Melindungi Nilai Ekonomi di Keluarga Kita

“Semua asset yang bernilai ekonomi harus dijaga agar nilai ekonominya tetap baik. Hidup manusia merupakan sebuah asset yang dapat mendatangkan pendapatan”

Sebuah lembaran uang kertas seratus ribu asli, mempunyai nilai berharga bukan karena kertas bahan pembuatnya, namun karena nilai yang sudah ditetapkan dan diakui secara sah oleh Pemerintah Indonesia sebagai alat pembayaran.

Suatu saat, bila uang kertas model ini perlahan mulai ditarik dan dinyatakan tidak berlaku lagi, maka uang kertas ini sudah kehilangan nilainya, meskipun secara fisik bentuknya tidak berubah. Mungkin saja, dan jangan sampai terjadi, Pemerintah Indonesia karena suatu alasan tertentu, meski uang ini secara fisik tidak berubah, menyatakan hanya mengakui nilai uang ini menjadi separuhnya.

Jadi, nilai uang ini bukan berasal dari fisiknya, tapi dari “roh” atau “jiwa” dari uang kertas tersebut yang berupa pengakuan dan pengesahan tentang nilainya.

Uang adalah asset, karena uang memiliki nilai ekonomi. Dalam bentuk yang lebih luas, asset tidak hanya uang, namun segala sesuatu yang memiliki nilai ekonomi adalah sebuah asset. Sebuah asset dapat bersifat tangible (bisa dilihat dan diraba) atau intangible (tidak dapat dilihat dan diraba). Rumah, mobil, uang, dan emas adalah contoh tangible asset. Sementara keterampilan, keahlian, kemampuan, bakat, dan pengalaman adalah contoh intangible asset.

Ayah di suatu keluarga adalah seorang kepala keluarga. Lazimnya, ayah adalah sang pencari nafkah utama, yang menjadi sumber pendanaan dari aktifitas dan kegiatan keluarga pada saat ini, atau rencana di masa depan. Dalam sudut pandang ini, ayah adalah suatu asset intangible bagi keluarga. Ayah memiliki bekal keterampilan, keahlian, kemampuan dan pengalaman dalam suatu bidang pekerjaan yang dapat menghasilkan rejeki yang halal bagi keluarganya.

Semua asset yang bernilai ekonomi harus dijaga agar nilai ekonominya tetap baik. Rumah dan mobil harus dirawat agar tidak rusak, uang dan emas harus disimpan dengan baik agar tidak hilang atau dicuri. Meski telah berupaya dengan baik untuk menjaga asset, suatu asset mungkin dapat rusak atau tidak dapat digunakan lagi karena sebuah kecelakaan atau kejadian yang tidak disengaja, atau musibah.

Kebajaran, banjir, gempa bumi, longsor, sakit, wabah penyakit, kematian, dan lain – lain merupakan contoh musibah. Kerusakan dan kehancuran yang mungkin dapat disebabkan oleh musibah adalah resiko yang dimiliki oleh asset. Resiko berarti adanya kemungkinan atau ketidakpastian kerugian atau kehancuran yang dihadapi oleh asset tersebut.

Hidup manusia merupakan sebuah asset yang dapat mendatangkan pendapatan. Aset ini juga menghadapi resiko seperti kematian, sakit dan cacat yang disebabkan karena kecelakaan. Resiko seperti cacat dan kematian membuat seseorang tidak mampu memperoleh penghasilan. Hal ini mengakibatkan pihak – pihak yang bergantung kepadanya, yaitu keluarga, mengalami kesulitan dalam melanjutkan kehidupan dengan standar yang relatif sama sebelum musibah itu terjadi.

Secara alamiah, kita berusaha untuk tidak terlibat dalam musibah. Namun tidak ada yang bisa menjamin atau memastikan musibah tidak akan menimpa kita. Ada juga ada jenis musibah yang tidak bisa dielak, yaitu kematian, dan tidak ada juga yang bisa menentukan kapan kematian akan datang. Yang bisa kita lakukan adalah melakukan persiapan, agar kita bisa mengurangi atau meminimalkan dampak dari musibah.

Nilai ekonomi pada suatu keluarga harus tetap terjaga, saat ayah, sebagai sang pencari nafkah, mengalami musibah atau kematian, agar keluarga yang ditinggalkan tetap dapat melanjutkan kehidupan dengan taraf atau standar hidup yang layak.

Asuransi jiwa menyediakan perlindungan untuk suatu keluarga bila sang pencari nafkah mengalami musibah. Mekanisme asuransi jiwa sangatlah sederhana. Orang – orang yang menghadapi resiko yang sama sepakat untuk mengumpulkan sejumlah dana (yang dalam istilah asuransi disebut premi), untuk disimpan.

Saat kapan pun di antara mereka atau tanggungan mereka (keluarga, misalnya) mengalami resiko, maka mereka akan diberikan dana kompensasi yang berasal dari dana simpanan tadi.

Asuransi jiwa adalah sebuah perjanjian hukum antara perusahaan asuransi dengan pihak yang menggunakan asuransi. Perjanjian ini disebut kontrak asuransi jiwa, dan bentuk fisik kontrak antara pihak penanggung (insurer) dan pihak tertanggung (insured) disebut polis asuransi jiwa.

Orang yang masih hidup dan sehat adalah obyek polis asuransi jiwa yang disebut pihak tertanggung (insured). Pihak yang akan menerima pembayaran dari kematian pihak tertanggung (insured) adalah pihak penerima/ahli waris (beneficiary), yang ditentukan sendiri oleh pihak tertanggung (insured).

Bagaimana dengan mengantisipasi musibah dengan jalan menabung dan atau investasi dibandingkan dengan asuransi ? Saat seorang tertanggung sudah memiliki polis asuransi jiwa yang berlaku, pada saat itu juga dirinya langsung terlindungi dengan sejumlah besar nilai uang yang diinginkan, yang terdapat dalam polis asuransi jiwa.

Sementara menabung dan atau investasi membutuhkan waktu yang relatif jauh lebih lama untuk menuju jumlah ini, dengan kemungkinan nilainya bisa tidak tercapai. Sebab di rentang waktu ini, musibah atau kematian bisa saja terjadi.

Asuransi jiwa merupakan cara terbaik mempersiapkan tabungan warisan. Di Allianz, Anda dapat mempersiapkan dana warisan dengan asuransi jiwa Allianz, mulai dari premi setara 5000 rupiah per hari.

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

logo-allianz-surabaya

HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s