unit link Allianz.

Jadi, unit link Allianz adalah pilihan yang sangat baik untuk kebutuhan asuransi Bapak dan Ibu. Termurah, fitur yang memudahkan nasabah, dan rider yang terbaik.

Jangan lagi melakukan penundaan dan meragukan kualitas asuransi unit link Allianz….Asuransi jiwa merupakan cara terbaik mempersiapkan tabungan warisan. Di Allianz, Anda dapat mempersiapkan dana warisan dengan asuransi jiwa Allianz, mulai dari premi setara 5000 rupiah per hari.

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.
logo-allianz-surabaya
HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com

Pekerjaan Paling Berbahaya

“Dua penelitian tadi merupakan gambaran penjelasan tentang sebab jalan raya menjadi tempat yang lebih berbahaya daripada medan perang”

Truck PersebayaBila Anda tiap hari mengemudikan kendaraan bermotor di jalan raya, itu sudah menjadi alasan yang sangat bagus bahwa Anda perlu mempunyai asuransi jiwa dan kecelakaan, karena jalan raya lebih berbahaya daripada medan perang. Tulisan ini dibuat bukan karena saya agen asuransi, dan bukan mengada – ada untuk menakut – nakuti, tapi tujuan tulisan ini untuk menjadi pengingat kepada kita berdasarkan data dan fakta, bahwa dengan mengemudi di jalan raya tiap hari, kita berada selalu sangat dekat dengan musibah.

Alhamdulillah, menginjak tahun ke-14 bekerja di industri migas, sampai saat ini saya dan tim masih memiliki catatan keselamatan kerja yang sangat baik, yaitu NOL (angka NOL). Targetnya memang tidak banyak dan sangat mudah diingat, angka NOL, yang artinya NOL angka kecelakaan kerja. Sepintas terlihat sederhana, namun di balik itu perlu usaha dan upaya sungguh – sungguh dalam mewujudkannya.

Dalam industri ini, semua aturan dibuat ketat dan jelas, sebab terdapat banyak hal dalam industri ini yang memiliki potensi untuk mencelakai atau membuat cidera pekerjanya…sifat bahayanya banyak yang laten atau tersembunyi, yang bila pekerja tidak selalu waspada, dapat mengancam keselamatan bahkan nyawa sang pekerja.

Salah satu hal paling berbahaya di industri migas dan yang sangat diantisipasi untuk tidak terjadi kecelakaan kerja adalah suatu aktifitas yang lazim dilakukan oleh orang – orang kebanyakan, yaitu : mengemudi. Terlihat sepele dan mengada – ada, tapi memang demikian lah adanya. Mengemudi adalah kegiatan yang sangat berbahaya. Kejadian pertama yang membuat rekan saya kehilangan nyawanya saya lihat saat ditugaskan di Sumatra bertahun – tahun lalu, gara – gara mengemudi. Tidak hanya di industri migas. Mohon maaf dan tidak bermaksud untuk menyinggung siapa pun, belakangan ini penyebab utama para prajurit profesional TNI kita gugur dalam tugas, adalah pada saat melakukan perjalanan.

Ini tidak bersifat lokal, tapi juga global. Berdasarkan data dari WHO, organisasi kesehatan PBB, setiap tahun terdapat 1,24 juta jiwa meninggal karena kecelakaan di jalan, dengan 50 juta jiwa mengalami luka – luka dan cacat tetap. Angka ini, jauh melebihi angka korban perang teluk antara Irak – Iran, 1980 – 1988, dimana selama 8 tahun perang total korban jiwa adalah 1,2 juta jiwa. Secara global, korban kecelakaan berkendaraan dalam setahun lebih besar daripada korban perang selama delapan tahun. India menempati urutan pertama Negara dengan jumlah kematian terbanyak akibat kecelakaan lalu lintas, sementara Indonesia menempati urutan kelima.

Namun yang mencengangkan, Indonesia justru menempati urutan pertama peningkatan kecelakaan menurut data Global Status Report on Road Safety yang dikeluarkan WHO. Indonesia dilaporkan mengalami kenaikan jumlah kecelakaan lalu lintas hingga lebih dari 80 persen. Di Indonesia, jumlah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 120 jiwa per harinya. Tak berbeda jauh dengan di Nigeria, yang mengklaim 140 jiwa warganya tewas akibat kecelakaan setiap hari.

Spesialis Transportasi Bank Dunia Mustapha Benmaamar mengisahkan, di Jakarta kecelakaan lalu lintas setara dengan kecelakaan pesawat setiap pekannya. Namun ironisnya, kecelakaan lalu lintas di Jakarta nampaknya tidak menjadi masalah besar.

“Ketika sebuah kecelakaan pesawat terjadi, itu menjadi berita besar. Tapi di sini, orang-orang ini mati dalam diam,” ungkapnya. Lanjutkan membaca Pekerjaan Paling Berbahaya

Dua Ratus Juta Cell Muda untuk Saya Coba

“Jutaan cell muda itulah yang bertugas menggantikan cell saya yang sudah menua. Juga mengganti cell yang rusak. Termasuk mengganti cell yang sudah dihinggapi penyakit seperti kanker.”

dahlan-iskan”Saya harus percaya pada kemampuan anak muda ini,” pikir saya dalam hati.

Hari itu, hampir dua tahun lalu, saya membaca edisi khusus Jawa Pos yang amat tebal. Yang menampilkan prestasi puluhan anak muda Indonesia yang menakjubkan. Salah satunya wanita muda ini: Dr dr Purwati SpPD FINASIM.

Saat itu sebenarnya saya sudah mendaftarkan diri ikut ke Jerman dan Swiss. Untuk menjalani apa yang lagi mode di kalangan tertentu belakangan ini: stem cell. Lalu saya batalkan. Saya pun melakukan diskusi lanjutan: apakah benar sudah ada dokter kita yang ahli stem cell. Ternyata benar. Maka saya harus percaya pada kemampuan dokter muda dari RSUD dr Soetomo Surabaya itu.

Saya memang gelisah melihat betapa banyak orang kita yang ke Jerman atau Tiongkok untuk stem cell. Padahal yang di Jerman itu tidak murah: Rp 2,5 miliar. Belum termasuk tiket pesawat dan hotelnya. Itulah harga yang harus dibayar orang-orang yang takut tua. Atau takut terlihat tua. Lanjutkan membaca Dua Ratus Juta Cell Muda untuk Saya Coba

85 Persen Pasien Kanker dan Keluarga Bangkrut

“Kanker hanyalah salah satu contoh penyakit kritis. Lindungilah keluarga kita dengan asuransi penyakit kritis”

Pasien-Kanker-Bangkrut

Kanker hanyalah salah satu contoh penyakit kritis. Lindungilah keluarga kita dengan asuransi penyakit kritis, salah satu upaya mudah, cepat dan praktis dalam mengantisipasi akibat penyakit kritis.

Manfaatkanlah program CI100 Allianz untuk kebutuhan asuransi penyakit kritis Anda, yang mengcover 100 kondisi penyakit kritis sejak dari tahap awal.

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.
logo-allianz-surabaya
HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com

https://proteksikeluargasyariah.com/2015/12/25/punya-asuransi-kesehatan-terbaik-pun-masih-perlu-asuransi-penyakit-kritis/

https://proteksikeluargasyariah.com/2015/12/25/rider-penyakit-kritis-allianz-ci100-terbaik-untuk-anda/

Tinjauan Biaya – Biaya Kanker secara Sosial dan Ekonomi

http://www.thejakartapost.com/news/2015/08/21/cancer-costs-se-asia-socially-economically.html

“Terungkap data dari 9513 pasien kanker, setelah 12 bulan, 48 persen mengalami masalah keuangan serius dan 29 persen meninggal dunia”

cancer smallSebuah tinjauan ilmiah yang baru saja dirilis oleh George Institute for Global Health menunjukkan adanya peningkatan persebaran penyakit kanker yang akan menjadi beban luar biasa bagi masyarakat dan sistem kesehatan di  negara – negara Asia Tenggara.

Dirilis di Indonesia pada hari Kamis, hasil penelitian yang dilakukan di Indonesia, Vietnam, Malaysia, Thailand, Myanmar, Filipina, Kamboja dan Laos ini mengindikasikan bahwa penuaan populasi dan beban penyakit kanker yang meningkat sedang mengarah kepada resiko penyakit kanker menjadi epidemi yang bisa menghancurkan wilayah tersebut.

Riset dari ACTION ( The ASEAN Costs in Oncology ), yang dilakukan pada tahun 2012 – 2014, mempelajari biaya pengobatan kanker untuk 9513 pasien di delapan negara. Ini bertujuan untuk menilai dampak kanker pada kesejahteraan ekonomi rumah tangga, kelangsungan hidup pasien dan kualitas hidup.

Terungkap data dari 9513 pasien kanker, setelah 12 bulan, 48 persen mengalami masalah keuangan serius dan 29 persen meninggal dunia. Masalah keuangan serius didefinisikan sebagai keharusan menghabiskan 30 persen atau lebih dari pendapatan keluarga untuk hal – hal di luar perencanaan keuangan keluarga, dalam hal ini untuk biaya pengobatan kanker.

Selain itu, 44 persen pasien yang bertahan dari penyakit kanker mengalami kesulitan ekonomi sebagai akibat dari kanker mereka, yang secara mayoritas akhirnya terpaksa menggunakan tabungan hidup mereka.

Lanjutkan membaca Tinjauan Biaya – Biaya Kanker secara Sosial dan Ekonomi