Pertanyaan – Pertanyaan tentang Rider

Berikut ini sejumlah pertanyaan yang sering muncul tentang produk syariah Allianz

Apakah beda rider ADDB (Cacat/Meninggal karena kecelakaan) dan rider TPD (Cacat tetap total) ?

ADDB => cacat sebagian, cacat total, atau meninggal dunia. Sebabnya kecelakaan

TPD => cacat total saja. Sebabnya boleh karena sakit, boleh karena kecelakaan

Apakah cacat sebagian hanya bisa diklaim apabila kondisi bagian yang cacat tidak bisa disembuhkan dalam waktu 180 hari dari kejadian kecelakaan ? Misalkan bila jari kepotong tapi tidak sampai putus ataupun masih bisa dioperasi sambung kembali, apakah bisa klaim untuk menjalani operasi repair tendon ataupun pasang penyambung tulang ?

Cacat dalam ADDB adalah cacat tetap, artinya tidak dapat dipulihkan lagi, setidaknya dalam 180 hari. Jadi bila masih bisa disambung dan berhasil, maka bersyukur saja.

Apakah benar tidak perlu rider TPD karena manfaat tersebut sudah ada di CI, jadi cukup rider ADDB ?

Maslahat TPD ada di CI+ dan juga di ADDB. Namun kalau ambil TPD juga, maka dapatnya dobel. Misal: kena stroke lalu lumpuh, maka akan cair UP CI+ dan TPD. Biaya asuransi TPD sangat murah, bagus bila ambil TPD juga.

Misal bila pemegang polis berusia 50 tahun dan anak usia 30 tahun sebagai tertanggung, jika pemegang polis yang terdiagnosa maka manfaat akan diberikan kepada siapa ?

Bila pemegang polis terdiagnosa penyakit kritis maka tidak ada manfaat dalam bentuk UP. Yang ada hanya manfaat payor benefit, yaitu polis bebas premi sampai pemegang polis (si ayah) berusia 65 tahun.

Untuk payor protection, contoh : anak sbg tertanggung ayah sbg pemegang polis. kalau tidak mengambil rider ini apakah premi ttp berjalan bila ayah meninggal dunia? bukannya bila pemegang polis meninggal dunia ahli waris mendapat up + batalnya polis (karena sudah ditebus). Jadi alangkah baiknya mengambil payor benefit begitu?
Tentang cacat tetap / sebagian dan cacat total, apakah keduanya itu sama dgn cacat tetap total?

Dalam kasus ini, jika pemegang polis meninggal dunia, maka pembayaran polis dilanjutkan oleh Allianz (jika ambil rider Payor Protection). UP hanya keluar jika si anak yang meninggal. @Kalau pemegang polis orangnya sama dengan tertanggung, lalu dia meninggal, tentunya tidak bayar premi lagi karena UP jiwa sudah cair dan polis sudah tutup. Tapi kalau pemegang polis beda dengan tertanggung, lalu dia (pemegang polis) meninggal, pembayaran diteruskan oleh Allianz jika dia ambil rider payor protection.

Yg diteruskan pembayarannya adalah premi berkala. Misal dia setor 500rb per bulan, maka Allianz akan membayarkan sebesar 6 juta tiap tahun sampai usia pemegang polis 65 tahun

Cacat tetap ada dua jenis: sebagian dan total. Cacat tetap total berarti hilang fungsi 2 tangan, atau 2 kaki, atau 2 mata, atau kombinasi dari ketiga organ tsb. Cacat sebagian adalah segala cacat yang kurang dari itu (misal: satu tangan, satu jari, satu mata, dsb).

Di Allianz ada rider ADDB, menanggung meninggal dunia dan cacat (sebagian hingga total) akibat kecelakaan.
Ada juga rider TPD, menanggung cacat tetap total, akibat sakit maupun kecelakaan.

Apabila pemegang polis meninggal dunia apa premi masih berjalan jika tidak menambah payor protection dan tertanggung membayar preminya begitu?

Ya, betul.

Apakah perbedaannya antara payor benefit dengan payor – payor yg lain ? Intinya premi total dibyar Allianz. Kalo utk keluarga saya ambil payor benefit bukannya fungsinya sama ? Toh pemegang polis kan 1 org. Knpa msti ada payor-payor yg lain ya?

Perbedaan ada di sebabnya (payor BENEFIT: karena sakit kritis atau cacat tetap total. Payor PROTECTION: karena meninggal dunia). Perbedaan juga ada di siapa yang kena (PAYOR: yang kena pemegang polis. SPOUSE payor: yang kena pasangan pemegang polis). Demikian.

Mau bertanya tentang informasi payor benefit. Jadi apabila nasabah kontrak menabung hanya 10 tahun, kemudian di tahun ke 13 terkena sakit kritis, apakah Allianz tetap membayarkan premi nasabah sampai dengan usia 65 tahun ? Sedangkan nasabah hanya wajib setor selama 10 tahun saja. Mohon infonya.

Sesuai definisi Payor Benefit, yaitu pembebasan premi jika pemegang polis mengalami atau terdiagnosa 1 dari 49 penyakit kritis atau cacat tetap total dan Allianz akan membayarkan premi sampai dengan pemegang polis berusia 65 tahun. Ini tidak memandang berapa lama nasabah membayar premi, karena yg disebut 10 tahun itu bukan masa bayar, melainkan asumsi cuti premi atau rencana setor premi.Cuti premi lazimnya hanya sementara dan bukan fasilitas permanen, bisa dilakukan hanya bila diperlukan.

Untuk rider HSC+ ini ada garansi perpanjangan kah?

Karena ini rider di unitlink, maka masa berakhirnya sesuai polis ialah sd usia 70 tahun. Jika pernah klaim penyakit berat, ada kemungkinan biaya asuransinya dinaikkan.

Asuransi jiwa merupakan cara terbaik mempersiapkan tabungan warisan. Di Allianz, Anda dapat mempersiapkan dana warisan dengan asuransi jiwa Allianz, mulai dari premi setara 5000 rupiah per hari.

Untuk layanan konsultasi gratis asuransi jiwa dan kesehatan Allianz, hubungilah kami, Agen Asuransi Allianz di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

logo-allianz-surabaya

HP/SMS/WA/Telegram : 085777999526
Pin BB : D47B25B3
Email : anugrah.allisya@gmail.com
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s