Sang Faktor X

“Bisa dibilang, memiliki jaminan merupakan suatu kecenderungan alamiah manusia.”

FaktorXBanyak contoh yang bisa menjelaskan, tentang manfaat suatu jaminan dalam mencapai suatu tujuan. Memang memiliki jaminan bukan berarti 100% menuntaskan semua masalah dalam mencapai tujuan, namun memiliki jaminan lebih mendekatkan kita pada tujuan yang kita inginkan. Dalam hal ini jaminan memberikan keuntungan strategis kepada usaha kita, menimbulkan faktor X yang membuat usaha kita lebih efektif. Bisa dibilang, memiliki jaminan merupakan suatu kecenderungan alamiah manusia.

Mari kita lihat beberapa contoh berikut.

Lokasi adalah salah satu contoh jaminan. Toko atau usaha dagang yang mempunyai lokasi yang baik, akan berkenaan dengan keterlihatan tempat usaha tersebut. Lokasi yang baik membuat kemungkinan tempat itu dikunjungi orang lebih besar, dan membuat kemungkinan terjadinya transaksi penjualan lebih tinggi.

Di mall, outlet yang memiliki posisi strategis, pasti memiliki harga sewa yang mahal. Bisa jadi outlet yang memiliki ukuran luas yg lebih kecil di mall, namun memiliki posisi yang baik, memiliki harga sewa yang lebih tinggi dibandingkan dengan outlet yang lebih luas namun posisinya biasa – biasa saja. Inilah jaminan…faktor X…posisi.

Lazim kita jumpai saat musim peralihan tahun ajaran baru, para orang tua sibuk mencarikan anaknya tempat sekolah lanjutan yang baik. Sekolah favorit, sekolah unggulan, sekolah internasional, dan sebangsanya merupakan pilihan utama para orang tua. Kualitas sekolah saat ini lebih menjadi perhatian dalam pemilihan sekolah daripada faktor lain seperti jarak sekolah dari rumah, atau biaya pendidikan.

Orang tua rela membayar biaya pendidikan yang lebih mahal demi masa depan sang buah hati. Orang tua juga rela mengalokasikan waktu atau sejumlah dana untuk masalah transportasi. Darimana para orang tua menilai suatu sekolah ?

Prestasi – prestasi yang dihasilkan para siswa secara berkelanjutan mengharumkan nama sekolah tersebut, dimana prestasi – prestasi ini dipercaya para orang tua dihasilkan dari metode pendidikan yang diberlakukan di sekolah itu.

Pengaruh baik dari lingkungan sekolah juga diharapkan berimbas pada pembentukan pribadi sang anak, yang selain di rumah, sebagian besar waktu dijalani di sekolah. Inilah jaminan, faktor X…reputasi sekolah.

Kepercayaan juga merupakan jaminan. Dalam hidup bertetangga pinjam meminjam adalah hal yang lumrah, sebagai contoh alat – alat pertukangan semisal palu, gergaji, tangga atau mesin bor listrik, mungkin peralatan memasak yg khusus, atau mungkin juga uang.

Kita pasti mempertimbangkan kedekatan kita dengan tetangga tersebut. Semakin kita sudah mengenal dekat tetangga itu, semakin percaya kita kepadanya, bahwa semua yang kita pinjamkan akan kembali dengan kondisi yang tetap baik. Semakin kita sudah mengenal dekat tetangga itu, kemungkinan semakin tinggi pula nilai barang yang mungkin kita pinjamkan.

Bila Pak A yang datang, mungkin kita cenderung meminjami apa pun, sendainya Pak B yang datang, kita mempertimbangkan, apa dulu yang akan dipinjam, bila Pak C yang datang, kita segera memutar pikiran bagaimana cara menolak secara halus.

Meski sama – sama tinggal di wilayah yang sama sebagai tetangga, proses seleksi pasti ada. Ini bukan suatu bentuk diskriminasi. Ini menyangkut kepercayaan, sebuah jaminan.

Bagaimanakah dengan tujuan hidup kita ? Apakah kita sudah mempunyai faktor X yang mebuat kita lebih dekat pada tujuan hidup kita ?

Secara umum alur kehidupan manusia adalah sama. Lahir, tumbuh, berkembang, memiliki penghasilan, memiliki tanggung jawab keluarga, menyiapkan penerus, dan insyaallah masuk surga. Dan untuk setiap tujuan dalam alur kehidupan ini, tidak bisa dipungkiri uang berperanan besar.

Memang uang bukanlah segalanya, namun segala langkah dalam memenuhi tujuan hidup memerlukan uang. Uang juga salah satu ukuran kemandirian kita dalam setiap langkah pemenuhan tujuan hidup. Uang tidak bisa membeli segalanya, namun uang bisa mempengaruhi faktor – faktor yang berhubungan dari hal yang tidak bisa dibeli oleh uang itu.

Maka uang erat sekali dengan tujuan hidup kita.

Kita bisa merencanakan masa depan dan mengatur langkah – langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan masa depan itu. Dan sangat perlu diperhitungkan juga, hal – hal yang bisa membuat rencana kehidupan itu tidak terpenuhi. Sebab bila faktor yang membuat rencana kita bisa gagal diabaikan, justru itu menjadi salah satu titik lemah rencana kita sendiri.

Misal saat mengendarai mobil tanpa membawa ban serep, bila segalanya lancar, ban serep tetaplah ban serep…namun saat diperlukan, ban serep ini adalah rencana strategis kita yang tetap membuat kita bisa tetap sampai pada tujuan.

Misal kita mengendarai sepeda motor untuk suatu acara yang penting di musim hujan, sangat perlu untuk membawa jas hujan yang bisa diselipkan di bawah jok sepeda motor. Sewaktu – waktu dalam perjalanan hujan bisa datang, dan jas hujan adalah factor X yang bisa membuat kita tetap datang tepat waktu di acara penting itu.

Maka sangat penting untuk menyadari bahwa ada persiapan yang harus kita lakukan, agar uang yang kita miliki untuk mencapai tujuan hidup, tidak tersedot oleh hal – hal di luar tujuan hidup itu. Di masa depan kita bisa sakit yang tidak biasa, mengalami cacat karena kecelakaan, atau meninggal dunia pada saat tujuan keluarga kita belum tercapai.

Mungkin hal buruk itu, kecuali kematian, bisa tidak terjadi, dan kita tidak pernah tahu. Bila hal buruk itu terjadi dan kita sudah bersiap sebelumnya untuk menghadapinya, maka persiapan yang kita lakukan itu akan mengurangi efek negative dari musibah, sehingga rencana untuk mencapai tujuan hidup keluarga kita masih bisa berjalan.

Asuransi jiwa dan penyakit kritis, memberikan perlindungan terhadap rencana tujuan hidup keluarga kita. Saat kita menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk berasuransi, pada dasarnya kita mempersiapkan diri dan keluarga untuk lebih siap bila terjadi musibah.

Kita tidak bisa mengontrol segala hal, namun kita bisa membuat perencanaan untuk bisa lebih kuat terhadapa kondisi yang bisa terjadi di masa depan.

Jika peristiwa kemalangan itu telah terjadi di masa depan, dan kita tidak mempunyai persiapan yang bagus, maka usaha – usaha untuk mengatasi kemalangan pada saat itu juga akan lebih banyak menyedot energy dan sumber daya, dibandingkan bila kita sudah melakukan persiapan sejak dini, pada saat kita mempunyai kemampuan sekarang ini.

Karena pada saat musibah terjadi, baik sakit tidak biasa, kecelakaan, atau kematian, itu sudah bisa menjadi hal yang bisa mengurangi bahkan menghilangkan kuasa dan kemampuan kita dalam mengatasi kemalangan itu.

Orang yang berasuransi, meski pun dia terlindungi, sama sekali tidak menginginkan kejadian buruk menimpa dirinya…dia bersiap untuk sesuatu yang tidak dinanti dan tidak diinginkan….dan bila musibah itu tetap terjadi, dia sudah mempunyai faktor X yang membantu dirinya menghadapi dampak dari musibah itu, yaitu asuransi.

Asuransi bukan hal yang sifatnya untung – untungan. Uraian yang lebih lengkap dapat anda temui di tulisan ini: Memahami asuransi seperti memahami mobil

Asuransi jiwa merupakan cara terbaik mempersiapkan tabungan warisan. Di Allianz, Anda dapat mempersiapkan dana warisan dengan asuransi jiwa Allianz, mulai dari premi setara 5000 rupiah per hari.

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

logo-allianz-surabaya

HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s