Kartu Cashless Asuransi Kesehatan Saya

“Di balik kemudahan kartu cashless (tanpa uang) asuransi kesehatan ini, terdapat proses verifikasi yang agak memakan waktu dan prosesnya tidak secepat kartu kredit.”

cashlessSaya memiliki asuransi kesehatan yang disediakan oleh perusahaan migas tempat saya bekerja saat ini, yang bentuk dan sifatnya seperti kartu kredit. Tiap kali berobat, saya cukup menunjukkan ktp dan menyerahkan kartu ini kepada rumah sakit untuk digesek, dan saat selesai berobat kartu akan dikembalikan dan saya menandatangani lembar tagihannya. Simpel dan praktis.

Seperti saya ceritakan di SINI, awal – awal bekerja saya jarang menggunakan kartu ini, namun saat sudah berkeluarga, saya sering menggunakannya, terutama untuk istri dan anak – anak. Dua tahun lalu, pemakaian rawat jalan keluarga saya over limit, tahun lalu untuk rawat jalan, tinggal 3% lagi untuk over limit, dan tahun ini sepertinya saya bakal sering juga menggunakannya sebab ternyata kedua anak kembar saya masih memiliki banyak pr imunisasi yang harus dikejar.

Alhamdulillah, untuk rawat inap saya tidak pernah membayar dan over limit. Mungkin untuk beberapa hal kecil yang dianggap provider asuransi adalah “accessories” rawat inap yang saya harus membayar sendiri, dan ini jumlahnya sangat kecil sekali dibandingkan biaya rawat inap yang di-cover oleh provider asuransi. “Accessories” ini misalnya pampers dan vitamin.

Di balik kemudahan kartu cashless (tanpa uang) asuransi kesehatan ini, terdapat proses verifikasi yang agak memakan waktu dan prosesnya tidak secepat kartu kredit. Menurut saya, waktu ini meski ada, tidaklah lama, sekitar 10-20 menit. Pada kartu kredit, penjamin, entah itu Visa atau Mastercard, hanya melihat limit cukup atau tidak. Terkadang, Bank penerbit kartu kredit sangat teliti dan menelepon langsung, atau memblok sementara kartu kredit bila Bank penerbit mencurigai suatu atau beberapa transaksi yang tidak lazim.Saya pernah ditelepon Bank karena tiba – tiba saya bertransaksi fisik di Jambi, pertama kali saya berkunjung disana, dan Bank yang sama tiba – tiba memblok kartu saya saat secara periodik terdapat transaksi berjumlah kecil di luar negeri. Bank mungkin mencoba menelepon, tapi karena nomer saya tidak aktif untuk menghindari tarif roaming, mereka langsung mendisable kartu kredit saya….suatu pilihan dan tindakan yang sangat saya apresiasi untuk melindungi saya sebagai nasabahnya. Saya cukup menelepon dan memverifikasi kalo sedang dinas di luar negeri dan transaksi kecil – kecil itu bukan fraud, tapi itu gesekan saat makan siang atau makan malam. Saat itu saya sedang berada di negara yang budaya cashless nya sangat tinggi, dan bertransaksi menggunakan uang cash adalah hal yang tidak populer.

Lazimnya proses gesek kartu kredit sampai selesai butuh waktu sekitar 1-2 menit, tapi kartu kesehatan cashless jauh lebih lama, sekitar 10 – 20 menit dari input diagnosa, tindakan, dan obat yang diresepkan dilakukan oleh rumah sakit. Provider asuransi selain melihat limit kartu, juga akan melihat logika dan kelayakan dari klaim yang dilakukan secara online ini, makanya butuh waktu lebih.

Suatu kali saya pernah menunggu hampir 2 jam saat melakukan penutupan transaksi rawat inap anak saya yang hanya 2 hari, ini karena (menurut pendapat saya) saya dicurigai memanfaatkan layanan rawat inap untuk scanning kondisi anak saya. Secara sederhana, untuk tagihan belasan juta dalam 2 hari ini saya jelaskan per telepon ke Jakarta bahwa saya melakukan semuanya karena perintah dokter, kalo ada pertanyaan silahkan kontak dokternya yang sudah profesor itu dan jangan melakukan delay yang gak perlu ke nasabah….dan beberapa menit setelah telepon SLJJ itu semua tagihan langsung disetujui.

Terlihat meski cashless, ada proses yang memakan waktu, dan kadang ada usaha lebih yang harus dilakukan…tapi gak banyak kok waktunya, dan kalo pun ada ekstra usaha, itu tidak selalu, dan itu pun cuma telepon dan ngobrol ke provider….dan untuk semua kemudahan layanan kesehatan yang keluarga saya terima, waktu tunggu 10-20 menit itu gak seberapa, toh rumah sakitnya juga adem, ruang tunggunya enak dan bisa lihat tv kabel sambil nunggu.

Gak ada repotnya punya asuransi, dan banyak untung dan kelebihannya punya asurasi kesehatan cashless.

Mungkin istri sering gak sabar dan pengin cepat, saya ya bilang kalo sabar itu ada hadiahnya, daripada bayar kontan yang lebih cepat dan melakukan klaim kemudian, mending uangnya bisa untuk yang lain, belanja misalnya…dan kata “belanja” ini lumayan ampuh buat istri saya  🙂

SmartMed Premier Allianz, adalah asuransi kesehatan Allianz yang mengcover semua biaya rawat inap sampai dengan 6 milyar per tahun, asuransi kesehatan terbaik dari Allianz

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

logo-allianz-surabaya

HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s