Konsep Operasional Dana Tabarru Pada Asuransi Jiwa Syariah

Keberadaan rekening tabarru’ menjadi sangat penting untuk menjawab pertanyaan seputar ketidakjelasan asuransi dari sisi pembayaran klaim. Misalnya, seorang peserta mengambil paket asuransi jiwa dengan masa pertanggungan 10 tahun dengan manfaat 100 juta rupiah. Bila ia ditakdirkan meninggal dunia di tahun ke-empat dan baru sempat membayar sebesar 40 juta, maka ahli waris akan menerima sejumlah penuh 100 juta. Pertanyaannya, sisa pembayaran sebesar 60 juta diperoleh dari mana. Disinilah kemudian timbul gharar (ketidakjelasan), sehingga diperlukan mekanisme khusus untuk menghapus hal itu, yaitu penyediaan dana khusus untuk pembayaran klaim (yang pada hakekatnya untuk tujuan tolong-menolong) berupa rekening tabarru’.

Premi para nasabah dikumpulkan dalam rekening bersama yang disebut rekening dana tabarru. Tujuan dari dana bersama ini adalah untuk menolong para peserta jika di antara mereka ada yang mengalami musibah. Rekening ini milik para peserta, sedangkan perusahaan asuransi hanya sebagai pengelola yang menerima upah atau uang jasa.

Bagaimana konsep operasional dana tabarru ? Simak infografis ini

konsep-dana-tabarru-allianz-syariah Continue reading Konsep Operasional Dana Tabarru Pada Asuransi Jiwa Syariah

Hati – Hati, Uang Tabungan Anda Tidaklah Aman

Dahulu, kita belanja dengan uang tunai, dan kita tidak mungkin belanja melebihi jumlah uang tunai yang kita bawa. Sekarang ?

bank

Secara garis besar, cuma ada dua saja tujuan besar alasan kita menabung. Pertama, menabung untuk suatu tujuan yang direncakan di masa depan. Kedua, menabung untuk bersiap terhadap hal yang tidak terduga yang bisa terjadi di masa depan. Bila seandainya kita menabung secara “iseng – iseng” pun, dalam arti sekedar menabung karena ada kelebihan uang belanja, dalam sisi tujuan, tetap akan terbagi menjadi dua alasan besar tadi.

Kita sudah terbiasa dengan menabung di bank, baik untuk tujuan yang sudah terencana, atau pun untuk keperluan dana darurat. Hal ini karena sudah menjadi kebiasaan yang ditanamkan secara tidak sadar sejak dari masa kecil, baik di lingkungan sekolah atau keluarga. Bank memang memiliki sejumlah kelebihan dalam hal menabung, beberapa di antaranya adalah aman, mudah, dan efisien.

Aman, karena kita sudah mengubah cara penyimpanan uang dari bentuk fisik, menjadi bentuk non fisik namun tidak kalah likuid. Dengan menyetorkan sejumlah uang ke bank, bank akan mencatat transaksi tersebut dimana pencatatan ini sekaligus berlaku sebagai bentuk pengakuan bank akan adanya simpanan uang kita. Tanggung jawab penyimpanan uang juga berpindah ke bank.

Mudah dan efisien, terlebih dengan adanya fasilitas kartu atm, sms banking dan internet banking. Penyetoran, penarikan tunai, atau berbagai transaksi lain bisa dilakukan 24 jam. Bila kita melakukan transaksi pembelian barang atau jasa dalam jumlah lumayan besar, kita bisa melakukan transaksi tersebut secara non tunai dan tidak perlu membawa uang dalam bentuk fisik. Hal ini dipandang sebagai hal yang aman, mudah, dan efisien.

Bila menabung dilakukan untuk suatu tujuan, uang simpanan ini tidaklah aman selama tabungan kita jumlahnya bisa dikurangi oleh sebab di luar tujuan tersebut. Kita bisa percaya keamanan bank secara fisik 100%, dalam hal uang kita tidak akan berkurang oleh sebab semacam pencurian, perampokan atau kebakaran, karena uang kita dicatat di sistem keuangan yang dimiliki oleh bank.

Namun bagaimana dengan sebab yang lain ? Continue reading Hati – Hati, Uang Tabungan Anda Tidaklah Aman

TIPS: Cara Aman dan Nyaman Membayar Premi Asuransi

Agar polis asuransi selalu aktif, pastikan kita tepat waktu dalam membayar premi, dan melakukan pembayaran dengan cara yang benar. Selain itu, ada satu hal yang wajib dihindari jika ingin uang premi diterima dengan baik oleh perusahaan asuransi. Apa itu?

Untuk menghindari resiko, jangan pernah melakukan pembayaran melalui agen asuransi Anda.

cara-aman-dan-nyaman-membayar-premi-asuransi-1

Memberi Makna Pada Uang 5000 Rupiah

dengan membayar 1,8 juta selama 12 tahun, atau 12 kali, Anda sudah bisa mempersiapkan dana warisan sebesar 201 juta, atau 111 kali dari 1,8 juta

5K lama

Apakah yang bisa dilakukan selembar uang lima ribu rupiah di jaman sekarang ini ? Hm, beberapa jawaban di antaranya: beli 1 galon air minum isi ulang, beli pulsa, ongkos naik angkot sekali jalan, makan bakso, di kampung saya di Surabaya, tepatnya di kawasan Wonokromo, saya masih bisa jajan lumayan kenyang dengan uang 5 ribu. Pertanyaan ini pernah saya ajukan ke teman saya yang perokok, jawabannya adalah dapat segelas kopi plus 1-2 batang rokok, tergantung mereknya….cukup untuk teman di saat break kerja.

Jawaban pertanyaan ini, bisa jadi sangat beragam, tergantung daerah tempat tinggal kita masing – masing. Jawaban – jawaban di atas, adalah jawaban versi Surabaya, suatu kota yang bisa dibilang masih ramah di kantong (semuanya murah di Surabaya, kecuali harga tanah dan rumah:) ). Anda masing – masing sah – sah saja punya beragam jawaban yang lain.

Apa pun jawaban terhadap pertanyaan ini: Apakah yang bisa dilakukan selembar uang lima ribu ? Kebanyakan akan memiliki kesamaan, bahwa nilai uang 5 ribu di jaman sekarang ini memiliki jangkauan relatif lebih sempit dibandingkan beberapa tahun yang lalu, dan memiliki efek jangka pendek, terutama bila jawabannya berkenaan dengan makan dan minum, apalagi merokok. Beberapa jawaban mungkin berdaya jangkau secara jangka panjang, misal sedekah atau ditabung. Continue reading Memberi Makna Pada Uang 5000 Rupiah

BANK adalah teman, ASURANSI adalah sahabat

“Aku tak membutuhkan sahabat yang berubah ketika aku berubah; sahabat yang mengangguk ketika aku mengangguk; jika seperti itu, bayanganku bisa melakukannya lebih baik.”    – Plutarch –

best friend

Anda pasti merasa lebih dekat dengan Bank dan berteman erat dengan Bank. Buktinya gampang saja. Bukalah dompet Anda, maka di dalamnya selain berbagai kartu identitas, akan terdapat kartu atm dan kartu kredit yang jumlahnya bisa beberapa, bahkan di antaranya mungkin dari bank yang berbeda. Kehidupan sehari – hari kita semakin bisa dimudahkan oleh kartu atm dan kartu kredit, 2 jenis kartu “sakti” yang meski bentuknya kecil tapi mempunyai kekuatan luar biasa. Semakin lama dan modern, transaksi cashless semakin gampang dilakukan dimana – mana. Kita akan mengerutkan dahi atau terperangah keheranan saat melakukan transaksi bernilai relatif besar di suatu toko dan kasir berkata: Maaf Bapak, Ibu, kami cuman bisa terima cash. Bisa – bisa batal itu transaksi belanja.

Rahasia utama dari kesaktian kartu atm atau kartu kredit adalah, tidak ada rahasianya ! Kartu atm yang nilai uangnya tidak ada, tidak lagi sakti. Kesaktian kartu kredit juga hilang manakala kartu telah terblokir karena tunggakan kartu kredit yang belum lunas. Kartu atm dan kartu kredit mempunyai kesaktian, saat Anda memberikan mereka kekuatan….jadi yang digdaya sebenarnya bukan kartunya, tapi Anda. Continue reading BANK adalah teman, ASURANSI adalah sahabat

Terlihat Sama, Tapi……Beda Akad, Beda Hukumnya

Hukum Islam bertujuan untuk melindungi semuanya, harus sama hak dan kewajiban antara si pembeli dan si penjual. Sama-sama bisa untung, sama-sama bisa rugi.

akad-syariah

Banyak yang masih meragukan asuransi syariah sebagai produk keuangan yang halal dan memandang asuransi syariah sama saja dengan asuransi konvensional, dan menganggap dua – duanya haram. Padahal asuransi syariah dan konvensional memiliki perbedaan mendasar dalam beberapa hal prinsip, salah satunya dalam hal akad.  Akad ialah: perikatan ijab (pernyataan melakukan ikatan) dan kabul (pernyataan penerimaan ikatan) yang dibenarkan syara’ yang menetapkan kerelaan kedua belah pihak.

Kepemilikan dana klaim/tabarru’ pada asuransi syariah merupakan hak peserta. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya secara syariah. Pada asuransi konvensional, dana yang terkumpul dari nasabah (premi) menjadi milik perusahaan, sehingga perusahaan bebas menentukan alokasi investasinya (bisa masuk ke instrument investasi non syariah). Pembayaran klaim pada asuransi syariah diambil dari dana tabbaru’(dana kebajikan). Pada asuransi konvensional pembayaran klaim diambilkan dari rekening dana perusahaan. Asuransi syariah menggunakan sistem berbagi resiko – sharing of risk (saling membantu antar peserta), sedangkan pada asuransi konvensional yang dilakukan adalah pemindahan resiko –transfer of risk (jual beli antara peserta dan perusahaan).

Jelas asuransi syariah dan konvensional memang sangat berbeda dalam akad dan cara kerjanya, yang menyebabkan asuransi syariah bersih dari gharar,  maysir dan riba. Asuransi syariah halal.

Uraian tulisan ini selanjutnya berasal dari kiriman whatsapp rekan saya yang merupakan contoh pesan berantai yang bagus, dan dapat menggambarkan dengan jelas adanya perbedaan akad dari suatu transaksi, dapat menyebabkan perbedaan hukum dari transaksi itu, meski terlihat transaksinya seolah – olah sama.

👳🏽 Gimana kabarnya mbak ?

🙎🏻 Sehat dek, alhamdulillah.

👳🏽 Ini saya selain silaturahmi juga ada perlu mbak.

🙎🏻 Apa apa dek…apa yang bisa tak bantu.

👳🏽 Anu..kalau ada uang 20juta saya mau pinjam.

🙎🏻 Dua puluh juta? Banyak sekali. Untuk apa dek? Continue reading Terlihat Sama, Tapi……Beda Akad, Beda Hukumnya

Melindungi Nilai Ekonomi Keluarga secara Berkah

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: