Asuransi Apa yang Kita Butuhkan ?

“memiliki asuransi adalah wajib, dengan pemilihan produk yang tepat, efektif, dan memaksimalkan proteksi pada diri kita”

Terdapat banyak jenis asuransi yang mungkin telah kita dengar, dan kebutuhan asuransi pribadi kita masing – masing pasti berbeda – beda, tergantung tujuannya. Bila kita mempunyai dana tabungan yang besar, mungkin kita mempunyai kuasa untuk mempunyai banyak jenis asuransi, meski tetap pemilihan asuransi yang tepat dan efektif akan lebih mengoptimalkan nilai uang kita.

Dan bila kemampuan menabung kita ada batasnya, maka memiliki asuransi adalah wajib, dengan pemilihan produk yang tepat, efektif, dan memaksimalkan proteksi pada diri kita.

Asuransi sesuai arti harfiahnya adalah perlindungan atau proteksi, yaitu perlindungan dari kejadian yang tidak diinginkan, waktunya tidak dapat diketahui, dan butuh biaya besar atau memiliki dampak keuangan yang besar.

Jika suatu kejadian itu diinginkan, waktu kejadiannya dapat diketahui atau dapat direncanakan, seperti pendidikan dan perjalanan ibadah, sebaiknya tidak dipersiapkan melalui asuransi, tapi melalui tabungan atau investasi. Jika kejadian itu tidak butuh biaya besar, seperti rawat jalan, rawat gigi, dan melahirkan, sebaiknya tidak dipersiapkan melalui asuransi, tapi melalui tabungan atau dana darurat.

Jadi, asuransi apa yang dibutuhkan oleh semua orang? Ialah asuransi yang memberikan perlindungan dari kejadian yang tidak diinginkan, waktunya tidak dapat diketahui, dan butuh biaya besar. Ukuran butuh biaya besar adalah tidak dapat ditanggung sendiri atau akan terasa sangat berat jika harus menanggungnya sendiri. Jika suatu kejadian dampak keuangannya masih bisa ditanggung sendiri, pada dasarnya tidak dibutuhkan asuransi untuk menanggulanginya.

Apa sajakah kejadian yang memenuhi tiga kriteria itu?
1. Meninggal dunia
2. Cacat tetap, baik karena sakit ataupun kecelakaan
3. Penyakit kritis
4. Rawat inap dan pembedahan (hospital and surgical) Lanjutkan membaca Asuransi Apa yang Kita Butuhkan ?

Informasi Kontak

anugrah-wahyudi

Anugrah Wahyudi [Business Executive]
AAJI Lisensi 14422597
0852 22 218 218 (Telepon/SMS)
085 777 999 526 (Telepon/SMS/WA/Telegram/Line)
anugrah.allisya@gmail.com (Email)
Surabaya & Sidoarjo, Jawa Timur
Tujuan asuransi jiwa adalah untuk menjaga nilai ekonomi keluarga tetap ada saat pencari nafkah utama terkena musibah

MTGW asuransi

Asuransi Syariah : Halal dan Berkah

“asuransi syariah bertujuan kerja sama menolong (ta’awuni) sedangkan dalam asuransi konvensional tujuannya penggantian (tabaduli)”

Dalam kegiatan sehari – hari, kita banyak berhadapan dengan resiko meski kita menghadapi resiko ini dengan tanpa sadar. Pola istirahat yang tidak teratur, tidur yang kurang, pola makan tidak sehat, rutin makan makanan yang digoreng, merokok, jarang berolah raga, aktifitas pekerjaan, stress pekerjaan, berkendaraan di jalan, dan sebagainya.

Semua hal tersebut sudah menjadi bagian dari rutinitas harian. Dua hal yang membuat kita mengabaikan adanya resiko ini. Pertama, tidak tahu akan adanya resiko. Kedua, tahu resiko, namun karena sudah terlalu sering berhadapan dengan resiko, maka tingkat kewaspadaan kita terhadap resiko menjadi semakin menurun, sehingga lambat laun kita merasa sudah terbiasa dan menganggap resiko seolah tidak ada.

Padahal, resiko selalu ada dan resiko ini bisa mengundang terjadinya musibah. Pun orang – orang yang bertindak mengantisipasi adanya resiko, kemungkinan terpapar akan resiko dan mengalami musibah tetap ada, namun dengan catatan penting, kemungkinan terpapar resiko menjadi lebih kecil, atau bila tetap terkena resiko, dampak dari kejadian musibah ini sudah dikurangi.

Ada berbagai cara bagaimana manusia menangani resiko terjadinya musibah, diantaranya:

  1. Pertama adalah dengan menanggungnya sendiri (risk retention),
  2. Kedua, mengalihkan risiko ke pihak lain (risk transfer), dan
  3. Ketiga, mengelolanya bersama-sama (risk sharing).

Kelompok pertama adalah orang – orang yang tidak memiliki proteksi asuransi. Mereka mengandalkan kemampuan diri sendiri untuk mengatasi dampak dari musibah, seperti sakit, cacat, dan kematian. Bila pada hari ini kita masih termasuk dalam kelompok ini, maka marilah kita benar – benar mempertimbangkan kembali. Lanjutkan membaca Asuransi Syariah : Halal dan Berkah

Selamat Datang

Salam Pembaca yang budiman,

Saya Anugrah Wahyudi, lahir di Surabaya pada tahun 1977. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah di SMP 3 Surabaya dan SMA 5 Surabaya, saya melanjutkan pendidikan di Teknik Elektro ITS Surabaya dan tamat pada 2002.

Semenjak 2002 sampai saat ini saya bekerja di bidang industri migas sebagai Maintenance Engineer, dan kebanyakan mendapatkan penugasan di luar Jawa baik di area Sumatra dan Kalimantan. Tugas saya di bidang ini bersifat commuter, dalam arti tidak ada hari libur pada saat bekerja, hari libur dikumpulkan, dan secara rutin setiap bulan saya selalu pulang ke rumah saat off / libur dalam jangka waktu tertentu. Saya tinggal di Sidoarjo, dan keluarga besar saya dan istri berada di Surabaya.

Perkenalan pertama saya dengan dunia asuransi adalah saat saya memperoleh fasilitas asuransi kesehatan dari kantor sejak 2002, yang Bapak/Ibu bisa baca disini. Setelah memiliki sejumlah polis pribadi dari beberapa perusahaan asuransi, saya memutuskan untuk bergabung dengan Allianz Life Indonesia pada tahun 2015 dengan mengkhususkan diri pada pemasaran produk syariah.

Saya menyadari tentang perlunya memiliki polis asuransi untuk melindungi keluarga, dan saya merasa kesadaran berasuransi masyarakat Indonesia masihlah rendah. Alhamdulillah, dari profesi saya sejak tahun 2002, saya telah memiliki sejumlah tabungan untuk bekal keluarga dan terutama anak – anak saya yang masih kecil, namun saya tetap merasa yakin bahwa saya perlu memiliki asuransi jiwa, untuk alasan yang terdapat disini dan disini.

Lewat web sederhana ini, saya berharap para pembaca yang budiman memiliki persepsi dan pemahaman terhadap asuransi syariah yang benar dan lebih baik, untuk kemudian secara perlahan memperbaiki kesadaran masyarakat tentang pentingnya berasuransi syariah. Insyaallah.

Asuransi jiwa merupakan cara terbaik mempersiapkan tabungan warisan. Di Allianz, Anda dapat mempersiapkan dana warisan dengan asuransi jiwa Allianz, mulai dari premi setara 5000 rupiah per hari.

SmartMed Premier Allianz, adalah asuransi kesehatan Allianz yang mengcover semua biaya rawat inap sampai dengan 6 milyar per tahun, asuransi kesehatan terbaik dari Allianz

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

logo-allianz-surabaya

HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com

Melindungi Nilai Ekonomi di Keluarga Kita

“Semua asset yang bernilai ekonomi harus dijaga agar nilai ekonominya tetap baik. Hidup manusia merupakan sebuah asset yang dapat mendatangkan pendapatan”

Sebuah lembaran uang kertas seratus ribu asli, mempunyai nilai berharga bukan karena kertas bahan pembuatnya, namun karena nilai yang sudah ditetapkan dan diakui secara sah oleh Pemerintah Indonesia sebagai alat pembayaran.

Suatu saat, bila uang kertas model ini perlahan mulai ditarik dan dinyatakan tidak berlaku lagi, maka uang kertas ini sudah kehilangan nilainya, meskipun secara fisik bentuknya tidak berubah. Mungkin saja, dan jangan sampai terjadi, Pemerintah Indonesia karena suatu alasan tertentu, meski uang ini secara fisik tidak berubah, menyatakan hanya mengakui nilai uang ini menjadi separuhnya.

Jadi, nilai uang ini bukan berasal dari fisiknya, tapi dari “roh” atau “jiwa” dari uang kertas tersebut yang berupa pengakuan dan pengesahan tentang nilainya.

Uang adalah asset, karena uang memiliki nilai ekonomi. Dalam bentuk yang lebih luas, asset tidak hanya uang, namun segala sesuatu yang memiliki nilai ekonomi adalah sebuah asset. Sebuah asset dapat bersifat tangible (bisa dilihat dan diraba) atau intangible (tidak dapat dilihat dan diraba). Rumah, mobil, uang, dan emas adalah contoh tangible asset. Sementara keterampilan, keahlian, kemampuan, bakat, dan pengalaman adalah contoh intangible asset. Lanjutkan membaca Melindungi Nilai Ekonomi di Keluarga Kita

Hukum Asuransi Syariah: Tanggapan terhadap Pendapat yang Mengharamkan

“Dalam muamalah, hukum asalnya boleh selama tidak ada dalil yang melarang.”

indexMateri utama tulisan saya kali ini diambil sepenuhnya dari web Bapak Asep Sopyan, leader saya di Allianz Jakarta. Tulisan tersebut merupakan hasil riset dan tinjauan beliau yang menurut saya sangat komprehensif (luas, lengkap, dapat dimengerti). Sejauh ini tulisan Bapak Asep tersebut merupakan yang pertama yang ada di internet, yang membahas sanggahan tentang pendapat yang mengharamkan asuransi syariah.

http://myallisya.com/2015/05/01/hukum-asuransi-syariah-tanggapan-terhadap-pendapat-yang-mengharamkan/

Menurut pendapat saya, asuransi syariah jelas halal. Mungkin di dalamnya masih terdapat ruang untuk peningkatan ke arah yang lebih baik, namun apa yang ada sekarang sudah bisa dipertanggungjawabkan ke-halal-annya. Uraian di bawah ini merupakan jawaban atas keraguan masyarakat karena pendapat yang mengharamkan asuransi syariah. Meski tulisannya terlihat panjang , namun sangat layak untuk dibaca kata demi kata. Semoga para pembaca yang sampai saat ini masih menunda – nunda memiliki polis asuransi syariah karena masih meragukan ke-halal-annya bisa mendapatkan keyakinan kembali akan manfaat dan berkah asuransi syariah. Selamat membaca uraian yang mencerahkan di bawah ini. Lanjutkan membaca Hukum Asuransi Syariah: Tanggapan terhadap Pendapat yang Mengharamkan